WHO: Omicron mungkin jadi penyebab lonjakan kasus Mediterania Timur
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 12:42 WIB |
WHO: Omicron mungkin jadi penyebab lonjakan kasus Mediterania Timur
Ilustrasi - Omicron varian baru Covid 19.

Elshinta.com - Lonjakan "mengejutkan" kasus COVID-19 di kawasan Mediterania Timur menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemungkinan disebabkan oleh varian Omicron, kata pejabat terkait.

Ia memperingatkan bahwa sejumlah negara di kawasan itu masih mencatat tingkat vaksinasi yang sangat rendah.

Kasus di kawasan tersebut melonjak 89 persen pada pekan pertama Januari, namun angka kematian turun 13 persen, kata direktur kawasan WHO Ahmed Al-Mandhari, Kamis (13/1).

Sebanyak 15 dari mayoritas 22 negara Timur Tengah di kawasan itu resmi melaporkan varian Omicron yang sangat menular.

"Meski Omicron tampaknya menyebabkan gejala yang lebih ringan ketimbang (varian sebelumnya) Delta, terutama pada orang-orang yang sudah divaksin, tidak berarti bahwa varian ini boleh diremehkan, sebab (Omicron) terus menyebabkan rawat inap dan kematian," katanya.

Mandhari mengatakan enam negara di kawasan itu - Afghanistan, Djibouti, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman - telah memvaksin kurang dari 10 persen dari populasi mereka meski otoritas setempat memiliki persediaan vaksin yang mencukupi untuk melindungi hingga 40 persen populasi.

Sampai saat ini baru 36 negara di seluruh dunia yang mempunyai tingkat vaksinasi yang sama rendahnya, menurut WHO.

Mandhari menyebutkan program vaksinasi dikacaukan oleh sejumlah masalah termasuk minimnya komitmen politik, ketidakamanan dan tantangan logistik.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Brazil setujui vaksin Coronavac untuk usia 6-17 tahun
Jumat, 21 Januari 2022 - 11:03 WIB
Otoritas kesehatan Brazil Anvisa pada Kamis (20/1) menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 Cor...
Brazil pertimbangkan tutup Telegram jelang pemilu
Jumat, 21 Januari 2022 - 10:52 WIB
Otoritas elektoral TSE Brazil sedang mempertimbangkan untuk melarang aplikasi perpesanan Telegram me...
`Real life Aquaman` Tonga bertahan hidup 27 jam berenang pascatsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 22:31 WIB
Lisala Folau, pria Tonga berusia 57 tahun yang mengaku berenang sekitar 27 jam setelah tersapu ke l...
Negara-negara di Asia diperkirakan lolos dari goncangan inflasi global
Kamis, 20 Januari 2022 - 14:10 WIB
Head of Macro Strategy Asia Manulife Investment Management Sue Thrinh memperkirakan negara-negara di...
Bersiap hadapi Omicron, Selandia Baru perketat pembatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:32 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pembatasan akan diperketat jika ada penulara...
Valneva sebut studi awal tunjukkan vaksinnya efektif lawan Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:09 WIB
Perusahaan bioteknologi Prancis Valneva pada Rabu (19/1) mengatakan bahwa studi pendahuluan menunjuk...
Vietnam temukan kasus lokal pertama varian Omicron
Rabu, 19 Januari 2022 - 11:59 WIB
Vietnam telah menemukan kasus lokal pertama virus corona varian Omicron, demikian menurut media mili...
Bocah migran Venezuela tewas saat seberangi sungai Meksiko-AS
Rabu, 19 Januari 2022 - 11:04 WIB
Jasad seorang bocah perempuan yang diduga migran dari Venezuela ditemukan di sungai Rio Grande di pe...
Inggris larang iklan anak makan keju sambil menggantung terbalik
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:20 WIB
Badan pengatur periklanan Inggris telah melarang iklan TV yang memperlihatkan anak perempuan memakan...
UNICEF, Merck sepakati pemasokan 3 juta paket obat COVID-19
Rabu, 19 Januari 2022 - 07:35 WIB
Merck & Co Inc beserta perusahaan farmasi mitranya, Ridgeback Biotherapeutics pada Selasa mengatakan...
InfodariAnda (IdA)