Konsep pentahelix dalam penanggulangan terorisme
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 19:23 WIB |
Konsep pentahelix dalam penanggulangan terorisme
Dokumentasi penangkapan terduga teroris dan sejumlah barang bukti yang disita Densus 88 dibantu personel Polda Kalimantan Tengah. ANTARA/HO-Polda Kalteng/am.

Elshinta.com - Kesadaran memerangi terorisme sebagai musuh bersama menggerakkan berbagai pihak mengembangkan strategi, bahkan mengikutsertakan unsur sinergi dalam upaya penanggulangannya.

Perkembangan berbagai strategi penanggulangan terorisme seperti itu tidak luput diupayakan salah satu garda terdepan penanggulangan terorisme di Indonesia, yakni Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

BNPT sebagai badan resmi yang bervisi mewujudkan penanggulangan terorisme dan radikalisme selalu mengedepankan upaya sinergi melalui institusi pemerintah dan masyarakat untuk mencegah, melindungi, menindak, melakukan deradikalisasi, serta meningkatkan kewaspadaan nasional, dan mengusung konsep pentahelix untuk menanggulangi terorisme pada tahun 2022.

Konsep ini diperkenalkan Kepala BNPT Boy Rafli Amar. Pada tahun 2022, Boy mengarahkan kebijakan penanggulangan terorisme dilaksanakan dengan konsep pentahelix.

Pada dasarnya, konsep pentahelix bukan merupakan istilah baru. Jauh sebelum dicetuskan untuk digunakan dalam menanggulangi terorisme di Tanah Air, konsep tersebut telah banyak diterapkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan lain, seperti pembangunan desa, perbaikan perekonomian, bahkan di sektor pariwisata.

Secara umum, konsep pentahelix merupakan konsep multipihak yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media, hingga para pelaku seni. Konsep tersebut selanjutnya diimplementasikan untuk menuntaskan suatu persoalan.

Pentahelix dalam penanggulangan terorisme
Dalam konteks penanggulangan terorisme, Boy Rafli Amar mengemukakan bahwa konsep pentahelix merupakan konsep penanggulangan terorisme yang dilaksanakan secara multipihak. Penanggulangan terorisme, terutama pada tahun 2022 akan melibatkan berbagai unsur, yaitu pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media, dan pelaku seni.

Di antara multipihak tersebut, seperti pemerintahan, sebenarnya ada banyak upaya yang telah dilalui untuk menanggulangi terorisme di antaranya dari sisi regulasi.

Pemerintah Indonesia telah mempertajam peran regulasi untuk membasmi terorisme, seperti dengan mengesahkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penanggulangan Terorisme serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Tidak hanya itu, melalui BNPT, pemerintah telah mengupayakan keberadaan program deradikalisasi bagi para pelaku teror.

Meskipun begitu, pekerjaan rumah bagi pemerintah terkait terorisme belum usai. Seperti yang dikemukakan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakhid, pemerintah perlu pula membuat regulasi lain yang menegaskan larangan ideologi-ideologi yang menjurus terorisme, seperti khilafahisme dan daulahisme yang jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Kemudian dari para akademisi, peran mereka bernilai penting dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Para akademisi menjadi aktor penting yang dapat menyederhanakan pemahaman tentang bahaya ancaman terorisme ataupun intoleransi dan radikalisme kepada masyarakat sehingga lebih mudah untuk mereka pahami. Para akademisi diharapkan dapat menjadi pihak yang mereduksi paham radikal dan teroris di lingkungan pendidikan ataupun masyarakat.

Peran dari badan ataupun pelaku usaha tidak dapat dilepaskan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia, terlebih mengingat aliran pendanaan terorisme pada beberapa waktu belakangan diketahui bersumber dari badan usaha yang memiliki izin resmi.

Selanjutnya, diperlukan pula kesadaran dan dukungan masyarakat terkait ancaman nyata terorisme yang harus dilawan secara optimal. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap pemaparan ideologi terorisme yang dalam beberapa waktu terakhir menjelma ke dalam berbagai bentuk, termasuk konten-konten di media sosial.

Seperti data termutakhir yang dibagikan BNPT, pada tahun 2021 ditemukan 409 konten media sosial terkait informasi serangan terorisme, 147 konten bermuatan anti-NKRI, 85 konten anti-Pancasila, 7 konten intoleran, 2 konten ideologi takfiri, bahkan ada pula 40 konten pendanaan dan 13 konten pelatihan kegiatan teror.

