Gubernur: Teknologi kesehatan berkembang, perawat jangan <i>gaptek</i>
Gubernur mengingatkan, penguasaan teknologi utamanya kesehatan sangat penting bagi para perawat.

Elshinta.com - Perawat diharapkan dapat mengikuti kemajuan teknologi saat ini. “Jangan sampai perawat tidak mengerti akan perkembangan teknologi kesehatan,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan dalam Muswil ke 10 DPW Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) di salah satu hotel yang ada di Kota Malang, Jawa Timur.
Gubernur mengingatkan, penguasaan teknologi utamanya kesehatan sangat penting bagi para perawat. “Belajar dari pengalaman saat masa pandemi, ada sebuah rumah sakit yang tidak bisa mengoperasionalkan ventilator karena perawatannya tidak menguasai alat tersebut yang menjadi penting,” ujarnya.
Terkait dengan masukan dari PPNI agar tenaga keperawatan dapat diangkat sebagai tenaga kontrak hingga menjadi ASN, Khofifah meminta agar DPW dengan DPP melakukan koordinasi baik dengan KeMenpan, Ka-Asn dan Kemenkes.
“Ya, seiring sejalan, paling tidak DPW dan DPP bisa silaturahim ke pada tiga lembaga dan pemprop juga akan lakukan koordinasi karena besar kecilnya ada di lembaga tersebut tentu saja ini aman berimbas pada anggaran, pemprop punya pemikiran selama ini pemprov punya kewajiban mengembalikan sisa anggaran sebesar Rp200 miliar ke pusat dan alangkah baiknya kalau anggaran itu untuk kesejahteraan perawat,” jelas Khofifah yang disambut tepuk tangan 38 DPC PPNI.
Ketua DPW PPNI Propinsi Jawa Timur yang terpilih ke dua kalinya Nur Salam berharap Gubernur Jawa timur memberikan solusi utamanya pada perawat yang swasta.
“Karena jika Gubernur Jawa Timur mengeluarkan regulasi pasti akan ditiru daerah lain,” harapnya.