Top
Begin typing your search above and press return to search.

Deklarasi kampanye damai dan toleransi digelar di Salatiga

Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Yuliyanto  bersama Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid dan Forkopimda Kota Salatiga menghadiri Deklarasi Kampanye Damai dan Toleransi di Kelurahan Tingkir Lor Kota Salatiga.

Deklarasi kampanye damai dan toleransi digelar di Salatiga
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Yuliyanto bersama Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid dan Forkopimda Kota Salatiga menghadiri Deklarasi Kampanye Damai dan Toleransi di Kelurahan Tingkir Lor Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Kelurahan Tingkir Lor, dengan Wahid Foundation beserta UN Women, sebagai salah satu sarana untuk mengkampanyekan toleransi, perdamaian, dan kesetaraan gender, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kota Salatiga dapat dikatakan mampu mengelola keberagaman masyarakat dengan baik. Mereka dapat hidup harmonis dan damai, bahkan telah dikukuhkan dengan raihan predikat sebagai Kota Tertoleran se-Indonesia. Raihan ini merupakan hasil dari kerja keras Pemerintah Kota Salatiga, yang didukung penuh oleh Forkopimda, Toga, Toma, beserta seluruh elemen masyarakat yang hidup rukun dan damai dalam kemajemukan,” kata Wali Kota seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Jumat (14/1).

Ditambahkanya, adanya kolaborasi dan elaborasi dengan lembaga seperti Wahid Foundation, pihaknya optimis akan semakin menguatkan dan mengukuhkan Kota Salatiga sebagai Kota Tertoleran.

“Saya pesan kepada seluruh masyarakat Kota Salatiga, terutama masyarakat Kelurahan Tingkir Lor, agar senantiasa merawat toleransi, perdamaian, keadilan, serta menguatkan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di tingkat desa dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan.

“Sebuah desa yang tangguh harus mempunyai 3 pilar, yakni pemberdayaan ekonomi, pelatihan masyarakat agar bisa menghargai perbedaan dan hidup rukun dan mencegah potensi konflik, kemudian yang ketiga penguatan peran perempuan,” ungkapnya.

Yenni menambahkan, masyarakat harus diberikan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran bahwa adanya perbedaan tidak boleh memecah belah.

"Jangan mencederai kepercayaan orang lain, tetap hormati dan menjaga kerukunan bersama. Boleh berbeda keyakinan, boleh berbeda pandangan terhadap apapun, tetapi tolong hormati hal-hal tersebut,” tambah putri dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire