Sepenggal cerita penyintas yang selamat dari banjir bandang Jember

Elshinta
Selasa, 11 Januari 2022 - 07:15 WIB |
Sepenggal cerita penyintas yang selamat dari banjir bandang Jember
Salah seorang mahasiswa UIN KHAS Jember membersihkan rumah kontrakannya yang nyaris ambruk diterjang banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/1/2022). ANTARA/Zumrotun Solichah

Elshinta.com - Banjir bandang selama ini menjadi momok yang menakutkan karena biasanya terjadi kenaikan debit banjir secara cepat sehingga membuat warga tak sempat menyelamatkan benda berharga bahkan sering menimbulkan korban jiwa.

Demikian juga banjir bandang yang menerjang kawasan perumahan di Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Minggu (9/1) sore dengan ketinggian air merangkak cepat mencapai 130 cm, sehingga banyak warga yang naik ke lantai dua rumahnya dan atap genteng untuk menyelamatkan diri dari terjangan banjir yang sangat deras.

Derasnya banjir bandang yang menerjang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai Jember menyebabkan sejumlah mobil dan sepeda motor milik warga setempat hanyut terseret hingga ratusan meter.

Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, sebuah mobil terseret derasnya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai dan mobil tersebut terhenti setelah menabrak pagar rumah warga.

Mobil tersebut milik Oky Octavianus, warga Perumahan Mangli Residence yang hendak melihat kondisi rumah orang tuanya yang berada di Perumahan Bumi Mangli Permai karena mendapat kabar bahwa terjadi banjir bandang di wilayah setempat.

Saat ditemui di rumah orang tuanya di Perumahan Bumi Mangli Permai Blok FA-15 pada Senin (10/1), Oky menceritakan dirinya mendengar kabar tentang banjir bandang yang menerjang kawasan Mangli, sehingga setelah pulang bekerja langsung menuju ke rumah orang tuanya untuk menyelamatkan keluarganya.

Saat hendak masuk ke kawasan perumahan, banyak kendaraan yang antre, sehingga putar balik mencari jalan alternatif lain menuju ke perumahan karena ketinggian air masih bisa dilalui kendaraannya.

"Saya tetap kepikiran orang tua di rumah, sehingga terus menerobos banjir yang perlahan-lahan airnya mulai naik hingga sepinggang orang dewasa dan mobil terseret arus banjir bandang ke dalam perumahan," katanya.

Oky berusaha tetap tenang di dalam mobil sambil memikirkan cara bagaimana keluar saat mobilnya hanyut terbawa banjir bandang yang cukup deras dan masih sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga dan dokumen penting yang berada di dalam mobilnya.

Ia kemudian berusaha membuka pintu mobil di samping kiri, namun tidak bisa karena tertahan derasnya banjir bandang yang cukup kuat dan mobilnya terus hanyut terbawa banjir.

Dobrak Pintu Bagasi
Saat mobilnya terombang ambing arus banjir bandang, Oky berusaha berpegangan pada sabuk pengaman di bangku belakang dan mendobrak pintu bagasi mobil dan akhirnya terbuka, sehingga langsung keluar melalui pintu bagasi tersebut dan menutupnya lagi.

"Cukup lama saya berada di dalam mobil saat hanyut terbawa banjir bandang yakni sekitar 30 menit, namun saya juga sempat menelpon istri untuk mengabarkan bahwa saya terjebak dalam mobil yang hanyut," katanya.

Setelah berhasil keluar dari mobil, Oky berjalan mengikuti arus air berdasarkan pengalamannya yang pernah mendapat latihan penyelamatan diri (SAR) saat ikut organisasi pecinta alam waktu masih SMA.

Bapak satu anak itu memang berusaha tidak melawan arus air saat berjalan menerobos banjir karena hal itu akan membuatnya hanyut dan tidak terkendali, sehingga di video yang viral itu terlihat ia seperti mengejar mobilnya yang terbawa arus air, padahal penyintas tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan mengikuti arus banjir bandang.

