Desa wisata, `hidden gem` destinasi liburan di negeri sendiri
Elshinta
Minggu, 02 Januari 2022 - 14:11 WIB |
Desa wisata, `hidden gem` destinasi liburan di negeri sendiri
Foto udara suasana persawahan Desa Wisata Tetebatu di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, NTB, Rabu (8/9/2021). Desa Tetebatu yang memilikiÊkeunggulan wisata alam air terjun, bumi perkemahan, wisata ramah lingkungan, budaya dan rute lintasan sepeda gunung tersebut terpilih menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Elshinta.com - Pemerintah sedang menggalakkan dan mempromosikan berbagai desa wisata di Indonesia sebagai destinasi liburan. Desa wisata dianggap potensial dalam memperluas lapangan pekerjaan dan membangkitkan perekonomian Indonesia.

Pada awal Desember, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuntaskan kunjungan ke-50 desa wisata di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Dia meyakini desa-desa tersebut akan berkontribusi dalam membangun Indonesia kelak.

"Desa wisata dan desa kreatif ini adalah pencipta lapangan kerja. Jadi penggeraknya adalah masyarakat desa, UMKM dan kewirausahaan-kewirausahaan setempat yang berkearifan lokal," kata Sandiaga beberapa waktu lalu.

Simak beberapa daftar desa wisata yang menarik untuk dikunjungi di Tanah Air, inspirasi tempat berlibur tahun 2022. 

Desa wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
Desa wisata ini berada di kawasan lembah gunung Rinjani. Suasananya sejuk dan menyenangkan, bahkan tempat ini dijuluki Ubud versi pulau Lombok. Pengunjung bisa jalan-jalan santai di sekitar kaki gunung Rinjani. Pengunjung dapat menikmati pemandangan gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani dari desa tersebut. Di sana, terdapat pula air terjun Sarang Walet atau Bat Cave yang bisa ditempuk dengan cara berjalan kaki selama 15 menit. Di sana juga terdapat air terjun Kokok Duren.

Kemudian, wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet dengan melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu. Wisata eco farm juga ditawarkan di desa wisata ini, termasuk melihat proses pembuatan kopi dan minyak kelapa.

Desa wisata Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Desa wisata ini memiliki potensi yang unik. Berada di atas ketinggian 1.000 mdpl, Desa Wisata Wae Rebo sering disebut surga di atas awan. Selain itu, desa ini juga memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo, yakni Mbaru Niang, yang berbentuk kerucut.

Adat dan kebudayaan mereka telah membaur dengan kebiasaan penduduk Pulau Flores. Namun arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini.

Hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona desa. Sehingga memberikan kesan magis, namun damai, tenang, dan sejahtera. Berkat eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memberikan pengakuan kepada desa tersebut sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 yang lalu.

Desa wisata Bonjeruk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Di desa wisata ini, pengunjung bisa melihat berbagai bangunan tua dengan arsitektur Eropa yang kontras dengan suasana pedesaan. Desa wisata ini punya alam subur dan menawarkan pengalaman agrowisata beragam, pengunjung dapat mencicipi buah yang dipetik langsung dari kebun.

Permainan tradisional yang menimbulkan nostalgia juga hadir di sini, seperti gasing dan enggrang. Jangan lupa dengarkan Membaca Lontar, tradisi membacakan kisah hikayat menggunakan bahasa Sasak.

Desa wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta
Desa wisata ini dinobatkan Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization (UNWTO) sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia 2021. Bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari Yogyakarta, pengunjung bisa melihat keindahan alam dan keunikan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik.

Terdapat puluhan homestay untuk menginap, memberi pengalaman seru merasakan suasana pedesaan dan tinggal bersama penduduk setempat. Pengunjung dapat belajar aneka hal, mulai dari flora dan fauna, mengolah coklat yang jadi oleh-oleh khas, membatik hingga unggah-ungguh.

