Prediksi tren fashion 2022: busana warna cerah hingga tenun
Elshinta
Jumat, 24 Desember 2021 - 13:57 WIB |
Prediksi tren fashion 2022: busana warna cerah hingga tenun
Indonesian Fashion Chamber (IFC) memperingati enam tahun berdirinya organisasi profesi desainer fesyen profesional dengan menggelar peragaan busana karya 100 desainer di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta (16/12/2021). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Elshinta.com - Para desainer busana menilai bahwa tren fashion Indonesia pada 2022 tidak akan sama dengan tren pada tahun-tahun sebelumnya.

Desainer Musa Widyatmodjo misalnya, ia menjelaskan bahwa tren fashion pada tahun depan akan lebih berwarna sesuai dengan preferensi para rumah mode.

"Kalau sekarang tren fashion itu sudah tidak seperti 10 tahun atau 20 tahun yang lalu. Misal tren fashion katakanlah mini, semua mini. Atau trennya bunga-bunga, semua bunga-bunga. Itu sudah tidak seperti itu lagi," jelas Musa saat dihubungi ANTARA, Selasa (14/12).

"Jadi sekarang setiap rumah-rumah mode yang besar-besar, yang internasional brand, mereka banyak mengelola tren-trennya masing-masing berdasarkan informasi yang mereka dapatkan," sambungnya.

Hal serupa pun juga disampaikan oleh desainer Denny Wirawan. Menurutnya sekarang ini, seluruh desainer akan menciptakan tren fashionnya masing-masing.

"Setiap desainer atau pelaku fashion itu menciptakan trennya masing-masing. Pada akhirnya menggunakan yang akan memilih gitu. Jadi memang sangat luas ya cakupan tren fashionnya," kata Denny.

Kendati demikian, untuk trend mode secara global, Musa menjelaskan bahwa akan ada banyak orang yang mencari sesuatu yang berbeda di tahun 2022.

Hal tersebut dikarenakan kondisi COVID-19. Menurut pandangan Musa, banyak orang yang sudah mulai lelah dengan kondisi pandemi selama 2 tahun terakhir. Sehingga di tahun 2022, banyak orang yang akan mengenakan mode yang tidak biasa.

"Kalau berbicara trend mode secara dunia, ini kan sebetulnya mereka lebih kepada mencari sesuatu yang baru. Kenapa? Karena kita kan sudah lelah, sudah capek dengan kondisi COVID-19 ini," ungkapnya.

Pakaian berwarna cerah akan menjadi tren 2022

Musa memaparkan bahwa rasa optimis di tahun 2022 akan membuat para pecinta fashion mengenakan warna-warna yang cerah. Bahkan, dia mengatakan bahwa di tahun depan akan ada banyak orang yang mulai berani melakukan tabrak warna saat berpakaian.

"Jadi harapannya 2022 itu pasti lebih semangat. Nah kalau lebih semangat, biasanya ditandai dengan hal-hal yang sifatnya energic dan dinamic. Misalnya warna yang dipilih akan warna-warna cerah, warna-warni," kata Musa.

"Kalau saya prediksinya juga di tahun 2022 akan banyak tabrak warna dan menggunakan warna-warna yang cerah. Akan banyak yang ngaco di tahun 2022," lanjutnya.

Di sisi lain, pengamat mode Syahmedi Dean juga menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya tren tabrak warna akan banyak diminati di tahun depan. Sebab, tabrak warna memberikan kesan kebebasan.

"Tabrak warna itu memberi kesan freedom. Tidak mau diatur-atur oleh saran fashion. Salah satunya (untuk menggambarkan kebebasan) itu dengan tabrak warna. Jadi saya rasa tabrak warna jaya di tahun 2022," ujar Dean.

Oversized dan pakaian yang fleksibel masih akan diminati

Lebih lanjut, desainer tersebut menjelaskan bahwa hingga 2022 tren menggunakan pakaian oversized masih akan banyak diminati oleh para pecinta fesyen. Namun tak hanya pakaian oversized, pakian-pakaian ketat berbahan lentur pun juga akan turut diminati.

Misalnya saja pakaian-pakaian ketat berbahan rajut. Dengan demikian, orang-orang pun tetap dapat mengenakan pakaian yang ketat namun tetap nyaman untuk bergerak.

"Oversized itu sebetulnya masih akan diminati. Tetapi juga kecenderungan orang untuk pakai baju yang lebih ketat juga ada," ujar Musa.

"Jadi lebih ketat tapi dengan bahan yang lebih lentur. Misalnya rajut, knit, itu juga akan lebih jadi populer ya. Artinya bukan ketat yang mengikat, tapi lebih ketat yang fleksibel," sambungnya.

Menurut Syahmedi Dean sendiri, tren oversized ini juga masih akan diminati di tahun 2022. Namun, pakaian yang digunakan tidak terlalu besar seperti yang ada di tahun 2021.

"Masih longgar ya. Tapi nggak terlalu oversized. Jadi mengecil sedikit tapi masih longgar. Tetap longgar tapi tidak sebesar oversized," jelas Dean.

