Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Elshinta
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB |
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Warga mengamati kondisi rumah yang tertimbun abu vulkanik dari guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Dampak guguran awan panas Gunung Semeru mengakibatkan sedikitnya puluhan rumah warga rusak dan diperkirakan belasan warga dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.

Elshinta.com - Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan Malang Jawa Timur bisa berisiko memunculkan penyakit, salah satunya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan risiko penyakit lainnya juga bisa muncul seperti infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronkhitis, alergi, radang atau pada mata dan kulit, gangguan saluran pencernaan.

"Perlu diwaspadai perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan obat," kata dia dalam pesan elektroniknya, Minggu.

Selain itu, menurut Tjandra yang pernah menjabat sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, bukan tidak mungkin awan panas dapat terinhalasi ke dalam paru yang disebut trauma inhalasi.

"Mungkin perlu tindakan bronkoskopi. Selain itu juga dapat terjadi berbagai cedera seperti patah tulang, luka dan sebagainya," ujar dia.

Lebih lanjut, Tjandra menyarankan langkah pencegahan demi mencegah penyakit akibat asap dan debu vulkanik letusan gunung berapi ini, yakni menghindari keluar rumah atau lokasi pengungsian bila tidak sangat diperlukan khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terdampak asap dan debu vulkanik. Tetapi, bila terpaksa keluar rumah, gunakan pelindung seperti masker.

Selanjutnya, tutuplah sarana air atau sumur gali terbuka dan penampungan air yang terbuka agar tidak terkena debu, cuci bersih semua makanan, buah, sayur.

Masyarakat diminta segera mencari pengobatan ke sarana pelayanan kesehatan bila terdapat keluhan kesehatan seperti batuk, sesak nafas, iritasi pada mata dan kulit.

"Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronik, pastikan obat rutin harus selalu dikonsumsi," pesan Tjandra.

Terakhir, pastikan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di rumah dan juga semaksimal mungkin di tempat pengungsian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Survei: Pandemi ciptakan risiko kesehatan yang lebih kompleks
Jumat, 28 Januari 2022 - 13:23 WIB
Survei yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada tahun 2021 menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 t...
Bedak yang disarankan dokter untuk pemilik kulit berjerawat
Jumat, 28 Januari 2022 - 13:00 WIB
Dokter spesialis dermatologi dan venerologi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. dr. Irm...
Dokter paru: Batuk dan gatal tenggorokan gejala umum Omicron
Jumat, 28 Januari 2022 - 07:23 WIB
Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan gejala umum yang ditemukan pada pa...
Sindrom pasca-COVID dapat menyerang segala usia
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:35 WIB
Berusia muda dengan gejala-gejala yang ringan tidak menjamin bagi para penyintas COVID-19 terbebas d...
Pangan bergizi hingga pemantauan pertumbuhan demi cegah anak stunting
Rabu, 26 Januari 2022 - 12:05 WIB
Konsumsi pangan bergizi sejak anak dalam kandungan dan wanita usia subur hingga pemantauan pertumbuh...
Cegah anak stunting bisa dimulai sebelum ibu masuki kehamilan
Selasa, 25 Januari 2022 - 23:11 WIB
Pencegahan kasus anak stunting atau kekerdilan rupanya bisa dimulai bahkan sebelum ibu memasuki ma...
 Hadapi ancaman Omicron, RSUD Kudus kembali siagakan ruang isolasi
Senin, 24 Januari 2022 - 20:18 WIB
Selama empat bulan terakhir, pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loek...
Epidemiolog: Waspadai peningkatan kasus DBD saat musim hujan
Minggu, 23 Januari 2022 - 15:23 WIB
Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yudhi Wibowo mengingatkan p...
Satgas Yonif 126/KC gandeng Puskesmas Model laksanakan pelayanan Posyandu
Minggu, 23 Januari 2022 - 12:46 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 126/KC bersama Puskesmas Model memberikan pelayanan kesehatan posya...
Tanggap malaria, Satgas Yonif 126/KC beri pengobatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:44 WIB
Atas perhatian Dansatgas kepada seluruh personel Satgas Yonif 126/KC jangan tanggung-tanggung memban...
InfodariAnda (IdA)