Korban banjir lahar dingin di hulu Sungai Bebeng ditemukan meninggal dunia
Polsek Srumbung bersama petugas gabungan berhasil mengevakuasi korban banjir lahar dingin pada Selasa (07/12). Korban yang ditemukan Pukul 11.30 wib, sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Elshinta.com - Polsek Srumbung bersama petugas gabungan berhasil mengevakuasi korban banjir lahar dingin pada Selasa (07/12). Korban yang ditemukan Pukul 11.30 wib, sudah dalam keadaan meninggal dunia, di alur hulu sungai Bebeng Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Jateng.
Mayat yang berhasil dievakuasi diidentifikasi merupakan korban banjir lahar dingin yang terjadi pada hari Rabu (01/12) lalu.
Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, melalui Kasihumas Iptu Abdul Muthohir mengatakan, setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan selama 7 hari akhirnya korban dapat ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi dilakukan bersama petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas dan relawan sekitar 15 orang. Korban selanjutnya korban dibawa ke RSUD Muntilan.
Hasil Identifikasi oleh unit Inafis Satreskrim dan tim dokter RSUD Muntilan, korban bernama Hendri Susanto, kelahiran Semarang 7 November 1992, warga Pagersari RT 04/02 Kelurahan Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
"Hal tersebut dikuatkan oleh sidik jari, pakaian yang ditemukan dan keterangan keluarga,” terang Muthohir seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Rabu (8/12).
Kapolsek Srumbung AKP Sumino, menjelaskan kronologi ditemukannya korban arus lahar dingin tersebut, bahwa yang melihat pertama kali adalah Saksi 1, Ajib (34) warga Dusun Trolikan, Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
Saat itu, saksi sedang menambang pasir secara manual dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter mencium aroma tidak sedap. Karena merasa curiga kemudian saksi menggali lebih dalam lagi untuk mencari sumber aroma.
“Kemudian setelah digali lebih dalam Saksi 1 melihat kain warna biru. Setelah dipastikan ternyata adalah bagian tubuh manusia,” jelas Sumino.
Atas penemuan itu, saksi bersama rekannya Nida Nur Afandi (38) warga Dusun Srumbung Krajan, Desa/Kecamatan Srumbung, langsung lapor ke Polsek Srumbung.
Atas laporan tersebut, petugas Polsek Srumbung dan unit INAFIS Satreskrim Polres Magelang yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Sumino, meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi.