Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus

Elshinta
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) sebanyak 47 kasus sepajang tahun 2021. Sehingga total kasus yang terdata kabupaten sebanyak 727 pengidap HIV dan Aids. Dari jumlah tersebut, 150 orang diantaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, penambahan kasus HIV dan Aids di Sukoharjo pada 2021 didominasi kalangan pelajar. Mereka terdianosis melalui hasil voluntary counseling and testing (VST) dirumah sakit yang melayani. Baik di daerah asal maupun luar daerah. Kemudian dilaporkan untuk mendapatkan penanganan di daerah asal.

"Secara umum ODHA yang terdata didominasi usia dewasa. Penyebabnya klise, seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, tatto atau perilaku seks yang menyimpan," ungkap Yunia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (1/12).

Dia menyampaikan, untuk penanganan lanjutan, pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ODHA. 12 puskesmas dan tiga rumah sakit disediakan untuk mendekatkan akses penanganan kasus ODHA. Pihaknya menjamin kerahasiaan identitas ODHA untuk menghindari stigma masyarakat.

"Tidak bisa dipungkiri diskriminasi masyarakat menakutkan bagi ODHA," kata dia.

Yunia menambahkan, dalam menjangkau pelayanan kesehatan bagi ODHA, pihaknya juga melibatkan sukarelawan yang khusus menangani HIV dan Aids. Para sukarelawan ini yang akan berhubungan langsung dengan ODHA dan membantu mereka mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, ada fenomena dalam komunitas berperilaku berisiko secara sadar memeriksakan diri ke faskes penyedia VST. Biasanya yang dipilih adalah faskes luar daerah asal. Tetapi Sukoharjo telah memiliki sistem jejaring yang akan mendata hasil VCT positif untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Relawan inilah yang akan mendekati kasus dan menyediakan akses kesehatan seperti pemeriksaan dan obat obatan yang dibutuhkan," ujarnya.

Sukoharjo sendiri melakukan pendataan kasus ODHA sejak Tahun 2008 dengan data awal 10 kasus. Tahun 2016 terjadi lonjakan penambahan ODHA paling tinggi sebanyak 107 kasus. Saat ini kumulatif kasus ODHA yang terdata daerah ada sebanyak 727 kasus, 150 orang diantaranya meninggal dunia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Komunitas kanker jadi jembatan antara pemerintah dan pasien
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 22:31 WIB

Komunitas kanker jadi jembatan antara pemerintah dan pasien

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia Linda Agum Gumelar mengatakan komunitas kanker berperan pent...
Dokter: Penanganan saraf terjepit bisa gunakan teknologi endoskopi
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 22:01 WIB

Dokter: Penanganan saraf terjepit bisa gunakan teknologi endoskopi

Kepala Pusat Ortopedi dan Tulang Belakang terpadu Eka Hospital dr Luthfi Gatam mengatakan penanganan...
IDAI: ASI merupakan imunisasi pertama bagi bayi
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 15:45 WIB

IDAI: ASI merupakan imunisasi pertama bagi bayi

Ketua Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Naomi Esthernita F. Dewanto mengi...
Gejala subvarian Covid BA.5 yang berbeda dari varian lainnya
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 12:01 WIB

Gejala subvarian Covid BA.5 yang berbeda dari varian lainnya

COVID-19 BA.5 menjadi subvarian yang paling banyak menyebar tidak hanya di Amerika Serikat, namun di...
Dokter: Penanganan saraf terjepit bisa gunakan teknologi endoskopi
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 02:01 WIB

Dokter: Penanganan saraf terjepit bisa gunakan teknologi endoskopi

Kepala Pusat Ortopedi dan Tulang Belakang terpadu Eka Hospital dr Luthfi Gatam mengatakan penanganan...
Studi: Gejala long COVID dialami satu dari delapan orang
Jumat, 05 Agustus 2022 - 15:19 WIB

Studi: Gejala long COVID dialami satu dari delapan orang

Satu dari delapan orang yang terinfeksi virus corona mengalami setidaknya satu gejala long COVID, be...
Jaga kesehatan, siswa MTs di Boyolali uji makanan mengandung boraks
Rabu, 03 Agustus 2022 - 12:25 WIB

Jaga kesehatan, siswa MTs di Boyolali uji makanan mengandung boraks

Para siswa Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Boyolali, JawaTengah melakukan uji coba sejumlah mak...
Kondisi stres pada ibu menyusui bisa pengaruhi kelancaran ASI
Selasa, 02 Agustus 2022 - 00:01 WIB

Kondisi stres pada ibu menyusui bisa pengaruhi kelancaran ASI

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI mengatakan kon...
Canangkan BIAN, Bupati minta target imunisasi balita di Kudus tercapai
Senin, 01 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Canangkan BIAN, Bupati minta target imunisasi balita di Kudus tercapai

Pemerintah secara serentak mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam upaya meneliminas...
Akademisi ajak perokok berhenti bertahap dengan tembakau rendah risiko
Sabtu, 30 Juli 2022 - 22:23 WIB

Akademisi ajak perokok berhenti bertahap dengan tembakau rendah risiko

Kepala Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran Neily Zakiah berpe...

InfodariAnda (IdA)