Guru di Aceh diminta majukan ekosistem pendidikan
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Jamaluddin, S.sos, M.Pd mengajak para guru membangun pendidikan dan kesejahteraan di Aceh Utara dengan kebersamaan.

Elshinta.com - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Jamaluddin, S.sos, M.Pd mengajak para guru membangun pendidikan dan kesejahteraan di Aceh Utara dengan kebersamaan. Jamaluddin mengajak semua guru untuk mengikuti program guru penggerak yang diinisiasi Kemendikbud sejak 3 Juli 2020 lalu. Dengan harapan para guru bisa menjadi agen-agen perubahan guna memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang berpusat pada para siswa.
Mengingat kondisi ditengah pandemi Covid-19, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 Aceh Utara diperingati dengan sederhana.
Jika tahun sebelumnya kemeriahan sangat dirasakan dengan berbagai kegiatan lomba, namun untuk tahun ini tidak dapat dilaksanakan sedemikian rupa.
Sementara penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di SMPN I Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara ini juga dilakukan langsung oleh kadis tersebut.
"Mengingat jasa para guru yang selalu menjadi pemimpin masa depan sistem pendidikan di Aceh Utara khususnya dan umumnya Indonesia, mereka yang tertarik melakukan perubahan dan berani mengambil risiko serta berinovasi," ujar Jamaludin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Selasa (30/11).
Menurut Jamaludin, fokus program Guru Penggerak ada pada peningkatan hasil belajar siswa yang tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru itu sendiri. "Para pendidik diminta menciptakan ekosistem pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa," ujarnya.
Oleh karenanya, lanjut Jamaludin, harapan pada guru penggerak agar bisa mendorong pertumbuhan siswa dan menjadi pelatih bagi guru lain, menularkan pengalaman terbaik, di sekolah maupun lingkungan itu sepenuhnya membutuhkan dukungan dari Pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara baik disegi material maupun disegi peningkatan kapasitas didik bagi para guru itu sendiri