Warga Miduana-Cianjur siap pulihkan kembali kampung adatnya
Elshinta
Minggu, 02 Januari 2022 - 20:47 WIB |
Warga Miduana-Cianjur siap pulihkan kembali kampung adatnya
Situs Batu Rompe di Kampung Adat Miduana di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat. (ANTARA/koleksi pribadi Saep Lukman)

Elshinta.com - Warga Kampung Adat Miduana di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, menyatakan siap memulihkan kampung adat yang selama ini masih mempertahankan kebiasaan lama para leluhurnya, sehingga Pemkab Cianjur, akan membantu pemulihan, pelestarian hingga pengembangan.

Tenaga Ahli Bupati Cianjur, Saep Lukman di Cianjur, Ahad, mengatakan pemulihan atau revitaliasi kampung adat Miduana akan segera dilakukan setelah riset dan penelitian yang dilakukan dirinya bersama Yayasan Lokatmala, tuntas dilakukan beberapa waktu lalu.

"Bahkan Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyatakan kesiapan untuk merevitalisasi kembali 99 rumah adat yang ada di kampung tersebut. Untuk pengembangan dan pelestarian kampung adat, kami akan meminta pemerintah daerah untuk membuat payung hukumnya," kata Saep.

Kampung adat Miduana di Kecamatan Naringgul, selama ini, terkesan tertutup dan ditutup-tutupi, sehingga saat mendapat informasi terkait keberadaan kampung itu, pihaknya bersama Yayasan Lokatmala, mencoba untuk mendatangi dan menelusuri peninggalan seni dan budaya serta kebiasaan warga sekitar.

Hasil penelusuran, pihaknya menemukan berbagai peninggalan termasuk situs yang perlu dilestarikan berusia ribuan tahun seperti Situs Batu Rompe, Arca Cempa Larang Kabuyutan dan Gua Usralia, serta warganya yang masih berpegang teguh pada tradisi kesundaan yang kuat.

"Kampung adat ini, berdiri di atas lahan seluas 1.041 hektare persegi, meliputi 11 Rukun Tetangga, 4 Rukun Warga dihuni 280 kepala keluarga dengan total jiwa 1.207 jiwa yang merupakan turun temurun, mereka hidup dari hasil pertanian yang masih menjalankan 'tetekon" atau aturan tradisi tata kelola pertanian," katanya.

Sedangkan nama Miduana memiliki arti terbagi dua, dimana keberadaan kampung atau dusun yang berada diantara dua Sungai Cipandak Hilir dan Cipandak Girang yang kemudian bermuara di Sungai Cipandak yang memiliki arus landai dan tidak curam.

Warga kampung adat memiliki kebudayaan yang juga kental dengan tradisi kesundaan, seperti Dongdonan Wali Salapan, Lanjaran Tatali Paranti, Mandi Kahuripan dan Opatlasan Mulud. Mereka juga memiliki kecenderungan yang tinggi tentang kesenian layaknya kesenian umum masyarakat Sunda seperti wayang golek, calung, rengkong dan lain-lain.

"Di Miduana juga ada kesenian wayang, tapi namanya Wayang Gejlig, kesenian tarian dengan sebutan Nayuban dan kesenian ketangkasan di atas tali yang biasa disebut Lais. Kami akan paparkan nanti setelah revitalisasi dilakukan, intinya masyarakat adat sudah menyatakan kesiapan," katanya.

Ketua Karang Taruna Jiwa Sadana-Miduana, Muhamad Alwi, mengatakan hingga saat ini, warga di kampung, masih berpegang teguh pada adat istiadat dan tradisi leluhur kesundaan, termasuk dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan saat melakukan aktifitas perekonomian.

Namun, seiring kemajuan zaman, regenerasi tidak berjalan maksimal, sehingga hanya tetua adat dan orang tua yang masih menjalankan kebiasaan tersebut. Bahkan rumah adat yang terdiri dari 99 rumah atau suhunan, hanya tersisa beberapa rumah saja.

"Tentunya kami menyambut baik dengan rencana pemerintah untuk merevitalisasi kampung ini, kembali ke semula, dimana terdapat 99 suhunan dan diisi secara turun temurun. Untuk kehidupan saat ini, kami seperti biasa bersosialisasi dengan warga luar dan mengikuti perkembangan zaman," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Beri materi bimbingan haji, Sutiaji terisak-isak
Selasa, 24 Mei 2022 - 17:13 WIB
Wali Kota Malang, Jawa Timur Sutiaji tak bisa membendung tetesan air mata saat mengumandangkan kalim...
Umat Kristen dan Katolik rayakan Paskah bersama, wujud toleransi di Kota Magelang
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:06 WIB
Puncak perayaan Paskah digelar umat Kristen dan Katolik se-Kota Magelang di Pendopo Gereja Santo Ign...
Kemenag RI kenalkan dunia Pesantren melalui Program Pesantren di Radio
Senin, 23 Mei 2022 - 09:11 WIB
Selama Ramdan 1443 H. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendid...
Sekjen Kemenag: Petugas haji harus jadi super tim
Minggu, 22 Mei 2022 - 19:06 WIB
Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nizar Ali mengatakan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) A...
Menko PMK: Pemerintah berikan subsidi ONH cukup besar
Minggu, 22 Mei 2022 - 18:44 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengemukakan bah...
Menag puas hotel jemaah haji dekat Masjid Nabawi
Minggu, 22 Mei 2022 - 18:25 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengaku puas hotel yang menjadi tempat akomodasi bagi jema...
Pimpin PITI periode 2022-2027, Serian Wijatno ajak pengurus dan anggota majukan organisasi
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:58 WIB
Muktamar ke-VI Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) digelar pada 20-22 Mei 2022 di Hotel Golden...
Dinas Kebudayaan Yogyakarta gelar festival dalang anak dan remaja
Minggu, 22 Mei 2022 - 12:19 WIB
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta dalam waktu dekat ini menggelar festival dalang ...
Nikmati koleksi pribadi Pak Dullah, Ganjar temukan lukisan karya Soekarno
Sabtu, 21 Mei 2022 - 17:13 WIB
  Siapa yang tak kenal dengan Pak Dullah. Maestro pelukis Indonesia yang juga pernah menjadi peluk...
Menag minta kualitas pengadaan layanan jemaah haji dikawal 
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:45 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan kontrak pengadaan layanan akomodasi dan transportasi di...
InfodariAnda (IdA)