Terdakwa akui korupsi hasil penjualan air tangki PDAM Klungkung Bali
Elshinta
Jumat, 28 Januari 2022 - 09:53 WIB |
Terdakwa akui korupsi hasil penjualan air tangki PDAM Klungkung Bali
Dua terdakwa mengikuti sidang virtual di Rutan Kelas IIB Klungkung, Kamis (27/1/2022). ANTARA/HO

Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida Putu Gd Darmawan Hadi mengatakan terdakwa I Ketut Narsa dan I Ketut Suardita mengakui kesalahannya terkait dugaan korupsi penyalahgunaan hasil penjualan air tangki PDAM Tirta Mahottama Klungkung.

"Bahwa para terdakwa telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf telah mengambil kebijakan untuk tidak menyetorkan uang hasil penjualan air tangki seutuhnya sejak Mei 2018 sampai September 2019, dengan alasan menggunakan uang itu untuk pembayaran tagihan para pelanggan water meter yang tidak mendapatkan air," kata Darmawan Hadi saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Kamis. 

Ia mengatakan sejak Mei 2018 sampai September 2019, kedua terdakwa bisa rekap hanya Rp139 juta dari total nilai kerugian negara sebesar Rp320.450.000. Lalu untuk sisa kerugiannya para terdakwa tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaannya. 

Adapun hasil rekap yang disebutkan itu dibuat oleh para terdakwa juga setelah disidik oleh penyidik Cabjari Nusa Penida, dan untuk bukti penyetoran uang yang terdakwa akui sebagai pembayaran para pelanggan water meter para terdakwa tidak dapat menunjukkannya. 

Terdakwa I Ketut Narsa menjabat kepala unit, dan Kasubsi Administrasi Umum dan Keuangan untuk terdakwa I Ketut Suardita di PDAM Tirta Mahottama, Kabupaten Klungkung Unit Nusa Penida. 

Dugaan korupsi terjadi dalam kegiatan penjualan air tangki, lalu terdakwa I Ketut Suardita selaku Kasubsi Administrasi Umum dan Keuangan melakukan penjualan air tangki. 

Dia menjelaskan, mekanismenya jika ada masyarakat yang datang ke Kantor PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung Unit Nusa Penida untuk membeli air tangki, akan dibuatkan kuitansi secara manual melalui komputer. 

Selanjutnya, akan dicatatkan pada sebuah buku catatan penjualan berwarna oranye, dan salah satu bagian kuitansi tersebut diserahkan kepada pelanggan sebagai bukti telah membeli air. 

Dia menjelaskan, para terdakwa tidak melaksanakan penjualan air tangki sebagaimana aturan yang diterapkan di PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung Unit Nusa Penida. 

"Para terdakwa melakukan penjualan air tangki secara manual dalam arti tidak menggunakan aplikasi Bima Sakti, sehingga terdakwa bisa tidak secara langsung menyetorkan uang hasil penjualan air tangkinya kepada kas PDAM Tirta Mahottama," katanya lagi. 

Adapun uang hasil penjualan air tangki yang dijual secara manual dan tidak seluruhnya diinput ke aplikasi Bima Sakti ada beberapa kuitansi penjualan yang uang hasil penjualannya disimpan oleh terdakwa kedua I Ketut Suardita atas sepengetahuan terdakwa I Ketut Narsa. 

Akses tangki air dengan aplikasi Bima Sakti bisa digunakan untuk mempermudah jangkauan masyarakat. Jadi beberapa kuitansi penjualan yang uang hasil penjualan disimpan terdakwa I Ketut Narsa dengan alasan untuk berjaga-jaga jika ada pembatalan pengiriman air tangki yang disebabkan truk tangki tidak bisa menjangkau tempat tinggal konsumen. 

"Dari pengakuannya di persidangan, terdakwa menganggap tidak ada menu pembatalan dalam aplikasi Bima Sakti. Tapi ada banyak pelanggan yang tercatat dalam buku order penjualan air tangki yang sudah berkali-kali membeli air tangki tetap tidak disetorkan uang hasil penjualannya padahal tidak ada kendala pengiriman," ujar JPU itu pula. 

Untuk itu, atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan hasil penjualan air tangki pada PDAM Tirta Mahottama Kabupaten Klungkung Unit Nusa Penida dalam kurun waktu Mei 2018 sampai September 2019 dan potensi kerugian sebesar Rp320.450.000, dari laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Klungkung. 

Ia mengatakan persidangan tindak pidana korupsi akan dilanjutkan pada Kamis, 10 Februari 2022 dengan agenda pembacaan surat tuntutan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi sebut motif pelaku teror bom Majalengka karena terlilit utang
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:57 WIB
Kapolres Majalengka, Jawa Barat, AKBP Edwin Affandi mengatakan motif pelaku teror bom di salah satu ...
Korlantas: Implementasi ETLE mobile sesuai karakteristik daerah
Selasa, 24 Mei 2022 - 13:47 WIB
Kasubdit Penindakan Pelanggaran (Dakgar) Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Korlantas Polri Kombes Polr...
Korlantas target dalam 5 tahun semua kendaraan gunakan pelat putih
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:03 WIB
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun semua kendaraan di Indones...
KPK sebut analisis ICW terkait kerugian keuangan negara salah kaprah
Selasa, 24 Mei 2022 - 07:15 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut analisis Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dengan...
Kejari Kabupaten Sukabumi tahan kades diduga korupsi ADD dan DD
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:31 WIB
Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi resmi menahan Kepala Desa Kabandung...
24 Mei 2017: Bom Kampung Melayu yang menyita perhatian Dunia
Selasa, 24 Mei 2022 - 06:00 WIB
Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu 24 Mei 2017 malam salah...
Polisi selidiki kasus kecelakaan kerja di PG Rendeng Kudus
Senin, 23 Mei 2022 - 23:53 WIB
Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, masih melakukan penyelidikan atas terjadinya kasus kecelakaan k...
KPK limpahkan berkas terdakwa korupsi proyek IPDN Gowa ke pengadilan
Senin, 23 Mei 2022 - 23:39 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa mantan Kepala Divisi I PT Was...
Polisi dapatkan rekaman CCTV aksi panah di Mataram
Senin, 23 Mei 2022 - 22:31 WIB
Polresta Mataram mendapatkan rekaman kamera closed circuit television (CCTV) terkait aksi orang t...
Polisi periksa Eddy Soeparno terkait laporan terhadap Muannas Alaidid
Senin, 23 Mei 2022 - 21:49 WIB
Polda Metro Jaya memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Mohammad ...
InfodariAnda (IdA)