Batik akan berganti dengan tren tenun

Di tahun-tahun sebelumnya termasuk 2021, tren batik masih banyak diminati oleh para pecinta fesyen. Akan tetapi di tahun 2022 mendatang, Musa menjelaskan bahwa tren batik akan mulai berganti dengan tren pakaian tenun.

"Nah kita sebetulnya di Indonesia ini juga tren yang akan dikembangkan tahun 2022 itu adalah yang pertama pasti kita akan fokus di tenun. Jadi sudah tidak di batik lagi," tutur Musa.

"Karena batik itu sudah lewat. Jadi dari 10 tahun yang lalu itu kan. Kemudian sekarang orang mulai jenuh sehingga mereka mencari hal baru. Nah sesuatu yang baru itu adalah tenun. Dan tenun juga yang akan diangkat oleh berbagai macam pihak ya," sambungnya.

Pakaian dengan unsur metallic juga akan mendominasi

Menurut Musa, di tahun 2022 pakaian-pakaian akan mulai dicampur dengan teknologi maupun sesuatu yang terlihat glamor. Sehingga, pakaian dengan unsur metallic akan mendominasi menjadi tren mode di tahun 2022.

"Akan masuk unsur teknologi. Apakah teknologi itu dicampur dengan sesuatu yang glamor misalnya. Atau teknologi dicampur dengan sesuatu yang etnic misalnya," ungkap Musa.

"Nah karena teknologi itu masuk dengan bahan-bahan yang sifatnya terlihat metallic, jadi bukan emas atau perak ya. Unsur metallic itu akan ada dimana-mana. Jadi baik secara total dress, maupun aksen-aksen itu unsur metalic itu akan banyak," lanjutnya.

Tren K-fashion sudah tidak akan terlalu banyak diminati di 2022

Selama beberapa tahun terakhir, tren pakaian ala Korea Selatan alias K-fashion banyak digemari oleh masyarakat khususnya bagi para remaja. Akan tetapi Musa berpendapat bahwa di tahun 2022 mendatang, tren ini sudah tidak akan banyak diminati.

Sebab menurutnya, tren K-fashion tidak memiliki banyak perbuahan sehingga akan ada banyak orang yang mulai merasa jenuh dengan tren mode ala negeri ginseng tersebut. Akan tetapi jika K-fashion mengeluarkan mode terbaru, Musa mengatakan bahwa mungkin mode-mode ala Korea masih akan diminati.

"Sebetulnya kalau K-fashion ini sudah lama ya. Jadi menurut saya sih sebentar lagi akan hilang. Karena orang sudah mulai jenuh. Kecuali K-fashionnya itu keluar dengan sesuatu yang benar-benar baru banget sehingga orang akan mengikutinya," kata Musa.

"Karena fashion  itu kan peputaran. Jadi satu naik, pasti setahun dua tahun akan hilang lagi. Jadi orang akan bosan dan mencari sesuatu yang baru," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DIOR Beauty gaet Jisoo BLACKPINK di kampanye WhatsApp pertama
Rabu, 18 Mei 2022 - 09:11 WIB
Merk mewah dari Prancis, DIOR Beauty, telah meluncurkan kampanye pertama dalam sejarah industri deng...
Netflix akan hadirkan fitur siaran langsung
Selasa, 17 Mei 2022 - 10:47 WIB
Netflix mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini sedang mempersiapkan fitur live streaming atau siara...
Tips pertahankan keuangan usaha fesyen usai lonjakan omzet Ramadan
Senin, 16 Mei 2022 - 08:15 WIB
Pelaku usaha yang telah sukses mendorong pertumbuhan bisnisnya selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443...
Psikolog ungkap alasan remaja semakin suka idola K-pop saat pandemi
Sabtu, 14 Mei 2022 - 15:55 WIB
Psikolog klinis Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Nanda Rossalia, M.Psi mengungkapkan salah sat...
Elon Musk berencana buka blokir Trump di Twitter
Rabu, 11 Mei 2022 - 10:32 WIB
Elon Musk, yang baru saja membeli Twitter, menyatakan akan membuka blokir terhadap akun milik mantan...
Twitter uji fitur `Circle`
Rabu, 04 Mei 2022 - 21:47 WIB
Twitter dikabarkan telah mengetes fitur bernama `Circle` yang memungkinkan penggunanya mencuit hanya...
Google bawa nostalgia HP jadul lewat emoji hitam putih
Selasa, 03 Mei 2022 - 18:11 WIB
Google baru merilis set emoji baru mengajak para pengguna gawai bernostalgia dengan suasana HP jadu...
Telegram Premium versi beta hadirkan sistem berlangganan
Selasa, 03 Mei 2022 - 13:01 WIB
Aplikasi layanan pesan instan, Telegram, melakukan uji coba sistem langganan yang nantinya dinamakan...
Tips padu padan gaya berpakaian untuk momen Lebaran
Jumat, 29 April 2022 - 21:59 WIB
Fashion Influencers Soraya Ulfa membagikan sejumlah tip padu padan (mix and match) gaya berpakaian ...
Keindahan kaligrafi dalam rancangan Hana Sadiq
Jumat, 29 April 2022 - 16:28 WIB
Perancang Hana Sadiq asal Irak yang bermukim di Yordania menunjukkan kreasinya ke seluruh dunia, tap...
InfodariAnda (IdA)