MemoRI 26 Desember
26 Desember 2004: Mengenang peristiwa Tsunami Aceh
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
26 Desember 2004: Mengenang peristiwa Tsunami Aceh
Sumber foto: https://bit.ly/32Csr1a/elshinta.com.

Elshinta.com - Hari ini tepat 17 tahun tsunami Aceh terjadi, tepatnya 26 Desember 2004. Saat itu pesisir Aceh disapu gelombang tsunami dahsyat pasca gempa dangkal berkekuatan M 9,3 yang terjadi di dasar Samudera Hindia.

Gempa yang terjadi, bahkan disebut ahli sebagai gempa terbesar ke-5 yang pernah ada dalam sejarah.

Tsunami Aceh didahului gempa yang terjadi pada pukul 07.59 WIB. Tidak lama setelah itu, muncul gelombang tsunami yang diperkirakan memiliki ketinggian 30 meter, dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik, atau 360 kilometer per jam.

Gelombang besar nan kuat ini tidak hanya menghanyutkan warga, binatang ternak, menghancurkan pemukiman bahkan satu wilayah, namun juga berhasil menyeret sebuah kapal ke tengah daratan. Kapal itu ialah Kapal PLTD Apung yang terseret hingga 5 kilometer dari kawasan perairan ke tengah daratan.

Sehari setelah kejadian, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bencana ini sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Sejak saat itu, bantuan internasional pun berdatangan untuk menolong masyarakat. Termasuk pesawat militer dari Jerman hingga kapal induk milik Amerika Serikat didatangkan ke lokasi bencana.

Mengutip arsip pemberitaan Harian Kompas (27/12/2004), gempa dan tsunami di Minggu pagi itu tidak hanya menimpa wilayah Aceh dan Sumatera Utara, tapi juga wilayah negara lain yang terletak di kawasan Teluk Bengali, mulai dari India, Sri Lanka, hingga Thailand.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wiku: Achmad Yurianto tokoh yang tenang dalam penanganan COVID-19
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:14 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyatakan mantan Juru Bicara Penanganan COVID-19, ...
Semua korban longsor Cijeruk Bogor sudah ditemukan
Minggu, 22 Mei 2022 - 16:04 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Eneng (30) korban longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang,...
Tim SAR gabungan masih cari satu korban longsor di Cijeruk Bogor
Minggu, 22 Mei 2022 - 14:48 WIB
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian satu korban tertimbun longsoran di Kampung Pasir Pogor, D...
Tanah longsor menyebabkan kerusakan rumah warga di Soho, Banggai
Sabtu, 21 Mei 2022 - 13:55 WIB
Tanah longsor menyebabkan kerusakan rumah warga di Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Bangga...
Satu tewas, 40 luka-luka saat tornado menghantam Jerman
Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:03 WIB
Badai hebat yang menerjang Jerman pada Jumat (20/5) menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan...
Kapolres Langkat salurkan bansos kepada korban angin kencang 
Selasa, 17 Mei 2022 - 14:06 WIB
Kapolres Langkat, Sumatera Utara, AKBP Danu Pamungkas Totok bersama Ketua Bhayangkari Cabang Langkat...
Warga korban bencana alam di Lebak berharap rumah hunian tetap
Senin, 16 Mei 2022 - 19:44 WIB
Masyarakat korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten berharap rumah hunian t...
Plt Bupati Langkat bantu korban angin puting beliung di tiga kecamatan
Senin, 16 Mei 2022 - 15:47 WIB
Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana a...
Sebanyak 3.570 warga terdampak banjir di Desa Pinamula Kabupaten Buol
Minggu, 15 Mei 2022 - 08:31 WIB
Sebanyak 3.570 warga Desa Pinamula, Kecamatan Momununu, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Su...
Kendaraan tertahan di trans Sulawesi akibat banjir
Minggu, 15 Mei 2022 - 08:15 WIB
Kendaraan tertahan di jalur trans-Sulawesi yang menghubungkan antara Kabupaten Mamuju dengan Provins...
InfodariAnda (IdA)