Dokter RSCM ajak orang tua kenali keterlambatan perkembangan anak
Elshinta
Jumat, 07 Januari 2022 - 13:29 WIB |
Dokter RSCM ajak orang tua kenali keterlambatan perkembangan anak
Ilustrasi merawat dan memantau perkembangan anak. (ANTARA/HO/Pexels)

Elshinta.com - Dokter spesialis anak dan konsultan neurologi anak FKUI/RSCM Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) mengajak para orang tua mendeteksi dan mencegah gejala keterlambatan pertumbuhan anak sejak dini.

Dokter Hardiono menyebutkan 30 persen anak- anak yang ada di dunia mengalami keterlambatan perkembangan mulai dari tingkat keterlambatan ringan hingga berat.

“Jika orang tua telah mendeteksi tanda-tanda keterlambatan pada perkembangan anaknya, orang tua diminta untuk tidak diam saja atau menunggu kemajuan perkembangan anak dengan sendirinya. Karena mendeteksi dan menangani keterlambatan perkembangan sejak dini akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik,” kata dokter Hardiono dikutip dalam siaran persnya, Jumat.

Pada usia 6 bulan setidaknya anak sudah bisa melakukan gerak kasar berupa tengkurap, hal itu berlanjut hingga usia 8 bulan.

Memasuki 9 bulan, anak setidaknya harus bisa melakukan gerak kasar yaitu duduk yang merupakan perkembangan terbaru dari tengkurap.

Dari segi komunikasi dengan sang orang tua, anak di usia 6-9 bulan setidaknya sudah dapat menoleh saat dipanggil namanya oleh ayah atau ibunya.

Setelah anak mampu duduk, di usia 11 bulan hingga satu tahun anak akan mulai merangkak dan menjadi bagian dari gerak kasar yang harusnya bisa dilakukan semua bayi di usia tersebut.

Anak juga akan mulai aktif melakukan komunikasi dengan anggota tubuhnya dengan menunjuk barang- barang menggunakan jari jemarinya.

Tidak hanya itu, di usia tersebut anak mulai mengeluarkan suara dalam bentuk kata dan kalimat yang belum jelas atau bubbling.

Orang tua harus memahami bila usia anak sudah melebihi 1 tahun, anak akan mulai aktif belajar berdiri hingga berjalan, bahkan terkadang mereka sudah bisa berlari kecil.

Di usia tersebut anak sudah bisa mengucapkan kata- kata sederhana seperti memanggil Ibu atau Ayahnya dengan sebutan yang tentunya diajarkan oleh orang tua.

Jika tanda- tanda tersebut tidak dialami oleh buah hati anda, maka tentunya anda harus segela menyadari bahwa itu termasuk dalam keterlambatan perkembangan anak.

“Setelah mendeteksi, orang tua dianjurkan untuk mendiagnosis jenis keterlambatan perkembangan anak dengan dokter spesialis anak atau ahlinya, lalu mengobati apa yang bisa diobati, merujuk terapi yang tepat sesuai dengan diagnosis, konseling dan langkah terakhir untuk rujuk konsultasi selanjutnya,” ujar dokter Hardiono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tujuh kecamatan di Sukoharjo sudah punya sanggar inklusi
Rabu, 18 Mei 2022 - 10:14 WIB
Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menambah jumlah sanggar inklusi untuk peningkatan layanan Anak...
`Online game`, baik atau buruk untuk remaja?
Sabtu, 14 Mei 2022 - 21:57 WIB
Psikolog klinis Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi berpendapat setidaknya ada...
Perlu kolaborasi orang tua & guru pantau risiko kecanduan gawai remaja
Sabtu, 14 Mei 2022 - 17:07 WIB
Orang tua bersama guru bimbingan dan konseling (BK) perlu berkolaborasi memantau risiko kecanduan ga...
Calon orang tua perlu jaga kesehatan mental jelang persalinan
Sabtu, 14 Mei 2022 - 09:25 WIB
Calon orang tua yang sedang mempersiapkan persalinan perlu menjaga kesehatan mental, serta memperbah...
Dokter Anak: Kenali gejala dini dari hepatitis akut
Kamis, 12 Mei 2022 - 20:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Agus Fitrianto, Sp.A mengingatkan orang tua untuk mewaspadai dan mengenali...
Kiat bagi orang tua yang terapkan diet vegetarian pada anak
Minggu, 08 Mei 2022 - 17:35 WIB
Studi baru dari Universitas Toronto yang diterbitkan dalam jurnal `Pediatrics` menyebutkan anak-anak...
Mitos seputar menyusui yang masih banyak dipercaya
Sabtu, 23 April 2022 - 23:59 WIB
Mitos dan fakta seputar pemberian ASI eksklusif banyak beredar di masyarakat, salah satunya adalah m...
Ganjar ingatkan bahaya pernikahan dini
Sabtu, 23 April 2022 - 16:05 WIB
Isu pernikahan dini dititipkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para ibu dalam acara Perin...
Kecerdasan banyak ragamnya, orangtua perlu hargai setiap potensi anak
Jumat, 15 April 2022 - 10:55 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi alias Kak Seto mengingatkan setiap orang...
Pakar sarankan bayi menangis tidak langsung diberi ASI
Rabu, 06 April 2022 - 12:56 WIB
Bayi yang menangis sebaiknya tak langsung diberi ASI, demikian saran Dokter Spesialis Anak Konsultan...
InfodariAnda (IdA)