HNSI minta kapal gunakan trawl dipastikan tak beroperasi lagi di NTT

Elshinta
Sabtu, 11 Desember 2021 - 13:29 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
HNSI minta kapal gunakan trawl dipastikan tak beroperasi lagi di NTT
Pukat hela (trawl) di dalam kapal nelayan KM Kupang Jaya 1 yang diamankan petugas Stasiun PSKDP Kupang di Perairan Teluk Kupang, NTT, Kamis (9/12/2021) malam. (ANTARA/HO-Stasiun PSDKP Kupang)

Elshinta.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta agar kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan yang terlarang berupa pukal hela (trawl) dipastikan tidak lagi beroperasi di perairan NTT.

"Penggunaan pukat trawl sangat merugikan nelayan lokal karena ketika digunakan maka semua ekosistem di bawah laut," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi HNSI Kota Kupang Abdul Wahab Sidin di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan masih adanya kapal nelayan yang beroperasi menggunakan trawl di perairan NTT.

Wahab Sidin mencontohkan seperti kapal nelayan KM Kupang Jaya 1 yang diamankan pihak Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang pada Kamis (9/12) malam karena menggunakan trawl.

Ia mengatakan penggunaan trawl sangat merugikan para nelayan lokal yang selama ini menangkap ikan dengan cara memancing untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

"Alat tangkap trawl ini kalau dipakai maka semua yang ada di dalam laut diraup sehingga berdampak parah terhadap kehidupan berbagai biota laut di dalamnya," kata Abdul Wahab.

Abdul Wahab Sidin yang juga sebagai koordinator nelayan yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Tenau meminta agar pihak berwenang seperti PSDKP Kupang memastikan agar kapal nelayan yang menggunakan trawl tidak beroperasi di perairan NTT.

Menurut dia, perlu ada penindakan hukum yang tegas terhadap praktik pemakaian alat tangkap terlarang ini agar menimbulkan efek jerah.

Ia mengatakan selain untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut, penertiban kapal nelayan yang menggunakan trawl juga penting dilakukan untuk menghindari konflik sesama nelayan di lapangan.

"Kita khawatir teman-teman nelayan yang selama ini melaut secara baik-baik tersulut emosi ketika menemukan ada yang pakai trawl sehingga bisa memicu konflik," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
5.833 lansia di Bengkulu terima vaksin dosis keempat COVID-19
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:56 WIB

5.833 lansia di Bengkulu terima vaksin dosis keempat COVID-19

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 5.833 masyarakat lanjut usia (l...
Jalin sinergitas dengan tokoh agama, Kapolres kunjungi Ketua PCNU dan Ketua FKUB
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:15 WIB

Jalin sinergitas dengan tokoh agama, Kapolres kunjungi Ketua PCNU dan Ketua FKUB

Elshinta.com, Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Tegal, Polres Teg...
Basarnas temukan nelayan Lebak selamat di Pulau Cemara Tasikmalaya
Selasa, 31 Januari 2023 - 16:58 WIB

Basarnas temukan nelayan Lebak selamat di Pulau Cemara Tasikmalaya

Elshinta.com, Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten menemukan nelayan ...
Menparekraf dorong sineas berani ambil risiko dalam berkarya
Selasa, 31 Januari 2023 - 12:56 WIB

Menparekraf dorong sineas berani ambil risiko dalam berkarya

Elshinta.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong pelaku ekonomi kreatif d...
Seleksi CASN 2023 dibuka untuk umum
Selasa, 31 Januari 2023 - 12:44 WIB

Seleksi CASN 2023 dibuka untuk umum

Elshinta.com, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar ...
HPN di Kabupaten Langkat, PWI baksos untuk anak stunting
Selasa, 31 Januari 2023 - 10:34 WIB

HPN di Kabupaten Langkat, PWI baksos untuk anak stunting

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin menerima audiensi pengurus Persatuan ...
Realisasi investasi di Jatim capai Rp110,3 triliun
Selasa, 31 Januari 2023 - 08:59 WIB

Realisasi investasi di Jatim capai Rp110,3 triliun

Elshinta.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan realisasi investasi di Provins...
BNPB sebut ada perubahan alih fungsi lahan DAS di Manado
Selasa, 31 Januari 2023 - 08:11 WIB

BNPB sebut ada perubahan alih fungsi lahan DAS di Manado

Elshinta.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya perubahan alih fungsi lah...
Kajati Jatim ajak mahasiswa jadi garda depan bijak bermedsos
Selasa, 31 Januari 2023 - 08:01 WIB

Kajati Jatim ajak mahasiswa jadi garda depan bijak bermedsos

Elshinta.com, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati mengajak mahasiswa Universitas Negeri S...
Potensi ekspor asal Sulbar ditarget Rp7,1 triliun
Selasa, 31 Januari 2023 - 07:31 WIB

Potensi ekspor asal Sulbar ditarget Rp7,1 triliun

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan ekspor asal Provinsi Sulawesi Barat den...

InfodariAnda (IdA)