Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
Elshinta
Jumat, 03 Desember 2021 - 08:30 WIB |
Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
SH selaku Bendahara Desa Tumbang Laku (rompi merah) saat ditahan pihak kejaksaan di Kuala Pembuang. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Seruyan, Kalimantan Tengah menahan bendahara Desa Tumbang Laku, Seruyan Hulu, berinisial SH, setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016, 2017, dan 2019 dengan total kerugian negara Rp1,182 miliar.

"Anggaran itu tidak digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan ada anggaran yang dicairkan tetapi tidak dilaksanakan untuk pembangunan, namun diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh mantan kades berinisial SP," kata Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan Romi Rojali di Kuala Pembuang, Jumat.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan khusus oleh APIP (Inspektorat Seruyan) ditemukan kerugian negara yakni belanja lanjutan pembangunan sarana dan prasarana fisik balai pertemuan desa tahun anggaran 2015 terdapat kekurangan volume fisik senilai Rp6,37 juta.

Romi mengatakan terdapat belanja pembelian pembangunan dan pengembangan usaha desa bibit ayam petelor pakan ayam Tahun Anggaran 2015. Belum ada hibah tanah milik mantan kepala desa, belanja pembangunan sarana dan prasarana sosial (pembangunan mesjid Nur Iman) tahun anggaran 2016, terdapat realisasi fisik tidak dikerjakan sejumlah Rp331 juta.

Kemudian, belanja pembangunan sarana dan prasarana pendidikan pembangunan ruangan PAUD tahun anggaran 2016, terdapat realisasi fisik yang tidak dikerjakan sejumlah Rp140 juta, belanja pembangunan sarana dan prasarana fisik sosial pembangunan Masjid Nur Iman tahun anggaran 2017 terdapat realisasi fisik tidak dikerjakan sejumlah Rp275 juta.

Selain itu, belanja pembangunan jalan desa tahun anggaran 2017, terdapat kekurangan volume fisik Rp9,25 juta, pembangunan sarana air bersih tahun anggaran 2018 belum selesai fisiknya hanya sebagian terpasang. Belanja peningkatan air bersih tahun anggaran 2019, terdapat realisasi fisik tidak dikerjakan sejumlah Rp273 juta.

"Terakhir terdapat pajak belum disetor bukti setor tidak ada dari tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 Tahap I senilai Rp111 juta," beber dia.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap SP saat ini belum dilakukan mengingat beberapa kali dilakukan pemanggilan belum pernah datang dan berdasarkan informasi yang bersangkutan tidak berada di Desa Tumbang Laku. Tersangka terdeteksi berada di daerah Kalbar sedangkan keluarganya anak dan istri  tinggal tetap berada di desa tersebut.

"Kami menunggu itikad baik mantan kades untuk datang dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, jika tidak kunjung datang juga maka kami akan masukan yang bersangkutan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)," tegasnya.

Kajari itu menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya mengingat ada beberapa pencairan anggaran selalu dibuat rekomendasi atau disetujui untuk pencairannya, padahal telah dilakukan verifikasi baik di lapangan (fakta) maupun administrasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kejatisu tangkap terpidana korupsi Pasar Tozai Pematangsiantar
Jumat, 28 Januari 2022 - 16:23 WIB
Tim Intel Kejati Sumatra Utara berhasil menangkap Jhonson Tambunan terpidana dalam perkara korupsi p...
Simpan ratusan butir ekstasi, Monica jalani sidang perdana 
Jumat, 28 Januari 2022 - 15:14 WIB
Sidang perdana kepemilikan ratusan butir pil ekstasi, ribuan pil happy five, ganja kering dan bahan ...
Polisi: Edy Mulyadi bersedia hadiri pemeriksaan saksi
Jumat, 28 Januari 2022 - 11:43 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan saksi YouTuber Edy ...
Kejagung minta keterangan Kominfo dugaan korupsi satelit Kemhan
Jumat, 28 Januari 2022 - 11:32 WIB
Kejaksaan Agung menjadwalkan ulang pemeriksaan saksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ko...
Polisi tangkap kurir narkoba sembunyikan sabu-sabu dalam nasi
Jumat, 28 Januari 2022 - 10:11 WIB
Aparat kepolisian menangkap seorang kurir narkoba berinisial I (32) yang menyembunyikan sabu-sabu di...
Terdakwa akui korupsi hasil penjualan air tangki PDAM Klungkung Bali
Jumat, 28 Januari 2022 - 09:53 WIB
Jaksa Penuntut Umum Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida Putu Gd Darmawan Hadi mengataka...
Polisi: WNA Yordania pukul petugas bandara di Bali berakhir damai
Jumat, 28 Januari 2022 - 09:35 WIB
Kasus warga negara asing asal Yordania bernama Mohanad DM Naji yang memukul dua petugas bandara dan...
Polisi: Edy Mulyadi bersedia hadiri pemeriksaan saksi
Jumat, 28 Januari 2022 - 09:29 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan saksi YouTuber Edy ...
Kejagung panggil dua purnawirawan terkait kasus Satelit Kemhan
Jumat, 28 Januari 2022 - 07:47 WIB
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memanggil dua purnawirawa...
Perjanjian ekstradisi permudah JAMPidsus buru 247 buronan
Jumat, 28 Januari 2022 - 07:11 WIB
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan perja...
InfodariAnda (IdA)