Pengamat: Mendesak, pembenahan di lapas untuk selesaikan masalah
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah mengatakan, pembenahan harus segera dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada di lapas.

Elshinta.com - Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah mengatakan, pembenahan harus segera dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada di lapas. Jangan sampai masalah ini kembali muncul dan terus berulang-ulang. "Bila hulunya dibenahi, hilirnya pasti akan baik. Jadi bukan hanya pembenahan yang ada di lapasnya saja," katanya, Senin (13/12).
Dikatakan Trubus, selama ini yang terjadi, dalam setiap permasalahan yang ada di lapas atau rutan, akan selalu ditimpakan sepenuhnya kepada Kalapas atau Karutan. Sementara yang juga dibutuhkan adalah upaya pembenahan menyeluruh untuk perbaikan di tubuh Kementerian Hukum dan HAM. "Pucuk tertinggi yang seharusnya mengambil sikap atas gagalnya masalah ini," tegasnya.
Menurut Trubus, apabila ingin membenahi pemasyarakatan harus menyeluruh dan komperhensif. Bukan seperti sekarang ini yang dinilainya parsial dimana selalu karyawan yang bersalah dikasih sangsi. "Makanya saat ini, tingkat kepercayaan publik terhadap lapas maupun rutan terus menurun. Pasalnya, yang kita lihat saat ini adalah muncul masalah baru, coba saja dua tiga bulan pasti muncul masalah lagi," tutur dia.
Disisi lain, Trubus menyebut upaya revitalisasi yang selama ini digadang-gadang untuk mencegah pengendalian narkotika juga tak akan berhasil. Revitalisasi disebutnya hanya sebuah jargon dan hal itu hanya paradigma yang disampaikan sejak lama. "Karena dalam praktiknya, berbagai masalah masih terus muncul. Kemarin kebakaran, sebelumnya ada napi jadi pengendali, ada lagi jual beli kamar di penjara, ini ada lagi napi kabur," ungkapnya
Meski selama ini dirjen PAS sering mengucapkan revitalisasi, Trubus menyebut dirinya belum pernah melihat output dari pernyataan tersebut. Pasalnya, yang terjadi saat ini pelanggaran terus ada, dan berlangsung berulang-ulang tanpa ada pembenahan.
"Sampai saat ini publik melihat dan menyoroti terus," pungkasnya.