Terdampak pandemi, pesanan busana tari topeng ireng di lereng Merbabu turun drastis 
Elshinta
Senin, 06 Desember 2021 - 17:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Terdampak pandemi, pesanan busana tari topeng ireng di lereng Merbabu turun drastis 
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Dampak dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para perajin busana tari Topeng Ireng di wilayah lereng Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah. Para perajin busana tari topeng ireng mengaku selama pandemi Covid-19, permintaan dari konsumen mengalami penurunan yang sangat tajam, hingga 75 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Salah satu perajin busana tari Topeng Ireng di Dukuh Tarusari Rt.09 Rw.04, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sukardi (40) mengaku  bahwa bulan ketiga masa pandemi hingga saat ini omset usahanya terus mengalami penurunan. “Sebelum pandemi permintaan datang dari berbagai daerah di tanah air seperti Papua dan Kalimantan Timur,” kata Kardi saat ditemui Kontributor Elshinta Sarwoto di rumahnya, Senin (6/12).

Padahal, kata Kardi yang juga mempunyai Sanggar Seni Tari Kridho Mudho, sebelum masa pandemi hampir setiap bulan ada lima set pesanan busana tari Topeng Ireng, namun mulai bulan ketiga dimasa pandemi pesanan terus merosot sebulan hanya  dua set kadang cuma satu pesanan. 

“Saya usaha sejak tahun 2010, dan untuk harga busana tari topeng satu set yaitu Rp1.200.000 meski harga juga belum naik namun pesanan tetap sepi,” ucapnya.

Kardi menjelaskan bahwa dalam mengerjakan pesanan dirinya dibantu anggota sanggar seni tarinya, selain membuat busana tari Topeng Ireng, dirinya juga membuat aksesoris untuk kelengkapan tari Topeng Ireng.

“Untuk harga aksesoris lainnya kulok atau mahkota Rp500.000, Badong dan Sompyok harganya Rp700.000,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Polri latih 11 warga Papua jadi petani di Jawa Tengah
Jumat, 21 Januari 2022 - 20:23 WIB
Polda Papua memberdayakan warga Papua menjadi petani, peternak dan perikanan untuk meningkatkan  pe...
Dukung penggunaan kendaraan listrik, PLN bangun SPKLU pertama di Papua
Jumat, 21 Januari 2022 - 19:22 WIB
Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap mendorong penyediaan infrastruktur dan kemudahan untuk memenuhi...
Rupiah menguat di tengah pengamatan investor soal kenaikan suku bunga
Jumat, 21 Januari 2022 - 18:06 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (21/1) sore ditutup me...
Rupiah Jumat pagi melemah 12 poin
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:30 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 12 poin
IHSG Jumat dibuka melemah tipis 0,52 poin
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:08 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah tipis 0,52 p...
Kemendag buka `hotline` pantau penerapan minyak goreng satu harga
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:56 WIB
Kementerian Perdagangan membuka layanan hotline untuk memantau penerapan minyak goreng satu harga ...
Menkop: Perhelatan G20 potensi untungkan sektor UMKM Rp1,7 triliun
Kamis, 20 Januari 2022 - 11:24 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan penyelenggaraan G20 yang dimulai 1 Desember 2021 ...
Dinas Sosial Tangerang siapkan logistik bantu warga terdampak banjir
Kamis, 20 Januari 2022 - 10:05 WIB
Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten menyiapkan logistik bagi masyarakat di wilayah yang terdampak ba...
Rupiah Kamis pagi menguat 22 poin
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:21 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat 22 poin
Program Bersih-Bersih BUMN harus berlanjut
Rabu, 19 Januari 2022 - 18:45 WIB
Kementerian BUMN di era Menteri Erick Thohir sejak 2020 lalu meluncurkan slogan AKHLAK sebagai nilai...
InfodariAnda (IdA)