WHO: Belum ada bukti varian Omicron lebih menular
Elshinta
Senin, 29 November 2021 - 15:12 WIB |
WHO: Belum ada bukti varian Omicron lebih menular
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (28/11) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti tentang tingkat penularan dan keparahan virus corona varian Omicron.

"Belum diketahui pasti apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menular di antara manusia) dibanding varian lainnya, seperti Delta," kata WHO lewat pernyataan.

WHO mengatakan lonjakan jumlah orang yang positif COVID-19 dan pasien rawat inap di Afrika Selatan, tempat varian baru itu pertama kali dilaporkan dan dianggap sebagai sumbernya, tidak berarti bahwa penularan atau keparahan dari Omicron lebih tinggi.

WHO menegaskan bahwa "ini kemungkinan karena tingginya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi ketimbang dampak spesifik dari Omicron."

"Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang berkaitan dengan Omicron berbeda dari varian lainnya," tulis pernyataan itu.

Menurut informasi yang terbatas, WHO juga memperingatkan bahwa orang yang sebelumnya pernah terpapar COVID-19 dapat terinfeksi kembali dengan Omicron secara lebih mudah dibanding varian yang diwaspadai lainnya.

WHO mengatakan perlu studi lanjutan untuk lebih memahami varian Omicron.

Selagi studi efektivitas vaksin COVID-19 dan pengujian terhadap Omicron sedang berlangsung, obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan COVID-19 masih bisa ampuh untuk mengobati infeksi Omicron, katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korut diduga luncurkan proyektil rudal balistik
Senin, 17 Januari 2022 - 09:21 WIB
Korea Utara pada Senin menembakkan sesuatu yang diduga sebuah rudal balistik, kata penjaga pantai Je...
Australia: Tak ada korban massal di Tonga akibat tsunami
Senin, 17 Januari 2022 - 08:09 WIB
Tidak ada korban massal di Tonga setelah gunung berapi bawah laut memicu gelombang tsunami, menurut ...
Warga antre tes berjam-jam setelah Beijing temukan kasus Omicron
Minggu, 16 Januari 2022 - 23:31 WIB
China pada Minggu melaporkan 65 kasus penularan lokal COVID-19 untuk 15 Januari, termasuk kasus pert...
UKM Tari UMSU juara di Italia
Minggu, 16 Januari 2022 - 22:55 WIB
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Seni dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) me...
Komunikasi putus, belum ada laporan dampak tsunami di Tonga
Minggu, 16 Januari 2022 - 19:57 WIB
Sebagian besar wilayah Tonga yang dilanda tsunami masih belum bisa dihubungi pada Minggu karena jari...
FBI serbu sinagoge di Texas untuk bebaskan sandera
Minggu, 16 Januari 2022 - 19:10 WIB
Regu penyelamat dari Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) menyerbu sebuah sinagoge di Colleyville, Tex...
Tsunami akibat erupsi gunung api bawah laut Tonga kian memprihatinkan
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:31 WIB
Negara-negara Pasifik dan kelompok kemanusiaan berjuang untuk membangun komunikasi dengan Tonga pada...
Peringatan tsunami, Jepang minta warga delapan prefektur mengungsi
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:19 WIB
Ratusan ribu warga Jepang disarankan untuk mengungsi pada Minggu (16/1) karena gelombang lebih dari ...
Iran laporkan tiga kematian pertama akibat varian Omicron
Minggu, 16 Januari 2022 - 13:09 WIB
Kementerian kesehatan Iran melaporkan tiga kematian pertama negara itu akibat virus corona varian Om...
Indonesia kembali terima dukungan vaksin COVID-19 dari Jepang
Minggu, 16 Januari 2022 - 12:55 WIB
Indonesia kembali menerima dukungan vaksin COVID-19 dari Jepang melalui kerja sama berbagi dosis (do...
InfodariAnda (IdA)