Terdampak pandemi, pesanan busana tari topeng ireng di lereng Merbabu turun drastis
Dampak dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para perajin busana tari Topeng Ireng di wilayah lereng Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah.

Elshinta.com - Dampak dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para perajin busana tari Topeng Ireng di wilayah lereng Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah. Para perajin busana tari topeng ireng mengaku selama pandemi Covid-19, permintaan dari konsumen mengalami penurunan yang sangat tajam, hingga 75 persen dibandingkan sebelum pandemi.
Salah satu perajin busana tari Topeng Ireng di Dukuh Tarusari Rt.09 Rw.04, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sukardi (40) mengaku bahwa bulan ketiga masa pandemi hingga saat ini omset usahanya terus mengalami penurunan. “Sebelum pandemi permintaan datang dari berbagai daerah di tanah air seperti Papua dan Kalimantan Timur,” kata Kardi saat ditemui Kontributor Elshinta Sarwoto di rumahnya, Senin (6/12).
Padahal, kata Kardi yang juga mempunyai Sanggar Seni Tari Kridho Mudho, sebelum masa pandemi hampir setiap bulan ada lima set pesanan busana tari Topeng Ireng, namun mulai bulan ketiga dimasa pandemi pesanan terus merosot sebulan hanya dua set kadang cuma satu pesanan.
“Saya usaha sejak tahun 2010, dan untuk harga busana tari topeng satu set yaitu Rp1.200.000 meski harga juga belum naik namun pesanan tetap sepi,” ucapnya.
Kardi menjelaskan bahwa dalam mengerjakan pesanan dirinya dibantu anggota sanggar seni tarinya, selain membuat busana tari Topeng Ireng, dirinya juga membuat aksesoris untuk kelengkapan tari Topeng Ireng.
“Untuk harga aksesoris lainnya kulok atau mahkota Rp500.000, Badong dan Sompyok harganya Rp700.000,” tandasnya.