Buntut laporan dugaan pemerkosaan di Boyolali: Diduga suka sama suka
Elshinta
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Buntut laporan dugaan pemerkosaan di Boyolali: Diduga suka sama suka
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Dugaan kasus pemerkosaan yang dilaporkan R (28),  perempuan asal Simo,  Boyolali terus bergulir. Dalam laporan awal R mengaku telah diperkosa oleh GWS (25). Namun kuasa hukum GWS, Tukino menjelaskan bahwa perbuatan asusila antara R dan GWS berdasar suka sama suka. Bahkan perbuatan itu mereka lalukan tanpa ada tindakan ancaman ataupun pengakuan bahwa GWS sebagai anggota polisi.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Rabu (26/1) di Semarang mengatakan Polda Jateng telah memanggil GWS untuk diambil keterangannya. GWS ternyata telah mengenal R dan suaminya serta beberapa kali mengunjungi rumah R yang hanya berjarak empat kilometer dari rumahnya.

"Rencana GWS akan diperiksa penyidik beberapa hari ke depan," kata Iqbal seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (27/1). 

Ia berharap agar pihak GWS kooperatif dan hadir di penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum untuk memberikan keterangan.

"Kami dan masyarakat tentunya akan menunggu kasus ini terbuka dan jelas endingnya. Yang salah akan tampak salahnya dan yang benar pasti juga akan mendapatkan kebenarannya," ujar Iqbal.

Laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan R di Polres Boyolali menyebabkan dicopotnya Kasatserse Polres Boyolali karena dinilai melakukan pelecehan seksual secara verbal menanggapi laporan R.

Sementara itu Iqbal menambahkan, R ternyata punya suami yang menjadi tersangka karena menjadi bandar perjudian. Kasusnya sedang disidik Polres Boyolali dan sudah masuk tahap satu.

"Kapolda Jateng sangat atensi terhadap perkembangan kasus ini. Beliau sudah memerintahkan Ditreskrimum segera menuntaskan kasus laporan dugaan rudapaksa ini. Beliau juga memerintahkan penanganan perkara perjudian di Boyolali ditangani secara cepat namun prosedural," kata Iqbal.

Kasus laporan R yang mengaku diperkosa GWS  sempat menumbuhkan pertanyaan baru bagi penyidik Polda Jateng. Hasil visum dan rekaman CCTV menunjukkan bukti yang berbeda dengan beberapa keterangan R.

Belakangan R mengubah pengakuannya di depan penyidik bahwa tak ada unsur pemaksaan saat dia dan GWS melakukan hubungan badan di sebuah hotel kawasan Bandungan,  Kabupaten Semarang.

Iqbal menegaskan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng berupaya taat prosedur dan profesional serta telah mengumpulkan berbagai bukti terkait kasus R. 

"Ada unsur-unsur dalam pasal 285 KUHP terkait pemerkosaan yang harus diperhatikan. Sebagaimana diketahui, belakangan pelapor menyatakan dia tidak dipaksa saat itu. Jika penasihat hukum R ingin menambahkan bukti baru terkait kliennya, silakan diajukan ke penyidik," tutur Iqbal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes: Kebijakan lepas masker sudah melalui kajian dan pengamatan
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:47 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa pelonggaran terhadap kebijakan melepas masker di...
Mengenal Purunea, sedotan dari rumput liar asal Belitung yang mendunia
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:35 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengangkat produk sedotan ramah lingku...
Menkeu: Arus kas operasional Pertamina defisit 2,44 miliar dolar AS
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:11 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan arus kas operasional PT Pertamina mengalami defisi...
Ikuti anjuran Pemerintah, masyarakat Kabupaten Langkat sudah lepas masker
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:12 WIB
Masyarakat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyambut baik pelonggaran penggunaan masker di luar r...
Subsidi biaya rawat pasien COVID-19 akan dihentikan secara bertahap
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pem...
Kemendagri tekankan tiga indeks pengukuran untuk tingkatkan kinerja pemda 
Kamis, 19 Mei 2022 - 21:24 WIB
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks Kepemimp...
Aktifitas warga di Aun- Alun Salatiga tetap pakai masker
Kamis, 19 Mei 2022 - 21:06 WIB
Pemakaian masker masih dilakukan oleh sebagian besar warga yang beraktifitas di kawasan Alun-alun Sa...
Polres Malang beri vaksin booster untuk Aremania jelang laga uji coba
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:23 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar pemberian vaksin booster atau penguat kepada ribuan pendu...
Sri Mulyani sebut akan ada kenaikan tarif listrik 3.000 VA
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:11 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan akan ada kenaikan tarif listrik di atas 3.000 volt...
Badan Anggaran DPR setujui APBN 2022 jadi Rp3.106 triliun
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:35 WIB
Badan Anggaran DPR menyetujui usulan pemerintah terkait revisi belanja negara pada APBN 2022 menjadi...
InfodariAnda (IdA)