Desa wisata Lembang Nonongan, Toraja Utara, Sulawesi Selatan
Desa wisata Lembang Nonongan menawarkan beberapa atraksi kehidupan masyarakat untuk dinikmati wisatawan, seperti To Mangrengnge 'Pare yang merupakan kegiatan masyarakat memanen padi, To Ma’lambuk sebagai kegiatan tumbuk padi, To Mangrengnge’ Utan, kegiatan masyarakat memanen hasil hutan, serta To Mewai sebagai bentuk kegiatan masyarakat mengambil air di sungai.

Desa wisata ini juga memiliki ragam kuliner seperti kue Depatori yang berasal dari tepung beras lalu dicampur dengan gula merah, Pa’piong berupa olahan makanan seperti ayam, ikan, maupun daging yang dimasak menggunakan bambu.

Pengunjung juga bisa melihat ragam kain tenun, hiasan manik-manik hingga Tongkonan Nonongan yang merupakan rumah adat tertua serta memiliki nilai historis tinggi, baik dari segi mitologi masyarakat Toraja maupun dari sistem kebudayaan dan adat istiadat yang berlaku hingga sekarang.

Desa wisata Tamansari, Banyuwangi, Jawa Timur
Desa ini menawarkan wisata alam hingga tradisi. Pengunjung bisa mendatangi Kawah Ijen yang memiliki api biru memikat, kolam air Sendang Seruni yang sumbernya dari mata air pegunungan, hutan pinus hingga kampung bunga. Wisatawan yang penasaran dengan apra penambang bisa menginap di homestay di Kampung Penambang untuk melihat lebih dekat aktivitas mereka.

Desa ini juga menawarkan wisata edukasi peternakan sapi perah hingga lebah madu. Kesenian yang bisa disaksikan di desa ini meliputi pencak silat, jaranan dan balap kambing yang berlangsung setahun sekali.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jembatan Rengganis tawarkan sensasi melayang dengan pemandangan kawah
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:56 WIB
Pada suasana Lebaran 2022, Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam akun instagram pribadinya mengumumk...
Lima wihara terbesar Indonesia penuh pesona
Selasa, 17 Mei 2022 - 14:25 WIB
Hari Raya Waisak yang jatuh kemarin merupakan hari peringatan umat Buddha terhadap tiga peristiwa su...
Pengunjung Ancol capai 38.000 orang saat libur Waisak
Senin, 16 Mei 2022 - 19:36 WIB
Pengunjung Taman Impian Jaya Ancol saat  Festival Raya Gembira 2022 atau bertepatan libur Hari Ray...
Empat curug di Jawa Barat jadi destinasi wisata unggulan
Minggu, 15 Mei 2022 - 17:11 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperkenalkan empat air ter...
Presiden Jokowi ajak cucu bersafari di Bali
Jumat, 06 Mei 2022 - 12:45 WIB
Presiden Joko Widodo mengajak cucu-cucunya bersafari menyimak satwa-satwa koleksi Bali Safari & Mari...
Beda kecemasan dan serangan panik
Kamis, 05 Mei 2022 - 17:34 WIB
Kecemasan dan serangan panik, sering diartikan sebagai masalah yang sama, padahal kedua kondisi ini ...
TMII terapkan sistem buka tutup karena wisatawan membludak
Kamis, 05 Mei 2022 - 15:13 WIB
Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, menerapkan sistem buka tutup sementara ak...
Warga ramai kunjungi objek wisata Pemandian Air Panas Sari Ater Subang
Kamis, 05 Mei 2022 - 14:04 WIB
 Warga `serbu` kawasan wisata Pemandian Air Panas Sari Ater di Kabupaten Subang, Jawa Barat, selam...
Pengunjung di The Lawu Park Tawangmangu meningkat
Kamis, 05 Mei 2022 - 11:58 WIB
Jumlah pengunjung di objek wisata alam The Lawu Park di Desa Gondosuli Tawangmangu, Kabupaten Karang...
Wisata Perahu jadi tujuan wisata warga Surabaya saat libur Lebaran
Kamis, 05 Mei 2022 - 11:07 WIB
Wisata Perahu di Sungai Kalimas, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu tujuan wisata warga p...
InfodariAnda (IdA)