Djokovic masuk undian Australian Open namun masih terancam dideportasi
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 06:59 WIB |
Djokovic masuk undian Australian Open namun masih terancam dideportasi
Petenis Serbia Novak Djokovic berlatih di Melbourne Park di tengah pertanyaan seputar sengketa hukum terkait visanya untuk bermain di Australian Open di Melbourne, Australia, Kamis (13/1/2022). ANTARA/REUTERS/Loren Elliott.

Elshinta.com - Novak Djokovic dimasukkan dalam undian Australian Open sebagai unggulan teratas pada Kamis, meskipun pemerintah masih dapat kembali mendeportasi petenis nomor satu dunia itu karena vaksin COVID-19.

Pengundian ditunda selama satu jam tanpa penjelasan, bahkan ketika Menteri Imigrasi Alex Hawke mempertimbangkan apakah akan menggunakan kewenangan diskresi untuk membatalkan visa Djokovic karena pengecualian medisnya dari vaksinasi COVID-19.

Jika Djokovic tidak dideportasi, dikutip dari Reuters, juara bertahan yang tidak divaksinasi itu akan menghadapi sesama petenis Serbia Miomir Kecmanovic untuk pertandingan pembukaannya yang dijadwalkan pada Senin atau Selasa.

Surat kabar Melbourne The Age menyebutkan bahwa Djokovic akan segera mengajukan banding di pengadilan untuk setiap upaya untuk mendeportasinya, dengan keputusan pengadilan yang diharapkan pada Jumat, dan penyelenggara turnamen mempersiapkan rencana darurat pengundian baru untuk berjaga-jaga.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa sebuah sumber di Partai Liberal Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa pemerintah "sangat condong" untuk mencabut visa lagi.

Djokovic, yang berlatih lagi di Rod Laver Arena pada Kamis, memicu kemarahan publik Australia, menuju ke Melbourne dengan pengecualian medis dari persyaratan bagi pengunjung luar negeri untuk wajib vaksin COVID-19.

Setibanya di Australia, otoritas perbatasan Australia memutuskan bahwa pengecualian medis Djokovic tidak sah dan dia ditempatkan di hotel detensi imigrasi bersama para pencari suaka selama beberapa hari.

Pengadilan, Senin, mengizinkan Djokovic untuk tinggal dengan alasan bahwa para petugas "tidak masuk akal" selama proses wawancara tujuh jam di tengah malam.

Pemerintah Australia sekarang harus memutuskan apakah akan membiarkan Djokovic bertahan untuk upaya mencetak rekor gelar major ke-21.

Australia, yang mengalami lockdown terlama di dunia, memiliki tingkat vaksinasi 90 persen untuk orang dewasa, dan tengah mengalami kenaikan jumlah kasus hampir satu juta kasus dalam dua pekan terakhir.

Survei online oleh grup media News Corp menunjukkan bahwa 83 persen responden mendukung pemerintah yang mencoba mendeportasi Djokovic.

"Saya hanya akan mengatakan... divaksinasi. Itu kuncinya," kata Daniel Andrews, perdana menteri negara bagian Victoria, yang ibu kotanya Melbourne yang menjadi tuan rumah Australian Open, dikutip dari Reuters.

"Itulah yang saya katakan kepada setiap orang Victoria, itulah yang telah saya lakukan, itulah yang telah dilakukan anak-anak saya, itulah yang dilakukan oleh keluarga, 93 persen komunitas kami, dan saya sangat bangga dengan mereka karena melakukannya. Saya sangat senang."

Sementara itu, tiga dari 100 petenis putra telah divaksinasi.

"Terkadang keyakinan pribadi Anda harus dikalahkan oleh apa yang baik untuk kebaikan yang lebih besar, bagi orang-orang di sekitar Anda, untuk rekan-rekan Anda," kata petenis Martina Navratilova kepada TV Australia, mendesak Djokovic untuk "mundur" dan pulang.

"Vaksin atau jangan bermain."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tarian Apsara Kamboja tampil di penutupan SEA Games Vietnam
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:15 WIB
Tarian Apsara yang merupakan simbol budaya Kamboja tampil pada upacara penutupan SEA Games ke-31 yan...
Borobudur Marathon Menyapa 2022, awal perjalanan menuju kemenangan
Senin, 23 Mei 2022 - 15:47 WIB
Borobudur Marathon 2022 Powered by Bank Jateng adalah sebuah perlombaan lari yang dipersembahkan ole...
SMKN 10 juarai Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Semarang
Senin, 23 Mei 2022 - 13:13 WIB
SMK Negeri 10 Semarang, Jawa Tengah meraih 1 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu dan berhak menyand...
3.000 peserta ramaikan `Magelang Sepeda Sehat 2022`
Senin, 23 Mei 2022 - 12:16 WIB
Sekitar 3.000 peserta mengikuti kegiatan `Magelang Sepeda Sehat 2022` dalam rangka memperingati Hari...
Kopassus dan Komite Terjun Payung FASI gelar Indoor Skydiving I di Indonesia
Senin, 23 Mei 2022 - 10:57 WIB
Personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama Komite Terjun Payung FASI menggelar kejuaraan Ind...
Usai SEA Games Vietnam, PB PABSI fokus ke kualifikasi Olimpiade Paris
Senin, 23 Mei 2022 - 08:35 WIB
Seusai perhelatan SEA Games Vietnam, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABS...
Klasemen SEA Games: Indonesia posisi tiga saat tuan rumah berkuasa
Senin, 23 Mei 2022 - 07:47 WIB
Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 Vietnam yang berlangsung 12-23 Mei di peringkat tiga k...
Janis Rosalita tambah satu emas renang sirip
Senin, 23 Mei 2022 - 06:45 WIB
Perenang sirip Janis Rosalita Suprianto kembali menambah perolehan medali emas cabang olahraga renan...
Erick Thohir bangga tim bola basket Indonesia ukir sejarah di Vietnam
Minggu, 22 Mei 2022 - 22:41 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir yang dikenal \"penggila\" olahraga bola basket sangat bangga dengan presta...
Klasemen SEA Games: Indonesia penuhi target Jokowi masuk tiga besar
Minggu, 22 Mei 2022 - 21:41 WIB
Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam memenuhi target yang dicanangkan Presiden...
InfodariAnda (IdA)