Data-data tersebut menyiratkan secara jelas bahwa pemaparan terorisme menghantui masyarakat dalam wujud yang ikut mengembangkan dirinya. Pemaparan itu dihadirkan melalui cara-cara yang tidak sepenuhnya disadari masyarakat sebagai bagian dari terorisme sehingga patut diwaspadai.

Dari persoalan berlimpahnya konten bermuatan terorisme tersebut, ada celah pengoptimalan upaya penanggulangan terorisme yang dapat diisi media melalui penyaringan konten dan para pelaku seni melalui karya kreatif berisikan kontra narasi untuk mencegah pemaparan intoleransi, radikalisme, hingga terorisme terhadap masyarakat di media sosial.

Upaya seperti itu disampaikan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Moch Chairil Anwar. Menurutnya, dimasifkannya konten berisikan kontra narasi di media sosial dapat berperan besar dalam mencegah terpaparnya masyarakat terhadap paham radikal ataupun teroris. Chairil Anwar memandang konten kontra narasi merupakan pesan damai yang dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan terorisme.

Harapan untuk konsep pentahelix dalam penanggulangan terorisme
Dengan masing-masing kekuatan yang dimiliki pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, hingga media dan pelaku seni, maka konsep pentahelix dapat dikatakan berpotensi besar untuk menanggulangi terorisme.

Boy Rafli Amar mengatakan pengadopsian konsep pentahelix dalam penanggulangan terorisme di Indonesia menandakan bahwa tantangan untuk menghadapi terorisme sebenarnya berada di berbagai lini. Menurutnya, tidak ada lini mana pun yang dapat kebal dari paparan ideologi tetorisme sehingga seluruh pihak diwajibkan untuk melindungi diri mereka dan melakukan perlawanan terhadap terorisme.

Melalui konsep pentahelix itu, potensi nasional akan dikerahkan secara maksimal untuk membentuk kekuatan dalam memerangi terorisme, termasuk akar-akar terorisme, yaitu ancaman intoleransi dan radikalisme.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korupsi jasa pelabuhan, Kajari Samosir tetapkan MS jadi tersangka
Jumat, 21 Januari 2022 - 19:36 WIB
Kejari Samosir menetapkan mantan Kepala Unit KMP Sumut I DAN Sumut II, MS tersangka dalam kasus duga...
Polisi: Suami bunuh istri karena korban ingin `menikah` lagi
Jumat, 21 Januari 2022 - 16:56 WIB
Polres Metro Jakarta Timur menyebutkan motif pembunuhan oleh suami, W (41) di kontrakannya Jalan Po...
DPO kasus dugaan korupsi DD-ADD di SBT tertangkap di Jakarta
Jumat, 21 Januari 2022 - 16:36 WIB
Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bekerja sama dengan tim Kejati Maluku menangkap Nizar Alkatiri (39)...
Polisi terima pengaduan Majelis Adat Sunda soal Arteria Dahlan
Jumat, 21 Januari 2022 - 14:26 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebut telah menerima pengaduan dari Masyarakat Adat Sunda soal ucapa...
Polisi sebut korban meninggal kecelakaan maut Balikpapan empat orang
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:59 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan data terkini sementara korban menin...
KPK panggil enam saksi terkait kasus korupsi di Penajam Paser Utara
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:04 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, memanggil enam saksi dalam penyidikan kasus dugaan korups...
MA berhentikan hakim dan panitera PN Surabaya terjaring OTT KPK
Jumat, 21 Januari 2022 - 11:58 WIB
Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara hakim berinisial IT dan panitera pengganti H yang bertu...
Hakim Itong yang ditetapkan tersangka miliki harta Rp2,17 miliar
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:11 WIB
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat (IIH) yang telah ditetapkan sebagai ters...
KPK tahan hakim PN Surabaya Itong terkait kasus suap
Jumat, 21 Januari 2022 - 08:59 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hiday...
Penendang sesajen di lokasi APG Semeru tiba di Polres Lumajang
Jumat, 21 Januari 2022 - 08:47 WIB
Pelaku penendang dan pembuangan sesajen berinisial HF di lokasi awan panas guguran (APG) Gunung Seme...
InfodariAnda (IdA)