Genjot entrepreneur, Perempuan Tani HKTI latih 40 wirausaha perempuan
Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto menyatakan, pemerintah kini tengah menggenjot entrepreneur.
Genjot entrepreneur, Perempuan Tani HKTI latih 40 wirausaha perempuan/ELSHINTA-PopiElshinta.com - Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto menyatakan, pemerintah kini tengah menggenjot entrepreneur.
“Saat ini jumlah kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,4 persen. Minimal untuk menjadi negara maju, tingkat kewirausahaan harus mencapai 4 persen,” ujar Dian seusai membuka secara resmi pelatihan 40 wirausaha perempuan, Jumat (24/12/2021) di Kopi Perempuan Tani, Jakarta Selatan.
Dian menjelaskan, pemberdayaan ekonomi dunia itu sekarang pusatnya adalah perempuan. Sebagian besar pelaku UMKM juga didominasi oleh perempuan dengan persentase sebesar 64,5 persen.
Oleh sebab itu, dalam mewujudkan kewirausaha perempuan yang memiliki skill mempuni, Perempuan Tani HKTI membuka peluang bagi 40 wirausaha perempuan untuk meningkatkan kemandirian dalam menjalankan usahanya
Ia menjelaskan, pendaftaran telah dibuka pada 21-23 Desember 2021 lalu, dan para peserta memiliki pengalaman berbisnis selama minimal 1 tahun dari beragam profesi.
"Dari pengusaha UMKM makanan sampai industri kreatif," tuturnya.
Dian mengungkapkan, para peserta workshop dan dibimbing selama satu harian full, yakni pada pukul 08.30 – 16.00 WIB secara tatap muka di Kopi Perempuan Tani.
Para peserta akan mendapatkan pembekalan ilmu dari enam narasumber yang tidak diragukan kemampuannya. Yakni, Avanti Fontana, PhD (Dosen manajemen inovasi & kewirausahaan Fakultas Ekonomi & Bisnis UI), Rafli Susanto, SE (Cheif Analysis Cost Kementerian Keuangan), July Tjindrawan (Founder Rumah Robot Indonesia).
Tim narasumber juga dihiasi oleh Wahyudi Dwi Irawan (Pemimpin Grup Kredit UMK Bank DKI), Pauline Dhini (Business Development Wong Solo), Faisal Hasan Basri (Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM Perizinan dan Sertifikat).
Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2021, sebanyak 64,5 persen dari total Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikelola kaum perempuan. Kemudian riset dari Sasakawa Peace Foundation & Dalberg juga mencatatkan persentase wirausahawan perempuan di Indonesia cukup tinggi, yaitu 21 persen.
Secara nasional, wirausaha perempuan mampu menghimpun modal usaha hingga Rp2 triliun.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesmenkopUKM), Arif Rahman, menyatakan, secara nasional, wirausaha perempuan dapat menghimpun modal usaha mencapai lebih dari Rp2 triliun, dengan volume usaha mencapai Rp2,4 triliun, dan mampu menyerap anggota sebanyak 663.000 wanita.
Dia menyampaikan, sejak dulu tulang punggung perekonomian Indonesia adalah UMKM. Mereka adalah pedagang kecil, wirausahawan yang berasal dari usaha keluarga, salah satunya perempuan/ibu.
Jumlah Koperasi Wanita aktif saat ini yaitu sebanyak 11.199 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. (Popi Rahim)




