Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hormati kadafar, Fakultas Kedokteran UB bangun Monumen Dwija Monabrata Pratistha

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang meresmikan Monument Dwija Monabrata Pratistha. Monumen yang dibagun sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap jenazah yang dijadikan kadafer bagi mahasiswa Fakuktas Kedokteran.

Hormati kadafar, Fakultas Kedokteran UB bangun Monumen Dwija Monabrata Pratistha
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang meresmikan Monument Dwija Monabrata Pratistha. Monumen yang dibagun sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap jenazah yang dijadikan kadafer bagi mahasiswa Fakuktas Kedokteran.

Monumen Dwija Monabrata Pratistha berada kompleks pemakaman UB Karang Ploso, Kabupaten Malang diresmikan secara langsung oleh rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, A.R., M.S., bersama dekan FK Dr. dr. Wisnu Barlianto, SpA,(K), M.Si, Med.

"Seorang dokter harus tahu anatomi tubuh manusia yang sesungguhnya karena hal tersebut tidak bisa hanya belajar buku saja karena itulah harus secara langsung sehingga dibutuhkan kadafar," kata dr. Wisnu Barlianto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Minggu (9/1).

Sementara Dwija Monabrata Pratistha memiliki arti Guru Bersemayam Dalam Diam. "Jadi meskipun mereka adalah jenazah tapi sudah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa FK sehingga kita sebut sebagai guru yang bersemayam dalam diam," katanya.

Monumen Dwija Monabrata Pratistha diletakkan di kompleks pemakaman UB Karang Ploso Kabupaten Malang. Selain monumen, jenazah yang sudah selesai digunakan dikuburkan di lokasi tersebut.

"Kadafer tersebut bukan sampah atau apa. Itu adalah jenazah sehingga kita melakukan proses yang sesuai dengan agama. Kita kuburkan di kompleks pemakaman UB," katanya.

Selain Monumen Dwija Monabrata Pratistha, Rektor dan Dekan FK juga meresmikan Masjid Nuursy Syifa dan Ruang Research Innovation Public Service And Publication Information (RIIPI) serta Lab and Dep Ilmu Faal.

"Masjid Nuursy Syifa artinya cahaya penyembuh. Harapannya kita lulusan FK bisa menjadi tenaga kesehatan dalam membantu penyembuhan pasien. Selain itu, diharapkan melalui pembangunan masjid ini civitas akademika FK senantiasa tidak hanya sehat secara fisik tapi juga spiritual," kata dr. Wisnu.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire