waisak kiri waisak kanan
Luhut sebut tak ada negara yang telaten tangani Covid-19 seperti RI
Elshinta
Senin, 03 Januari 2022 - 21:23 WIB |
Luhut sebut tak ada negara yang telaten tangani Covid-19 seperti RI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM secara daring di Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/am.

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada negara di dunia yang begitu telaten mengatasi masalah Covid-19 seperti Indonesia.

Hal itu lantaran penanganan Covid-19 di Indonesia dilakukan secara terpadu mulai dari jajaran paling atas hingga ke paling bawah.

"Kalau Anda lihat, hampir tidak ada (negara) di dunia ini sekarang, yang telatennya seperti kita menangani Covid-19 ini. Artinya terpadu, terintegrasi, holistik, dan ada meeting reguler yang dilakukan dari mulai pimpinan tertinggi sampai ke bawah," katanya dalam konferensi pers hasil rapat terbatas evaluasi PPKM secara daring di Jakarta, Senin.

Menurut Koordinator PPKM Jawa Bali itu, koordinasi yang baik dalam penanganan Covid-19 merupakan salah satu faktor utama terkendalinya pandemi di Indonesia untuk saat ini. Namun, hal itu tidak boleh menjadikan Indonesia jumawa dan sombong.

"Tadi Presiden juga sampaikan pesan, penanganan (yang baik) bukan hanya Covid-19, yang lain pun harus kita laksanakan seperti ini sehingga betul-betul bisa menyelesaikan masalah," katanya.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu mengatakan upaya kontigensi pun telah pemerintah susun untuk menghadapi gelombang varian Omicron yang kini telah menyebar di dalam negeri.

Ia pun memastikan kesiapan Indonesia mulai dari tempat karantina, rumah sakit, obat-obatan, hingga alat kesehatan untuk menghadapi penyebaran Omicron.

Selain kesiapan yang lebih baik, Luhut juga menyebut kedisiplinan Indonesia terhadap protokol kesehatan yang lebih baik ketimbang sejumlah negara lain.

"Kenapa kita lebih bagus daripada negara lain seperti, misal India, yang sekarang juga alami Omicron, saya ingin sampaikan, karena kita lebih disiplin memakai masker, misalnya, dibandingkan misal di Amerika atau Inggris atau mana saja," katanya.

Luhut mengatakan terkendalinya Covid-19 juga membuat ekonomi bisa ikut pulih. Bahkan ia mengklaim ekonomi Indonesia jadi salah satu yang terbaik.

Luhut menegaskan pemerintah menghitung dengan detail dan menyusun upaya antisipasi untuk menghadapi keadaan yang terburuk.

Mantan Menko Polhukam itu menyebutkan kemungkinan Omicron memang sudah menyebar di publik. Oleh karena itu, disiplin perlu terus diterapkan.

"Kita tidak perlu takut berlebihan, paranoid. Tapi pemakaian (masker) ini dalam ruang publik itu diharuskan. Saya pikir kita harus saling mengingatkan. Saya pikir kita tetap rileks tapi disiplin, itu saya kira akan bisa mencegah kita masuk pada keadaan yang lalu," pungkas Luhut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korban tewas akibat ledakan Kilang Balikpapan diterbangkan ke Medan
Senin, 16 Mei 2022 - 18:13 WIB
Jenazah korban tewas akibat ledakan dan kebakaran di Kilang Balikpapan pada Minggu (15/5), J (22), S...
Antisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut, kantin SD di Sukoharjo dicek polisi
Senin, 16 Mei 2022 - 17:13 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menurunkan anggota melakukan pengecekan lingkungan sekolah dalam pelak...
Wapres Zimbabwe kunjungi Indonesia selama sepekan
Senin, 16 Mei 2022 - 13:27 WIB
Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga, yang merangkap sebagai menteri kesehatan dan perlindun...
Fasilitas isolasi pasien COVID-19 di Bangka Belitung sudah kosong
Senin, 16 Mei 2022 - 12:19 WIB
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan bahwa 80 fasilitas is...
Cuaca kebanyakan kota besar diprakirakan berawan atau cerah berawan
Senin, 16 Mei 2022 - 11:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca kebanyakan kota besar di In...
Ribuan penganut Buddha ikut arak-arakan dari Candi Mendut ke Borobudur
Senin, 16 Mei 2022 - 10:45 WIB
Ribuan penganut Buddha mengikuti arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur di Kabupaten Magel...
Sanksi Barat blokir ekspor Belarusia senilai 16-18 miliar ke UE, AS
Senin, 16 Mei 2022 - 09:31 WIB
Sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Belarus telah memblokir ekspor tahunan senilai 16-18 miliar do...
Masyarakat Sukadana keluhkan minimnya penerangan jalan umum
Senin, 16 Mei 2022 - 07:15 WIB
Masyarakat Dusun Payak Itam, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat mengeluhka...
KAI Palembang tolak 52 pemudik karena belum vaksin COVID-19
Senin, 16 Mei 2022 - 07:01 WIB
PT KAI Divisi Regional III Palembang, Sumatera Selatan melaporkan ada 52 orang pemudik yang melakuka...
Entomolog Kesehatan ingatkan obat dan vaksin DBD belum ada
Senin, 16 Mei 2022 - 00:11 WIB
Entomolog Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jawa Barat, Fairuz Hayati mengingatkan oba...
InfodariAnda (IdA)