Miris! Cagar budaya Multatuli telantar

Elshinta
Minggu, 28 November 2021 - 19:12 WIB |
Miris! Cagar budaya Multatuli telantar
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung Mochamad Husen menyoroti cagar budaya Multatuli atau rumah Eduard Douwes Dekker, Asisten Residen masa Kolonial Belanda yang bertugas di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang kini kondisinya telantar.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi bangunan Multatuli yang menjadi bagian sejarah dunia itu, " katanya di Lebak, Ahad (28/11).

Bangunan Multatuli itu yang lokasinya berada di lingkungan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung , kata dia, tidak diketahui secara jelas siapa yang bertanggung jawab untuk merawat dan memiliharanya.

"Apakah bangunan bersejarah itu merupakan kewenangan pemerintah daerah atau Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten," katanya.

Sebab, kata dia, sejak dulu hingga sekarang kondisi gedung Multatuli itu telantar dan terbengkalai. Bahkan, kondisi bangunan banyak yang sudah hilang bagian jendela, pintu, kaca dan genteng.

Kondisi tembok dinding berlubang, cat mengelupas, lantai tanah, hingga bangunannya tidak sempurna, dan bangunan rumah Eduard Douwes Dekker sudah tidak sempurna dan tidak ada ruangan.

"Kami berharap gedung Multatuli itu kembali dibangun dan dirawat serta dipelihara, karena merupakan kekayaan budaya bangsa," katanya .

Menurut dia, perjuangan Eduard Douwes Dekker patut diapresiasi karena mereka memberikan semangat dan motivasi kepada rakyat Indonesia untuk berjuang melawan terhadap penjajahan kolonial Belanda, di mana hati nurani Multatuli bertolak belakang dengan pemerintah kolonial Belanda yang memeras dan mencekik rakyat di Lebak.

Oleh karena itu, Asisten Residen Belanda yang bertugas di Lebak mengangkat karya Novel "Max Havelaar", yang karyanya mendunia karena keburukan dan kezhaliman pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenangnya terhadap warga pribumi.

"Kami berharap bangunan penulis Max Havelaar itu dilestarikan dan bisa menjadi destinasi wisata sejarah, " kata mantan anggota DPRD Lebak itu.

Ia mengatakan, rumah Multatuli itu ditempati tahun 1856 dan sempat menjadi markas tentara pada 1850.

Bahkan, bangunan itu beberapa kali mengalami alih fungsi menjadi rumah sakit pada 1987, apotek tahun 2000, hingga gudang pembangunan Rumah Sakit Dr Adjidarmo pada 2007.

Namun, saat ini, kata  Mochamad Husen, lokasi bersejarah itu hanya menjadi kawasan parkir pegawai rumah sakit setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lebak Imam Rismahayadin mengatakan untuk pembangunan gedung Multatuli yang menjadi cagar budaya di Rangkasbitung, Lebak belum memiliki anggaran akibat pandemi COVID-19 itu.

"Seharusnya renovasi bangunan Multatuli direalisasikan 2020. Namun, virus corona yang mewabah sehingga difokuskan untuk penanganan COVID-19, " katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Petani di Kledung Temanggung gelar `ruwat rigen` jelang panen tembakau
Minggu, 07 Agustus 2022 - 21:31 WIB

Petani di Kledung Temanggung gelar `ruwat rigen` jelang panen tembakau

Para petani di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro wilayah Kecamatan Kledung, Kabupaten Temang...
Kreativitas anak negeri hadir dalam World Kids Carnival JFC
Minggu, 07 Agustus 2022 - 20:34 WIB

Kreativitas anak negeri hadir dalam World Kids Carnival JFC

Kreativitas anak negeri hadir dalam peragaan busana anak-anak yang dikemas dalam World Kids Carnival...
Sambut HUT ke-1272 Salatiga, Tingkir Tengah bersalawat
Minggu, 07 Agustus 2022 - 19:14 WIB

Sambut HUT ke-1272 Salatiga, Tingkir Tengah bersalawat

Tingkir Tengah Bersalawat bersama Habib Muhammad Syarif bin Alwi Al- Habsi dihadiri ribuan warga, Sa...
 100 pesilat Pagar Nusa meriahkan apel Harlah Satu Abad NU di Kudus
Minggu, 07 Agustus 2022 - 19:07 WIB

100 pesilat Pagar Nusa meriahkan apel Harlah Satu Abad NU di Kudus

Apel kebesaran Nahdlatul Ulama (NU) Kick Off hari lahir (harlah) Satu Abad NU digelar di Alun-alun S...
Wali Kota Kediri: Pameran keris edukasi dalam pelestarian budaya
Minggu, 07 Agustus 2022 - 09:15 WIB

Wali Kota Kediri: Pameran keris edukasi dalam pelestarian budaya

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan pameran keris yang digelar di Kota Kediri, merupaka...
Bupati Jember canangkan JFC sebagai karnaval dunia
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 23:31 WIB

Bupati Jember canangkan JFC sebagai karnaval dunia

Bupati Jember, Jawa Timur, Hendy Siswanto mencanangkan kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) sebag...
Dekranasda: 700 motif tenun ikat NTT terdaftar jadi Indikasi Geografis
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 17:45 WIB

Dekranasda: 700 motif tenun ikat NTT terdaftar jadi Indikasi Geografis

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur mencatat sebanyak 700 motif tenun i...
Tradisi ritual `Tungguk Tembakau` awali panen tembakau di lereng Merbabu
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 09:55 WIB

Tradisi ritual `Tungguk Tembakau` awali panen tembakau di lereng Merbabu

Masyarakat lereng Gunung Merbabu Desa Senden; Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada ...
Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20
Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20

Komunitas budaya Nawasena akan mengadakan doa lintas agama dan Lomba Tumpeng Nusantara untuk meramai...
Pemerintah targetkan kemiskinan ekstrem berkurang 1 persen per tahun
Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:57 WIB

Pemerintah targetkan kemiskinan ekstrem berkurang 1 persen per tahun

Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan pemerintah telah menargetkan pengurangan tingkat kemiskinan ek...

InfodariAnda (IdA)