Polisi: Suami bunuh istri karena korban ingin `menikah` lagi
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 16:56 WIB |
Polisi: Suami bunuh istri karena korban ingin `menikah` lagi
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono (tengah) dalam jumpa pers di Mapolrestro Jakarta Timur, Jakarta, Jumat (21/1/2022). ANTARA/Yogi Rachman

Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Timur menyebutkan motif pembunuhan oleh suami, W (41) di kontrakannya Jalan Pondok Kelapa Selatan VI RT 09/RW 05, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Rabu (19/1) dini hari terhadap istrinya, SS (28) karena korban ingin "menikah" lagi.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono di Jakarta, Jumat, mengatakan motif ini cukup menarik karena  berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku tidak terima dengan keinginan korban yang memiliki rencana untuk menikah kembali.

“Berdasar pengakuan dari pihak tersangka atau suaminya W itu bahwa yang bersangkutan sakit hati atau tersinggung karena korban minta izin untuk menikah kembali,” kata Budi.

Budi menambahkan bahwa pelaku dan korban sudah menikah selama 10 tahun dan sudah dikaruniai tiga orang anak.

“Apakah benar permasalahan itu karena sakit hati murni atau ada motif yang lain, nanti kita dalami lagi dari pihak keluarga termasuk dari pihak tetangga maupun nanti di daerahnya,” ujar Budi.

Asas monogami
Informasi yang dikumpulkan ANTARA menyebutkan, pada dasarnya, hukum pernikahan di Indonesia menganut asas monogami. 

Hal itu tertuang dalam Pasal 3 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP), bahwa seorang laki-laki hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang perempuan hanya boleh mempunyai seorang suami. 

Artinya, seorang istri di Indonesia dilarang memiliki suami lebih dari satu (poliandri). 

Jika seorang istri ingin menikah lagi, maka dia harus mengakhiri pernikahannya dengan sang suami melalui perceraian.

Perempuan yang menikah secara poliandri termasuk perzinahan dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 

Kehabisan oksigen
Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan hasil otopsi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, korban SS meninggal dunia karena kehabisan oksigen dan mengalami pendarahan bagian kepala belakang.

Polisi juga menyita barang bukti seprai dengan motif kembang, kain sarung warna hijau, lalu sweater dengan noda darah dan buku nikah.

“Itu menjadi barang bukti bagi kami untuk bisa meyakinkan bahwa pelaku adalah suaminya atas nama W,” ujar Budi.

Pelaku dijerat Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kejati periksa dubes-polisi sebagai saksi kasus lahan Pertamina
Sabtu, 28 Mei 2022 - 22:23 WIB
Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mul...
Kuasa Hukum YKMI layangkan surat keberatan atas SK Menkes
Sabtu, 28 Mei 2022 - 10:51 WIB
Kuasa Hukum Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) melayangkan surat keberatan atas terbitnya Sura...
28 Mei 2005: 2 bom ledakkan Pasar Tentena, tewaskan puluhan orang
Sabtu, 28 Mei 2022 - 06:00 WIB
Dua buah bom meledak di tengah keramaian aktivitas warga Pasar Sentral Tentena, Kabupaten Poso, Sul...
Hakim PN Tanjungkarang vonis mati dua terdakwa kurir 92 kg sabu
Jumat, 27 Mei 2022 - 23:59 WIB
Dua orang terdakwa yang berperan sebagai kurir peredaran 92 kilogram sabu-sabu dijatuhi hukuman mati...
Polri upayakan kembalikan dana korban DNA Pro
Jumat, 27 Mei 2022 - 23:23 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan m...
Polresta Cirebon kerahkan semua anggota untuk berantas geng motor
Jumat, 27 Mei 2022 - 22:59 WIB
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, mengerahkan semua anggotanya untuk memberanta...
KPK blokir rekening senilai Rp139,4 miliar terkait kasus Heli AW-101
Jumat, 27 Mei 2022 - 22:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening bank milik PT Diratama Jaya Mandiri (JDM) seni...
Polda Malut tangkap tujuh ABK pencari ikan gunakan bom
Jumat, 27 Mei 2022 - 19:37 WIB
Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut) melalui Dit Polairud mengamankan satu buah kapal dan menangka...
Polda Metro imbau warga agar tidak bekerja di perusahaan pinjol ilegal
Jumat, 27 Mei 2022 - 19:24 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengimbau kepada warga untuk tid...
Pengamat BUMN: Masih rancu soal kekayaan negara di perusahaan milik negara
Jumat, 27 Mei 2022 - 18:07 WIB
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyebut unsur...
InfodariAnda (IdA)