Sarat nilai merawat alam, film Sepeda Presiden direspon positif
Respon positif datang dari penonton setelah menyaksikan film Sepeda Presiden yang dirilis sejak 23 Desember 2021 lalu. Tidak kurang para selebritas dan mereka-mereka yang sudah menyaksikan film memberikan penilaian dan komentar setelah menyaksikan film Sepeda Presiden.

Elshinta.com - Respon positif datang dari penonton setelah menyaksikan film Sepeda Presiden yang dirilis sejak 23 Desember 2021 lalu. Tidak kurang para selebritas dan mereka-mereka yang sudah menyaksikan film memberikan penilaian dan komentar setelah menyaksikan film Sepeda Presiden.
“Film Sepeda Presdien selain menggembirakan (dengan lagu-lagunya), juga ada nilai-nilai tentang bagaimana merawat alam,” ujar Jordi, penonton asal Jayapura. Ungkapan soal alam dan latar cerita yang memperlihatkan kekayaan alam Papua, terutama Raja Ampat, sejak film ini ditonton di acara screening khusus, memang bikin kagum banyak penonton.
“Saya bahkan sempat terharu dan menangis menyaksikan keindahan alam Papua yang hadir di film ini,” jelas Stevanus, pemuda kelahiran Sorong, yang hadir di acara Nonton Bareng di Epicentrum XXI, Senin, 20 Desember 2021 lalu.
Stevanus menambahkan, kehidupan masa kecilnya, persis seperti yang digambarkan petulangan The Papua Kids (Edo, Saulus dan Uben). Dia juga harus berperahu untuk bermain dan mencapai sekolahnya. Alam Papua yang hadir di film ini juga membawa kenangan masa lalu Stevanus. Itu yang membuat ia tak mampu membendung air matanya.
Papua, selain kekayaannya alamnya, juga banyak memiliki anak-anak berbakat alami dalam berakting. Ini diakui oleh Christine Hakim yang memuji sejumla pemeran asli Papua. Termasuk tiga anak The Papua Kids. “Saya pernah bikin film dan bermain film bersama anak-anak Papua.
Saya tahu potensi mereka, sungguh luar biasa. Ditambah dengan latar kekayaan alam Papua, menjadikan film Sepeda Presiden ini harus ditonton anak-anak Indonesia, agar mereka memahami yang dirasakan masyarakat Papua. Film Sepeda Presiden, sangat inspiratif!” jelas
Christine yang hadir di pemutaran perdana film Sepeda Presiden seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Senin (27/12).
Reza Rahadian sepakat dengan Christine Hakim. Tapi ia lebih suka menyoroti isu keberagaman dan kegembiraan yang dihadirkan film Sepeda Presiden. Melalui lagu-lagu anak-anak dan kegembiraannya, menjadikan film Sepeda Presiden sangat menghibur dan menyenangkan dinikmati hingga akhir cerita.
Film Sepeda Presiden bercerita tentang petualangan tiga anak Papua setelah bertemu Yutuber asal Jakarta, diperankan Ariel Tatum sebagai Binar. Berkat Binar ketiga anak memahami dunia luar melalui internet. Bahkan ketiganya semakin bersemangat bagaimana presiden membagikan sepeda untuk anak-anak Indonesia. Pertemuan mereka diwarnai kelucuan, petualangan-petualangan tak terduga, bahkan sampai harapan besar bisa bertemu presiden dan mendapatkan hadiah sepeda.
Begitu juga Binar, Ia mendapatkan pengalaman luar biasa bersama The Papua Kids dan dekat dengan para suster. Binar menemukan kembali jati dirinya yang selama ini tenggelam dalam dunia maya. Pekerjaan sebagai Yutuber telah menjauhkannya dari realita kehidupan. Dunia maya, hanyalah dunia semu yang menjauhkan kehidupannya dari realita sesungguhnya.
Film Sepeda Presiden menjadi hiburan keluarga-keluarga Indonesia selama Natal dan menyambut Tahun Baru. Film yang dihiasi belasan lagu-lagu menggembirakan, lagu-lagu nostalgi dan lagu romantis, juga memiliki kekuatan visual dalam menampilkan keindahan Papua,
menjadi pilihan menikmati hiburan menyenangkan di gedung bioskop bersama keluarga.
Saat ini pemain-pemain film Sepeda Presiden tengah melakukan kegiatan kunjungan ke bioskop-bioskop. Minggu, 26 Desember kemarin nobar di Bandung. Menyusul di Yogyakarta di (Djogja City XXI, 27 Desember 2021), Solo di Solo Square XXI, 28 Desember 2021. Dan Surabaya di Tunjungan 3 XXI, 29 Desember 2021. Silakan datangi bioskop-bioskop yang sudah terjadwalkan didatangi para pemain.