Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hasto ungkap kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP hari ini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendatangi Sekolah Partai PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1).

Hasto ungkap kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP hari ini
X
Sumber foto: https://bit.ly/3tyHXGt/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendatangi Sekolah Partai PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1). Erick datang bersama dua menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut kehadiran Erick, Teten, dan Siti Nurbaya, berkaitan dengan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Hasto mengatakan kehadiran ketiga menteri terkait dengan membangun warisan prestasi Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin bersama PDIP, dan belum mengerucut pada pencalonan.

"Saya jawab dengan pilpres tentu saja sangat terkait," ujar Hasto sambil tertawa saat ditanya tentang kehadiran tiga menteri di sekolah partai PDIP.

Bagi Hasto, kesuksesan Erick, Teten, dan Siti dalam menjalankan program kerja akan memberikan catatan baik bagi pemerintahan Jokowi. Hasto mengatakan Erick, Teten, dan Siti, bisa saling berkolaborasi dalam mendorong perekonomian melalui komoditas kopi. Kata Hasto, komoditas kopi menunjukkan nasionalisme Indonesia mengingat kebutuhan kopi dunia sekarang dari Indonesia yang terus meningkat.

"Kalau pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuat warisan di tengah pandemi maka akan mendorong pergerakan ekonomi rakyat. Ini tentu hal yang baik, bukan hanya bagi rakyat Indonesia, tetapi juga bagi PDI Perjuangan," ucap Hasto.

Hasto menyampaikan PDIP masih melakukan konsolidasi nasional dan menyerahkan sepenuhnya keputusan calon presiden dan wakil presiden kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

"Bicara pilpres itu bukan hanya bicara calon presiden atau calon wakil presiden. Dalam mekanisme demokrasi kami itu nanti Bu Mega yang memutuskan," ungkap Hasto.

Diskusi bertajuk "Dialog Kopi Tanah Air" itu juga dihadiri Aktivis Komunitas Kopi dan pelaku usaha hulu dan hilir kopi seperti Co-Founder Kopi Kalyan Abubakar Dicky, Tri Yono dari Koperasi Baroqah Kerinci, Eko Purnomosidi dari Sunda Hejo, dan Irvan Helmi dari Anomali Coffee.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire