Nelayan di Aceh ajukan permohonan suntik mati ke pengadilan
Elshinta
Kamis, 06 Januari 2022 - 22:35 WIB |
Nelayan di Aceh ajukan permohonan suntik mati ke pengadilan
Nazaruddin Razali, nelayan yang mengajukan permohonan suntik mati, sedang memperbaiki jaring keramba di Waduk Pusong, Lhokseumawe, Kamis (6/1/2022). ANTARA/Dedy Syahputra

Elshinta.com - Nelayan bernama Nazaruddin Razali (59), warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh mengajukan permohonan suntik mati atau eutanasia ke pengadilan negeri setempat.

Nazaruddin Razali, di Lhokseumawe, Kamis, mengatakan permohonan eutanasia tersebut dilakukannya, karena dirinya mengaku tertekan dengan kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang akan merelokasi keramba budi daya ikan di Waduk Pusong.

"Jika pemerintah tidak peduli lagi kepada kami para petani keramba di Waduk Pusong, saya minta disuntik mati saja di depan Wali Kota Lhokseumawe beserta Muspika Banda Sakti," kata Nazaruddin.

Nazaruddin Razali mendaftarkan permohonan suntik mati tersebut ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada 6 Januari 2022. Permohonan tersebut sudah teregistrasi dengan nomor surat PNL LSM-01-2022-KWS.

Nazaruddin Razali mengatakan, mengajukan permohonan tersebut karena menilai negara tidak berpihak kepada nelayan keramba yang sudah turun-temurun menggantungkan hidup di waduk tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saya harus menanggung beban untuk membiayai kehidupan istri dan tiga anak-anak serta dua cucu. Jika usaha keramba budi daya ikan digusur, bagaimana nasib kami. Makanya lebih baik saya disuntik mati saja," kata Nazaruddin Razali.

Selain itu, kata Nazaruddin, dirinya kesulitan ekonomi sejak Pemerintah Kota Lhokseumawe mengumumkan air Waduk Pusong tercemar limbah.

Akibat pengumuman tersebut membuat masyarakat takut untuk membeli ikan hasil budi daya para nelayan keramba di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

"Katanya air waduk mengandung limbah. Padahal, kami sudah puluhan tahun makan ikan budi daya di waduk dan juga setiap hari mandi, tapi tidak mengalami masalah kesehatan," kata Nazaruddin pula.

Ia mengatakan dirinya semakin tertekan dan ketakutan, karena setiap harinya didatangi pihak kecamatan untuk segera mengosongkan lokasi budi daya keramba tersebut.

"Saya sangat trauma, karena setiap hari ada aparat yang datang. Kejadian ini mengingatkan saya seperti masa konflik masa lalu. Kami berharap penggusuran ini segera dibatalkan karena ini menyangkut dengan penghidupan kami," kata Nazaruddin Razali.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korlantas target dalam 5 tahun semua kendaraan gunakan pelat putih
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:03 WIB
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun semua kendaraan di Indones...
KPK sebut analisis ICW terkait kerugian keuangan negara salah kaprah
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut analisis Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dengan...
Kejari Kabupaten Sukabumi tahan kades diduga korupsi ADD dan DD
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:31 WIB
Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi resmi menahan Kepala Desa Kabandung...
24 Mei 2017: Bom Kampung Melayu yang menyita perhatian Dunia
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:00 WIB
Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu 24 Mei 2017 malam salah...
Polisi selidiki kasus kecelakaan kerja di PG Rendeng Kudus
Senin, 23 Mei 2022 - 23:53 WIB
Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, masih melakukan penyelidikan atas terjadinya kasus kecelakaan k...
KPK limpahkan berkas terdakwa korupsi proyek IPDN Gowa ke pengadilan
Senin, 23 Mei 2022 - 23:39 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa mantan Kepala Divisi I PT Was...
Polisi dapatkan rekaman CCTV aksi panah di Mataram
Senin, 23 Mei 2022 - 22:31 WIB
Polresta Mataram mendapatkan rekaman kamera closed circuit television (CCTV) terkait aksi orang t...
Polisi periksa Eddy Soeparno terkait laporan terhadap Muannas Alaidid
Senin, 23 Mei 2022 - 21:49 WIB
Polda Metro Jaya memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Mohammad ...
Kejari tahan mantan Ketua KONI Padang karena korupsi
Senin, 23 Mei 2022 - 20:53 WIB
Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat, menahan mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KO...
KPK terima laporan soal dugaan korupsi di Merpati Nusantara Airlines
Senin, 23 Mei 2022 - 20:27 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan korupsi PT Merp...
InfodariAnda (IdA)