Tak perlu keluar daerah, peserta BPJS bisa nikmati chatlab di Kudus
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Elshinta.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menyongsong tahun 2022, layanan kateterisasi jantung atau cathlab di rumah sakit berpelat merah ini segera bisa dinikmati oleh peserta BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dr. Abdul Aziz Achyar mengungkapkan, pihaknya telah mengakukan pengajuan ijin alat kesehatan tersebut ke BPJS sejak 2019. Setelah menunggu hampir dua tahun, alat kesehatan yang berada di gedung jantung ini telah selesai dilakukan visitasi oleh BPJS pusat awal bulan
Sebelumnya layanan cathlab hanya bisa untuk pasien umum saja. Dengan keluarnya ijin dari BPJS, diharapkan bisa semakin menjangkau masyarakat lebih luas. Dan untuk peserta BPJS yang hendak memanfaatkan layanan cathlab tidak perlu dirujuk keluar daerah.
”Kalau cathlab sudah bisa diampu BPJS, tidak perlu merujuk pasien peserta BPJS ke Semarang. Semoga sudah bisa diawal tahun 2022,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (24/12),
Dengan semakin lengkapnya pelayanan dan alat kesehatan yang ada, dirinya berharap Kabupaten Kudus dapat menjadi medical tourism bagi pasien yang ingin berobat. Karena Kudus sudah banyak alat yang mumpuni, masyarakat tidak perlu berobat ke luar daerah ataupun luar negeri.
Tak hanya cathlab, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus juga memiliki alat kesehatan terbaru yang canggih. Salah satunya diantaranya yakni transcranial magnetic stimulation (TMS). Alat kesehatan tersebut berguna untuk mendetaksi kelainan nurologis pasien. Selain utnuk mendetaksi kelainan syaraf, alat kesehatan ini juga dapat digunakan sebagai terapi.
Aziz mengakui jika selama ini banyak pasien yang mengalami gejala stroke tidak bisa mendapatkan pelayanan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus karena keterbatasan fasilitas. “Jadi selama ini kalau ada pasien yang punya masalah syaraf kami rujuknya ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Karena di Jawa Tengah hanya ada satu di sana,” ujarnya.
Terkait dengan ketersediaan sumber daya manusia, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kudus itu mengaku sudah memiliki tenaga yang mumpuni.