Ia mencoba meraih apa saja yang ada di sepanjang jalan yang berubah menjadi sungai dan beruntung ada warga lain di tepi yang berusaha menggapai tangannya, sehingga berhasil menyelamatkan Oky dari derasnya arus banjir.

Mobilnya terus terseret banjir bandang dan baru berhenti setelah menabrak tiang listrik dan sebuah pagar rumah warga hingga menyebabkan kaca belakang mobilnya pecah dan air masuk ke dalam mobil tersebut.

Oky bersyukur bisa selamat dari terjangan banjir bandang setinggi 1 meter lebih dan mobilnya juga berhasil dievakuasi oleh warga setelah kondisi air mulai berkurang di kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai Jember.

Istri Oky, Nur Laila Wahyuningtyas mengaku khawatir saat suaminya menelpon mengabarkan kalau terjebak di dalam mobil yang hanyut terbawa arus banjir bandang.

Setelah beberapa menit berkomunikasi, tiba-tiba telepon suaminya terputus, sehingga membuatnya panik dan bergegas menuju ke tempat suaminya terjebak banjir bandang dalam kondisi masih hujan deras.

Perempuan yang biasa dipanggil Ella itu berusaha masuk ke Perumahan Bumi Mangli Permai, meskipun sejumlah warga melarangnya karena ketinggian air mencapai 130 cm, sehingga membahayakan keselamatannya.

Ia berusaha mencari jalan yang tidak tergenang banjir, sehingga nekat naik ke pagar yang agak tinggi dan melompati selokan menuju ke perumahan dengan bantuan beberapa warga yang menolongnya melewati pagar tersebut.

"Saya panik karena tidak ada kabar lagi dari suami. Banjir di perumahan perlahan-lahan mulai berkurang dan nekat mencari suami saya dan akhirnya ketemu," ujarnya.

Empat Mahasiswa
Perjuangan menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang juga dialami empat mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang menyewa rumah di Perumahan Bumi Mangli Permai yang nyaris roboh diterjang banjir.

Muhajir menceritakan dinding rumah yang dikontraknya bersama teman-temannya ambrol, bahkan pagar dan atap samping rumah ambruk diterjang derasnya banjir bandang, sehingga banyak perabotan yang hanyut terbawa air.

Dua temannya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke dinding pagar karena ketinggian air mencapai 130 cm, namun derasnya banjir bandang membuat dinding pagar tersebut ambruk, sehingga kedua temannya Yudi dan Kholil jatuh tersungkur dan mengalami luka ringan.

Tidak banyak yang bisa diselamatkan oleh mahasiswa UIN KHAS asal Kabupaten Probolinggo itu, bahkan buku-buku untuk skripsi dan kuliah juga hanyut dan rusak diterjang banjir bandang.

Ia bersama teman-temannya hanya menyelamatkan telepon genggam dan laptop, kemudian ditititpkan ke tempat penampungan barang di rumah warga yang lokasinya agak tinggi, bahkan sepeda motornya sempat terbawa arus puluhan meter.

"Kami sangat panik dan hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa selamat dari terjangan banjir bandang, sehingga tidak memikirkan barang-barang di dalam rumah," ujarnya.

Baginya, perjuangan untuk menyelamatkan diri dari banjir bandang menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi mahasiswa UIN KHAS Jember yang hidup di perantauan untuk menimba ilmu.

Mahasiswa semester 5 dan 7 tersebut sangat bersyukur bisa selamat dari banjir bandang yang membuat porak poranda kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai.

Berdasarkan data BPBD Jember, banjir merendam sebanyak 543 rumah dengan 1.882 jiwa, mengakibatkan satu rumah rusak sedang, dan empat fasilitas umum rusak terdampak banjir bandang, serta tiga korban meninggal dunia karena hanyut di sungai (pasangan suami istri) dan satu orang mengalami kedinginan (hipotermia).

