Top
Begin typing your search above and press return to search.

Nataru, konsumsi avtur di Jateng-DIY naik 119 persen

Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mencatat kurun waktu 29 November 2021 hingga 10 Januari 2022, sejumlah konsumsi BBM, LPG dan Avtur mengalami pola konsumsi yang berbeda.

Nataru, konsumsi avtur di Jateng-DIY naik 119 persen
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mencatat kurun waktu 29 November 2021 hingga 10 Januari 2022, sejumlah konsumsi BBM, LPG dan Avtur mengalami pola konsumsi yang berbeda dibandingkan pola konsumsi pada momen Nataru di tahun-tahun sebelumnya untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal tersebut dikemukakan oleh Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho pada Senin (10/1).

Brasto menjelaskan momen nataru kali ini, puncak konsumsi BBM jenis Gasoline di Jawa Tengah dan DIY terjadi lebih awal yaitu di tanggal 21 Desember 2021.

“Bila pada tahun-tahun sebelumnya puncak konsumsi Gasoline terjadi di tanggal 24 & 29 Desember kini terjadi lebih awal, yaitu di tanggal 21 & 7 Desember 2021. Begitupun untuk puncak konsumsi arus balik pasca momen Nataru, biasanya terjadi di tanggal 5 Januari 2022, pada tahun ini maju lebih awal, yaitu di tanggal 4 Januari 2022. Konsumsi tertinggi Gasoline terjadi pada tanggal 4 Januari 2022, yaitu 14.942 kiloliter/hari atau naik 16 persen, kemudian diikuti peringkat konsumsi kedua dan ketiga tertinggi, di tanggal 7 serta 21 Desember 2021 dengan angka konsumsi yang sama yaitu 14.414 kiloliter/hari atau naik 12 persen", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (11/1).

Dijelaskan Brasco, puncak konsumsi LPG di Jawa Tengah dan DIY terjadi di H-2 Natal dan H-2 Tahun Baru yaitu 4.681 metrik ton/hari pada 23 Desember 2021 dan 4.643 metrik ton/hari pada 30 Desember 2021. Jumlah ini naik 7,4 persen dan 6,5 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal di bulan Oktober 2021, yaitu 4,358 metrik ton/hari. "Berbeda dengan pola konsumsi Gasoline, untuk pola puncak konsumsi LPG polanya masih sama dengan konsumsi LPG di tahun-tahun sebelumnya,” rincinya.

“Presentase konsumsi Avtur menjadi presentase yang terbesar dibanding kenaikan produk BBM dan LPG, konsumsi Avtur di tanggal 8 Desember 2021 naik hingga 119 persen dengan angka 229 kiloliter/hari, kemudian diikuti oleh kenaikan di tanggal 23 Desember 2021 sebesar 213 kiloliter/hari dengan presentase 103 persen lalu terjadi kembali di 28 Desember 2021 yaitu 217 kiloliter/hari dengan presentase 109 persen. Ketiga presentase tersebut didapat dari pembanding rata rata harian normal di bulan Oktober 2021 yaitu dari 104 kiloliter/hari," ujar Brasto.

Satgas Nataru juga mencatat beberapa kota yang terjadi lonjakan konsumsi cukup signifikan selama periode satgas tanggal 29 November hingga hari ini (10/01) dan dibandingkan dengan rata-rata harian konsumsi pada masing-masing kota. Kota dengan kenaikan tertinggi untuk produk BBM Gasoline adalah Kota Yogyakarta naik 6,6 persen lalu Kabupaten Bantul naik 7 persen dan disusul Kabupaten Banyumas naik 6,1 persen lalu untuk LPG adalah Kabupaten Kulonprogo 5,9 persen kemudian Kota Salatiga 4,6 persen dan terakhir Kabupaten Brebes 3,9 persen.

"Kemudian untuk bandara dengan konsumsi avtur tertinggi adalah Bandara Yogyakarta International Airport Kulonprogo naik 48 persen, Bandara Ahmad Yani Semarang yang naik 47 persen dan diikuti oleh Bandara Adi Soemarmo, Boyolali yang naik 42 persen," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire