Residivis penipu berkedok dokter gadungan kembali berurusan dengan polisi Sukoharjo  
Elshinta
Rabu, 12 Januari 2022 - 10:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Residivis penipu berkedok dokter gadungan kembali berurusan dengan polisi Sukoharjo  
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Mengaku sebagai dokter spesialis kandungan, Priyono Broto Atmojo (47), warga Desa Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang kini tinggal di Sleman, Yogyakarta diamakan tim resmob Polres Sukoharjo. Dokter gadungan ini menipu warga Sukoharjo, Jawa Tengah dengan menjanjikan diterima menjadi CPNS. Pelaku dilaporakan korbannya, Aditya Wahyu yang tak kunjung jadi CPNS setelah menyetorkan uang sebesar Rp5 juta.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pengungkapan ini berawal dari laporan korban Aditya Wahyu ke pihak kepolisian. Bahwa yang bersangkutan menjadi korban penipuan pelaku yang mengaku sebagai dokter setelah diperkenalkan salah satu kenalan keluargarnya.

"Pelaku ini dikenalkan kenalan ibu korban," kata Wahyu seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (12/1).
 
Modus pelaku, korban dijanjikan menjadi CPNS dengan penempatan RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Korban hanya diminta mempersiapkan berkas administrasi dan menyetor sejumlah uang pada pelaku. Setoran pun dilakukan tidak sekaligus, tetapi sesuai dengan permintaan pelaku.

Total uang yang telah digunakan oleh pelaku untuk berbagai alasan sebesar Rp5 juta. "Korban beberapa kali menyetorkan uang dengan jumlah ratusan ribu," ujarnya.

Kapolres menambahkan, korban mulai curiga saat janji CPNS tak kunjung terwujud. Sampai akhirnya pelaku mengakui tidak berporfesi sebagai dokter sebagaimana yang selama ini disampaikan pada korban. Setelah pihaknya menerima laporan korban ditindak lanjuti dengan penyelidikan.

Kemudian polisi memancing pelaku dengan meminta menemui korban dan dilakukan penangkapan. Ternyata, pelaku ini merupakan residivis dalam kasus penipuan. Hasil penyelidikan diketahui ada tiga orang korban dan semua tidak ada yang berhasil menjadi CPNS. "Pernah berkasus penipuan juga," tambahnya.

Wahyu Nugroho menambahkan dari pengungkapan ini polisi berhasi menyita sejumlah barang bukti. Berupa delapan buah kuitansi, satu buah sepeda motor, satu buah STNK, satu buah dompet kulit warna hitam, tiga pasang sepatu, satu buah kain warna biru tua, dua buah kain warna cokelat, satu buah kupluk warna biru tua.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunakan uang palsu untuk transaksi perbankan, dua pria di Purwakarta diamankan petugas
Selasa, 24 Mei 2022 - 18:57 WIB
Dua pria di Purwakarta, Jawa Barat ditangkap Satuan Reserse Kriminal  (Satreskrim) Polres Purwakar...
Bareskrim Polri ungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi. Terbesar sepanjang 2022
Selasa, 24 Mei 2022 - 18:36 WIB
Kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di Kabupaten Pati diungkap tim Direkt...
Pasangan suami istri dan kedua orang tua di Langkat terlibat pembunuhan berencana 
Selasa, 24 Mei 2022 - 10:57 WIB
Polres Langkat, Sumatera Utara menggelar konferensi pers penemuan potongan tulang manusia korban pem...
Polres Karawang ungkap kasus pembunuhan yang direkayasa gantung diri
Senin, 23 Mei 2022 - 15:36 WIB
Polres Kabupaten Karawang mengungkap kasus pembunuhan seorang anak yang direkayasa dengan peristiwa ...
Aksi pencurian sawit, Koperasi Serba Usaha Agro Sumber Sejahtera rugi Rp7,2 miliar
Senin, 23 Mei 2022 - 12:58 WIB
Koperasi Serba Usaha Agro Sumber Sejahtera mengalami kerugian sebesar Rp7,2 Milyar akibat pencurian ...
Polisi selidiki kasus pembunuhan ibu rumah tangga di OKU Sumsel
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:45 WIB
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menyelidiki kasus pemb...
Polda Jateng terus dalami dugaan rudapaksa terhadap bocah perempuan di Sragen
Minggu, 22 Mei 2022 - 17:36 WIB
Berita tentang orang tua yang mencari kejelasan tentang penanganan kasus anaknya yang diberitakan di...
Remaja Wonosobo tega bunuh gadis teman kencannya
Sabtu, 21 Mei 2022 - 15:57 WIB
Kasus pembunuhan yang menimpa gadis di bawah umur berinisial FA (14) warga Kecamatan Sruweng, Kabupa...
Polisi selidiki kasus pelemparan bom molotov di Aceh Barat
Rabu, 18 Mei 2022 - 12:48 WIB
Polda Aceh melalui Polres Aceh Barat terus menyelidiki kasus pelemparan bom molotov ke rumah warga m...
Tolak kriminalitas, masyarakat Batak di DIY gelar unjuk rasa damai
Senin, 16 Mei 2022 - 14:55 WIB
Pemuda Batak Bersatu DPD DIY menggelar aksi damai menolak kriminalitas atau biasa disebut dengan ist...
InfodariAnda (IdA)