MemoRI 12 Desember

12 Desember 1945: Pasukan Sudirman lancarkan serangan ke Ambarawa

Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
12 Desember 1945: Pasukan Sudirman lancarkan serangan ke Ambarawa
Sumber foto: https://bit.ly/31QZE8G/elshinta.com.

Elshinta.com - Tentara Sekutu dan NICA mendarat di Semarang untuk mengurus interniran dan tentara Jepang di Jawa Tengah pada 20 Oktober 1945.

Gubernur Jawa Tengah, Wongsonegoro, menyambut baik karena Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaultan Republik Indonesia.

Pihak republik pun menyediakan bahan makanan untuk mereka. Namun, Sekutu dan NICA malah mempersenjatai bekas tawanan perang ketika sampai di Ambarawa dan Magelang yang menimbulkan pihak Indonesia marah.

Ketegangan demi ketegangan kemudian terjadi ketika tawanan Belanda bertindak sombong, serta mengabaikan kedaulatan pemerintah dengan terang-terangan berusaha untuk menduduki kembali Indonesia.

Setelah terlibat bentrok dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang mengakibatkan Letkol Isdiman tewas, pasukan Sekutu diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa (Fort Willem I).

Pada 11 Desember 1945, Panglima Besar Jenderal Sudirman yang kala itu masih berpangkal kolonel mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar.

Kehadiran Sudirman ke Ambarawa bertujuan membangkitkan semangat TKR dan rakyat setelah gugurnya Letkol Isdiman pada pertempuran sebelumnya.

Pada 12 Desember 1945 pukul 04.00 WIB, pertempuran di Ambarawa berkobar. Serangan dilakukan serentak dan mendadak dari semua sektor secara berlapis.

Taktik ini disebut oleh Sudirman sebagai taktik Supit Urang atau taktik mengunci atau mengurung lawan.

Mengutip dari Sejarah Nasional Indonesia Volume 6, Kota Ambarawa dikepung selama 4 hari 4 malam.

Musuh yang merasa kedudukannya terjepit kemudian memutuskan pertempuran. Kemudian pada 15 Desember 1945, Sekutu akhirnya meninggalkan Ambarawa dan mundur ke Semarang.

Mundurnya musuh berkat perjuangan tentara Indonesia mencuatkan nama Sudirman yang dianggap pemerintah memiliki kemampuan memimpin yang baik.

Ia pun dilantik sebagai Panglima Besar TKR pada 18 Desember 1945.

Kemenangan pasukan Sudirman atas Sekutu lalu diabadikan dalam wujud Monumen Palagan Ambarawa dan peringatan Hari Juang Kartika.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ribuan personel TNI-Polri amankan kunjungan kerja Presiden RI di Sulawesi Utara
Kamis, 19 Januari 2023 - 11:18 WIB

Ribuan personel TNI-Polri amankan kunjungan kerja Presiden RI di Sulawesi Utara

Elshinta.com, Ribuan personel Polri melaksanakan pengamanan kegiatan kunjungan kerja Presiden Republ...
24 Desember 2000: Jelang Natal, belasan gereja di Tanah Air jadi sasaran teror bom
Sabtu, 24 Desember 2022 - 14:20 WIB

24 Desember 2000: Jelang Natal, belasan gereja di Tanah Air jadi sasaran teror bom

Dua hari menjelang Lebaran 1421 Hijriyah, bom meledak serentak di sejumlah gereja di Indonesia saat ...
Gempa magnitudo 5,2 terjadi di Sumur Banten
Sabtu, 17 Desember 2022 - 06:01 WIB

Gempa magnitudo 5,2 terjadi di Sumur Banten

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bu...
14 Desember 2021: Masjid Agung Brebes terbakar
Rabu, 14 Desember 2022 - 06:19 WIB

14 Desember 2021: Masjid Agung Brebes terbakar

Masjid Agung Brebes yang berada di Kompleks Alun-alun Kota Brebes, terbakar di bagian ruang elektron...
11 Desember 1946: Hari korban 40 ribu jiwa, pembantaian massal rakyat Sulsel
Minggu, 11 Desember 2022 - 06:30 WIB

11 Desember 1946: Hari korban 40 ribu jiwa, pembantaian massal rakyat Sulsel

Hari Korban 40.000 Jiwa di peringati setiap 11 Desember. Peristiwa besar yang terjadi 11 Desember 19...
10 Desember 2018: Banjir bandang terjang Probolinggo, dua korban tewas
Sabtu, 10 Desember 2022 - 06:17 WIB

10 Desember 2018: Banjir bandang terjang Probolinggo, dua korban tewas

Banjir bandang menerjang perkampungan penduduk di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probo...
7 Desembwer 2011: Aksi bakar diri Sondang Hutagalung di depan Istana
Rabu, 07 Desember 2022 - 06:18 WIB

7 Desembwer 2011: Aksi bakar diri Sondang Hutagalung di depan Istana

Hari ini, 11 tahun lalu, tepatnya tanggal 7 Desember 2011, terjadi sebuah aksi bakar diri di depan I...
Gunung Semeru muntahkan awan panas guguran sejauh tujuh kilometer
Minggu, 04 Desember 2022 - 13:05 WIB

Gunung Semeru muntahkan awan panas guguran sejauh tujuh kilometer

Elshinta.com, Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, memun...
3 Desember 1945: Pertempuran di Gedung Sate
Sabtu, 03 Desember 2022 - 06:17 WIB

3 Desember 1945: Pertempuran di Gedung Sate

Setelah kekalahan Jepang di Perang Dunia II, pemuda Bandung merebut aset dan gedung yang dikuasai pa...
2 Desember 2016: Reuni 212, berawal tuntut Ahok dipenjara
Jumat, 02 Desember 2022 - 06:15 WIB

2 Desember 2016: Reuni 212, berawal tuntut Ahok dipenjara

Aksi 212 pertama kali dilaksanakan pada 2 Desember 2016. Aksi yang diklaim dihadiri oleh dua juta or...

InfodariAnda (IdA)