Warga antre tes berjam-jam setelah Beijing temukan kasus Omicron
Elshinta
Minggu, 16 Januari 2022 - 23:31 WIB |
Warga antre tes berjam-jam setelah Beijing temukan kasus Omicron
Orang-orang antre untuk menjalani tes asam nukleat saat pengujian COVID-19 massal digelar di seluruh kota setelah kasus lokal varian Omicron terdeteksi di Tianjin, China, 9 Januari 2022. (ANTARA/cnsphoto via Reuters/as)

Elshinta.com - China pada Minggu melaporkan 65 kasus penularan lokal COVID-19 untuk 15 Januari, termasuk kasus pertama varian Omicron di Beijing, hanya beberapa pekan sebelum Olimpiade Musim Dingin dibuka pada 4 Februari dan liburan Tahun Baru Imlek.

Angka itu turun dari 104 kasus sehari sebelumnya karena wabah di kota Xian di barat laut mereda setelah penguncian ketat.

Namun, varian Omicron yang sangat menular telah terdeteksi di sedikitnya lima provinsi dan kotamadya, yang mendorong kota-kota menerapkan pembatasan untuk menghentikan penyebaran virus dan mengancam pertumbuhan ekonomi.

Pada Sabtu, ibu kota Beijing melaporkan kasus pertama varian Omicron pada seseorang yang telah mengunjungi beberapa mal dan restoran dalam 14 hari terakhir. Orang tersebut belum meninggalkan kota sejak awal tahun.

China belum melaporkan berapa banyak kasus Omicron yang sudah terdeteksi di negara itu.

Sekitar 13.000 orang telah menjalani tes COVID-19 di distrik Haidian, tempat kasus tersebut ditemukan, namun belum ada hasil yang menunjukkan positif, menurut Beijing Daily, koran pemerintah, mengutip data resmi pada Minggu.

Tetapi, sejumlah tempat-tempat ibadat di kota itu sudah ditutup bagi pengunjung sebagai tindakan kewaspadaan.

Kuil Lama, biara Buddha masyarakat Tibet di Beijing, mengatakan pada Minggu mereka tutup hingga waktu yang belum ditentukan akibat wabah COVID dan langkah pengendalian.

"Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Omicron akan mengganggu upaya China untuk menekan COVID," kata Mark Williams, ekonom senior di Capital Economics, Jumat.

"Tapi jelas kemunculan varian yang lebih menular itu memerlukan lebih banyak intervensi ... Dan kerugian ekonomi dari kewaspadaan ini terus meningkat."

Beberapa warga Beijing, yang khawatir terjebak di kota itu jelang liburan Tahun Baru Imlek, bergegas pulang lebih cepat ke kampung halamannya.

"Mengkhawatirkan, sumber infeksi di Beijing masih belum jelas," kata Shelly Fong, yang memutuskan mudik ke tempat asalnya di provinsi Liaoning pada Senin.

"Jika ada wabah di Beijing, saya tak akan bisa pulang kampung," katanya.

"Bagaimana jika tak ada penerbangan? Bagaimana jika ada lockdown di Beijing? Ini adalah kemungkinan yang nyata."

Di luar Rumah Sakit Friendship di Beijing pada Minggu, antrean untuk mendapatkan tes COVID-19 membuat orang-orang menunggu berjam-jam dalam cuaca dingin.

China daratan melaporkan 119 kasus baru COVID-19 terkonfirmasi untuk 15 Januari, turun dari 165 sehari sebelumnya, menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC) pada Minggu.

Kasus baru penularan lokal dilaporkan di Tianjin, Henan, Beijing, Guangdong dan Shaanxi, kata NHC.

Tidak ada kematian baru yang dilaporkan, sehingga angka kematian masih berada di angka 4.636.

Hingga 15 Januari, China daratan telah mencatat 104.864 kasus terkonfirmasi.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rusia gempur wilayah Donbas dan Mykolaiv di Ukraina
Minggu, 22 Mei 2022 - 20:10 WIB
Pasukan Rusia menggempur tentara Ukraina dengan serangan udara dan artileri di wilayah timur dan sel...
Huawei bedah peluang ekonomi di kawasan Asia Pasifik
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:01 WIB
Hari kedua gelaran Huawei Asia Pacific Digital Innovation Congress 2022 ditandai dengan sesi diskusi...
KJRI promosi tempe di New York
Minggu, 22 Mei 2022 - 08:15 WIB
Konsulat Jenderal RI di New York telah mempromosikan tempe di kota itu sebagai bagian kolaborasi den...
Rumah Indonesia resmi dibuka di Paris
Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:29 WIB
Rumah Indonesia atau La Maison De L’Indonesie (LMDI) resmi dibuka pada Rabu (18/5) di Paris, Pranc...
Militer Rusia klaim hancurkan pasokan senjata Barat di Ukraina
Sabtu, 21 Mei 2022 - 21:17 WIB
Militer Rusia pada Sabtu mengeklaim telah menghancurkan pasokan utama senjata Barat di wilayah Zhyto...
 Dubes Heri resmikan Masyarakat Ilmuwan dan Diaspora Rimbawan Indonesia di Jepang
Sabtu, 21 Mei 2022 - 20:24 WIB
Duta Besar Republik Indonesia ((Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi meresmik...
Puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:24 WIB
Puluhan pengunjuk rasa Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di sejumlah desa dan ...
Mantan Wapres Ekuador dijebloskan kembali ke penjara
Sabtu, 21 Mei 2022 - 12:59 WIB
Mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas yang menjalani hukuman 4,5 tahun penjara atas tuduhan suap ...
Menag Yaqut bertemu Menteri Saudi bahas kesiapan penyelenggaraan haji
Sabtu, 21 Mei 2022 - 09:15 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabia...
KBRI Beijing ingatkan pelajar Indonesia agar tenang dan patuhi prokes
Kamis, 19 Mei 2022 - 12:24 WIB
Kedutaan Besar RI di Beijing mengingatkan para pelajar Indonesia di China agar tetap tenang dan mema...
InfodariAnda (IdA)