Didukung, langkah Kejagung bongkar dan berantas mafia pupuk

Elshinta
Jumat, 28 Januari 2022 - 15:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Didukung, langkah Kejagung bongkar dan berantas mafia pupuk
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Aksi pemberantasan mafia pupuk mendapat dukungan dari kalangan internal Pupuk Indonesia. Bahkan, petinggi utama Mega Eltra--anak Pupuk Indonesia meminta kepolisian dan kejaksaan menangkap kartel mafia pupuk.

Komisaris Utama Mega Eltra  Immanuel Ebenezer menegaskan mendukung penuh kejaksaan untuk membongkar dan memberantas mafia pupuk yang selama ini merugikan petani.

"Pupuk Indonesia juga dirugikan. Padahal kita sudah memperingatkan keras agar tidak ada karyawan dan petinggi Pupuk Indonesia terlibat di kejahatan penggelapan pupuk ini," tandas aktivis 98 ini.

Karena itu  lanjut Noel, selaku komisaris pihaknya meminta para pelaku penyelewengan pupuk bersubsidi, baik itu oknum distributor, kios, dan termasuk juga oknum petani itu sendiri ditindak tegas. Noel juga mendesak para oknum seperti  joki, pengepul ataupun pihak-pihak yang memperoleh pupuk bersubsidi secara illegal ditangkap.

"Pupuk Indonesia harus berani menindak tegas dan memecat jika ada distributornya yang terlibat praktek-praktek tidak baik ini.  Aparat hukum harus masuk menyelidiki. Jangan ragu untuk mengawasi kejahatan ini," tandas Ketua Relawan Jokowi Mania ini.

Dirinya  meminta Pemerintah dan aparat hukum untuk meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di daerah-daerah, terutama pada saat pupuk sudah berada di level kios dan petani. Lantaran kata Noel,  di level tersebut pengawasan sangat kurang dan sulit diawasi.

"Kalau  distribusi saat masih dari pabrik ke gudang-gudang milik produsen pupuk relative mudah diawasi karena sudah mempunyai sistem yang baik. Problem itu saat keluar dari gudang menuju petani," ucap Noel.

Dirinya sendiri mengusulkan agar ada digitalisasi dalam penyaluran pupuk. Dirinya meyakini Pupuk Indonesia  pasti memliki kemampuan untuk membuat sistem baru berbasis teknologi digital sehingga memudahkan pendataan dan penyaluran pupuk agar lebih akurat.

Seperti diberitakan investigasi harian Kompas melacak praktik penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi ini dilakukan selama Desember 2021-Januari 2022. Penelusuran menemukan sindikat tak berizin dapat memperdagangkan dan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada siapa pun tanpa acuan harga.

Padahal, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 menyebutkan, penyaluran pupuk bersubsidi harus melalui distributor resmi yang ditunjuk PT Pupuk Indonesia. Adapun yang berhak menjual pupuk bersubsidi kepada petani hanya kios yang ditunjuk menjadi distributor resmi

Namun, di sejumlah daerah, pupuk subsidi dikuasai pedagang ilegal di jalur tidak resmi. Dari sini terjadi penyelundupan pupuk bersubsidi antardaerah. Petani membelinya ke joki, calo, juragan, dan tengkulak pupuk dengan harga mahal. Di jalur tak resmi ini siapa pun bisa membeli pupuk subsidi, termasuk pemilik perkebunan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Perkuat perdagangan dengan Arab Saudi, Kadin Jatim ikuti Indonesian Week 2022 di Riyadh
Minggu, 27 November 2022 - 18:32 WIB

Perkuat perdagangan dengan Arab Saudi, Kadin Jatim ikuti Indonesian Week 2022 di Riyadh

Elshinta.com, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendukung penuh atas upaya percepatan pem...
Pemerintah diminta maksimalkan komersialisasi Bandara Kertajati  
Sabtu, 26 November 2022 - 19:16 WIB

Pemerintah diminta maksimalkan komersialisasi Bandara Kertajati  

Elshinta.com, Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kembali melayani penerbangan umrah bagi m...
Inkrispena: Penambang nikel dinilai belum penuhi hak pekerja dan warga terdampak
Sabtu, 26 November 2022 - 18:37 WIB

Inkrispena: Penambang nikel dinilai belum penuhi hak pekerja dan warga terdampak

Elshinta.com, Direktur Eksekutif Inkrispena, Y Wasi Gede Puraka, menjelaskan bahwa Morowali dipilih ...
PLN optimalkan penyerapan tingkat komponen dalam negeri 
Sabtu, 26 November 2022 - 15:12 WIB

PLN optimalkan penyerapan tingkat komponen dalam negeri 

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonominan) Airlangga Hartarto mendu...
Buruh minta Gubsu tetapkan upah 2023 naik 13 persen
Sabtu, 26 November 2022 - 14:16 WIB

Buruh minta Gubsu tetapkan upah 2023 naik 13 persen

Elshinta.com, Ketua Exco Partai Buruh dan elemen organisasi buruh Sumatera Utara (Sumut), Willy Agu...
 YKAN dukung perikanan berkelanjutan di Indonesia 
Sabtu, 26 November 2022 - 12:56 WIB

YKAN dukung perikanan berkelanjutan di Indonesia 

Elshinta.com, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merupakan organisasi nirlaba berbasis ilmiah ...
Begini cara lebih menghemat biaya transfer uang ke luar negeri 
Jumat, 25 November 2022 - 17:58 WIB

Begini cara lebih menghemat biaya transfer uang ke luar negeri 

Elshinta.com, Di era globalisasi, baik perusahaan maupun perorangan kerap membutuhkan fasilitas tran...
Hadapi resesi global, Ketua DPD minta produksi komoditas lokal ditingkatkan
Jumat, 25 November 2022 - 15:46 WIB

Hadapi resesi global, Ketua DPD minta produksi komoditas lokal ditingkatkan

Elshinta.com, Ancaman resesi global harus menjadi prioritas program kerja pemerintah di akhir dan aw...
IHSG berpotensi menguat terbatas di tengah kenaikan suku bunga global
Jumat, 25 November 2022 - 11:55 WIB

IHSG berpotensi menguat terbatas di tengah kenaikan suku bunga global

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan b...
IHSG berpotensi menguat terbatas di tengah kenaikan suku bunga global
Jumat, 25 November 2022 - 10:38 WIB

IHSG berpotensi menguat terbatas di tengah kenaikan suku bunga global

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan be...

InfodariAnda (IdA)