Top
Begin typing your search above and press return to search.

21 mahasiswa pertukaran 'Mahasiswa Merdeka' menimba ilmu di STIE Malangkuceswara

STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2021. P

21 mahasiswa pertukaran Mahasiswa Merdeka menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2021. Program yang dibahas Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi tersebut diikuti hampir semua mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Tahun ini STIE Malamgkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa sisanya ikut kegiatan secara luring, kenapa mereka tidak hadir kemungkinan tidak mendapat ijin dari orang tua,” kata Dra. Dwi Danesty Deccasari. MM salah satu dosen modul nusantara yang menjadi dosen pendamping pada Kontributor Elshinta, El-Aris, Sabtu (4/12).

Ditambahkan Dwi, pada kegiatan tersebut terbagi dalam 3 katagori pertama Kebhinnekaan, kedua Refleksi dan Aspirasi.

“Katagori Kebhinnekaan ada 14 kali pertemuan, Refleksi 7 kali pertemuan dan Aspirasi 3 kali pertemuan,” ujarnya.

Untuk program kali ini merupakan rangkaian program yang ke 24. “Total 25 kegiatan program pertukaran mahasiswa merdeka tahun 2021, yang terakhir atau program ke 25 yaitu penerapan sosial dalam bentuk pengabdian masyarakat yang direncanakan ke desa Argosari Jabung dan ad 3 kegiatan di sana pertama ke sekolah dasar, TPQ dan PKK kebetulan ada sekitar 15 orang mahasiswa memilih ke SD; 4 orang ke PKK yang nantinya akan diisi dengan mengenalkan masakan dari Medan dan 2 orang ke TPQ,” jelasnya.

Harapannya, kegiatan ini adalah selain mengenalkan potensi, keanekaragaman akan muncul dan mengkuatkan rasa nasionalisme.

“Mulai dari melihat museum dengan harapan agar mahasiswa bisa belajar sejarah perjuangan bangsa, berkunjung ke tempat ibadah Klenteng sebagai bagian dari toleransi antar umat beragama serta berbagai kegiatan positif lainnya,” jelasnya.

Sementara itu Drs Zainul Arifin MM, dosen Modul Nusantara STIE Malangkucecwara menyatakan selain mengenalkan berbagai lokasi yang ada di wilayah Malang raya , mahasiswa program pertukaran mahasiswa merdeka tahun 2021 juga dikenalkan pada makanan atau oleh-oleh khas di Kota Malang.

“Keripik Tempe dan Bakso kita kenalkan dengan melihat dan mendatangi lokasi usaha dengan tujuan agar jiwa Entrepreneur mahasiswa dapat terbentuk,” tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire