PVMBG: Abu vulkanik Gunung Semeru bisa tersebar lebih jauh
Elshinta
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:07 WIB |
PVMBG: Abu vulkanik Gunung Semeru bisa tersebar lebih jauh
Warga menuju ke tempat pengungsian untuk menghindari dampak hujan abu akibat letusan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). (ANTARA FOTO/Hermawan/sen/rwa/aa)

Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa material lontaran seukuran abu dari Gunung Semeru di Jawa Timur dapat tersebar lebih jauh tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang disiarkan di laman resmi PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Minggu, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru juga menghadirkan potensi bahaya lain, yakni lontaran batuan pijar di sekitar puncak serta awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak.

Pada 4 Desember 2021 pukul 14.50 WIB teramati ada awan panas guguran dengan jarak luncur empat kilometer dari puncak Gunung Semeru atau dua kilometer dari ujung aliran lava ke arah tenggara (Besuk Kobokan).

"Tetapi hingga saat ini sebaran dan jarak luncur detail belum dapat dipastikan," demikian menurut keterangan PVMBG.

Menurut PVMBG, hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa guguran dan awan panas guguran diakibatkan oleh ketidakstabilan endapan lidah lava.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1 dan 4 Desember, menurut PVMBG, merupakan aktivitas permukaan (erupsi sekunder) dan hasil analisis data kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma/batuan segar ke permukaan.

Pada Minggu, menurut pengamatan PVMBG, Gunung Semeru melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 4.000 meter dari puncak atau 2.000 meter dari ujung aliran lava ke tenggara (Besuk Kobokan).

PVMBG juga mendeteksi gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, dan hembusan asap kawah, yang terdiri atas 34 kali gempa letusan, dua kali gempa awan panas guguran, 13 kali gempa guguran, 15 kali gempa hembusan, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahayanya, PVMBG menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada).

Dalam status Level II (Waspada), warga dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan pada jarak lima kilometer dari arah bukaan kawah di sektor selatan tenggara.

Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan munculnya awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Buntut laporan dugaan pemerkosaan di Boyolali: Diduga suka sama suka
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:56 WIB
Dugaan kasus pemerkosaan yang dilaporkan R (28),  perempuan asal Simo,  Boyolali terus bergulir. D...
Kantor Kemensos `lockdown` untuk antisipasi penyebaran Omicron
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:27 WIB
Kantor pusat Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta dilakukan penguncian wilayah atau `lockdown` untu...
Medan Amplas jadi lokasi Bulan Bakti Praja Wibawa kedua Pemko Medan
Kamis, 27 Januari 2022 - 13:45 WIB
Setelah Kecamatan Medan Belawan, Bulan Bakti Praja Wibawa  yang bertema, “Sapa Masyarakat, Ramah,...
JQHNU dukung `Programis` Kota Magelang
Kamis, 27 Januari 2022 - 13:06 WIB
Ketua Umum Pengurus Wilayah Jam`iyyatul Qurra` Walhuffadz Nahdatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah Ali Im...
Kementerian PUPR siapkan teknologi transaksi tol nirsentuh MLFF
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:59 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyiapkan teknologi transaksi pembayaran ...
IHSG diperkirakan lanjut menguat di tengah koreksi bursa saham Asia
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:47 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan lanjut menguat...
Ratusan warga datangi kerangkeng di rumah Bupati Langkat
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:35 WIB
Ratusan warga mendatangi kerangkeng di belakang rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana...
COVID-19 varian Omicron terdeteksi di Sumbar
Kamis, 27 Januari 2022 - 11:47 WIB
Virus corona varian Omicron terdeteksi telah masuk ke Sumatera Barat (Sumbar) setelah Laboratorium P...
BMKG prakirakan sebagian kota besar cerah berawan
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:23 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian kota besar di Tanah Air a...
Kemenperin gelar uji kompetensi Pejabat Fungsional Penyuluh Daerah
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:11 WIB
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian telah melaksanaka...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI