Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus

Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) sebanyak 47 kasus sepajang tahun 2021.

Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) sebanyak 47 kasus sepajang tahun 2021. Sehingga total kasus yang terdata kabupaten sebanyak 727 pengidap HIV dan Aids. Dari jumlah tersebut, 150 orang diantaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, penambahan kasus HIV dan Aids di Sukoharjo pada 2021 didominasi kalangan pelajar. Mereka terdianosis melalui hasil voluntary counseling and testing (VST) dirumah sakit yang melayani. Baik di daerah asal maupun luar daerah. Kemudian dilaporkan untuk mendapatkan penanganan di daerah asal.

"Secara umum ODHA yang terdata didominasi usia dewasa. Penyebabnya klise, seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, tatto atau perilaku seks yang menyimpan," ungkap Yunia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (1/12).

Dia menyampaikan, untuk penanganan lanjutan, pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ODHA. 12 puskesmas dan tiga rumah sakit disediakan untuk mendekatkan akses penanganan kasus ODHA. Pihaknya menjamin kerahasiaan identitas ODHA untuk menghindari stigma masyarakat.

"Tidak bisa dipungkiri diskriminasi masyarakat menakutkan bagi ODHA," kata dia.

Yunia menambahkan, dalam menjangkau pelayanan kesehatan bagi ODHA, pihaknya juga melibatkan sukarelawan yang khusus menangani HIV dan Aids. Para sukarelawan ini yang akan berhubungan langsung dengan ODHA dan membantu mereka mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, ada fenomena dalam komunitas berperilaku berisiko secara sadar memeriksakan diri ke faskes penyedia VST. Biasanya yang dipilih adalah faskes luar daerah asal. Tetapi Sukoharjo telah memiliki sistem jejaring yang akan mendata hasil VCT positif untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Relawan inilah yang akan mendekati kasus dan menyediakan akses kesehatan seperti pemeriksaan dan obat obatan yang dibutuhkan," ujarnya.

Sukoharjo sendiri melakukan pendataan kasus ODHA sejak Tahun 2008 dengan data awal 10 kasus. Tahun 2016 terjadi lonjakan penambahan ODHA paling tinggi sebanyak 107 kasus. Saat ini kumulatif kasus ODHA yang terdata daerah ada sebanyak 727 kasus, 150 orang diantaranya meninggal dunia.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire