Dinilai lalai tangani demo buruh, aktivis minta Kapolri copot Kapolda Banten
Aktivis Gerakan Nurani Rakyat (GNR) Indonesia wilayah Banten menyoroti lemahnya pengamanan demo buruh yang bersikap anarkis dan tidak sopan yang telah merusak fasilitas kantor Gubernur Banten.

Elshinta.com - Aktivis Gerakan Nurani Rakyat (GNR) Indonesia wilayah Banten menyoroti lemahnya pengamanan demo buruh yang bersikap anarkis dan tidak sopan yang telah merusak fasilitas kantor Gubernur Banten.
Dikatakan Anhar Sekjen Gerakan Nurani Rakyat (GNR) Kabupaten Tangerang merasa prihati atas arogansi buruh yang melakukan penjarahan dan merusak kantor kerja Gubernur Banten.
"Melihat video penjarahan dan pengrusakan ruang kerja Gubernur Banten oleh sekelompok buruh, sy sangat prihatin melihatnya, bagaimana bisa buruh bisa sampai menjarah ruang kerja Gubernur, mereka bisa sampai tau dimana letak ruang kerja gubernur, ini sangat luar biasa," ujar Anhar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mus Mulyadi, Jumat (24/12).
Anhar mempertanyakan teknis pengamanan yang dilakukan dari pihak kepolisian di wilayah hukum Polda Banten.
"Bagi saya ini tidak masuk akal, dimana peran polisi? saya fikir ini adalah aksi makar terhadap pemerintah, merusak marwah negara," cetus Anhar.
Anhar menuntut aparat kepolisian bertanggungjawab atas kejadian tersebut dan meminta Kapolri mencopot jabatan Kapolres Kota Serang dan Kapolda Banten.
"Kejadian ini seolah-olah dibiarkan oleh aparat, mereka harus bertanggung jawab, Kapolres Kota Serang dan Kapolda Banten menurut saya layak untuk dicopot, karena dinilai gagal dan lalai," tegas Anhar.
Diketahui bahwa para buruh melakukan aksi demonstrasi hingga merusak fasilitas kantor Gubernur Banten akibat tidak dikabulkannya desakan revisi UMP 2022 sebesar 5,4 persen.