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Kaliwates, Rambipuji, dan Panti, namun rumah warga yang terendam banjir bandang hanya di Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji, sedangkan di Kecamatan Panti tercatat tiga korban meninggal dunia.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan penyebab banjir bandang yang menerjang perumahan di kawasan Kelurahan Mangli karena timbunan sampah dan adanya pendangkalan sungai, serta sendimen sungai yang tinggi, sehingga tidak mampu menampung debit air yang banyak hingga meluap ke permukiman.

Tumpukan sampah di pintu air Sungai Semangir yang menuju perumahan juga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air, sehingga air meluap ke permukaan.

Ia juga menilai bahwa saluran irigasi Perumahan Bumi Mangli Permai masih belum tertata rapi yang menjadi penyebab banjir dan hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang perumahan.

Hendy mengimbau kepada seluruh warga Jember untuk senantiasa menjaga kebersihan di musim hujan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat berdampak menjadi sebuah bencana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
IPB ajak 1.000 orang gowes dan lari dalam semangat G20
Minggu, 14 Agustus 2022 - 10:31 WIB

IPB ajak 1.000 orang gowes dan lari dalam semangat G20

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengajak 1.000 orang terdiri atas sebagian alumni gowes bersama sepan...
Pimpinan DPRD dorong Pemkot Surabaya cairkan beasiswa SMA/SMK
Minggu, 14 Agustus 2022 - 10:15 WIB

Pimpinan DPRD dorong Pemkot Surabaya cairkan beasiswa SMA/SMK

Pimpinan DPRD Kota Surabaya mendorong pemerintah kota setempat segera mencairkan beasiswa untuk 13 r...
Dinsos distribusikan bantuan puluhan tongkat kaki untuk warga Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022 - 10:01 WIB

Dinsos distribusikan bantuan puluhan tongkat kaki untuk warga Surabaya

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya mendistribusikan bantuan puluhan tongkat kaki atau alat bantu be...
BMKG prakirakan hujan mengguyur sejumlah kota besar
Minggu, 14 Agustus 2022 - 09:01 WIB

BMKG prakirakan hujan mengguyur sejumlah kota besar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan mengguyur sejumlah kota besa...
Tiga desa di Sulawesi sukses ekspor komoditas kelautan
Minggu, 14 Agustus 2022 - 08:01 WIB

Tiga desa di Sulawesi sukses ekspor komoditas kelautan

Tiga Desa Sejahtera Astra (DSA) binaan PT Astra International Tbk di daerah Wakatobi, Bombana dan B...
Gorontalo ekspor 500 ton gula semut ke Dubai
Minggu, 14 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Gorontalo ekspor 500 ton gula semut ke Dubai

Sebanyak 500 ton gula aren asal Gorontalo diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang dilepas lan...
Mendag lepas ekspor produk tekstil senilai 400 ribu dolar AS
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 20:39 WIB

Mendag lepas ekspor produk tekstil senilai 400 ribu dolar AS

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melepas ekspor produk tekstil PT Kewalram di Sumedang, ...
Perluasan lahan tebu menuju terwujudnya swasembada gula
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 20:15 WIB

Perluasan lahan tebu menuju terwujudnya swasembada gula

Gula, satu dari sembilan kebutuhan pokok (sembako) yang tingkat konsumsinya terus meningkat, baik un...
Sambut HUT ke-77 RI, Pemkot Malang gelar beragam lomba
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:45 WIB

Sambut HUT ke-77 RI, Pemkot Malang gelar beragam lomba

Sebagai upaya menegakkan kedisiplinan dan kekompakan dalam rangka memperingati HUT ke 77 RI, Pemeri...
Pertamina imbau masyarakat mampu agar gunakan BBM non-subsidi
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:39 WIB

Pertamina imbau masyarakat mampu agar gunakan BBM non-subsidi

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengimbau kepada masyarakat yang tergolong mampu supaya...

InfodariAnda (IdA)