Presiden Jokowi minta Korpri jadi pencetus bukan pengikut
Elshinta
Jumat, 28 Januari 2022 - 18:05 WIB |
Presiden Jokowi minta Korpri jadi pencetus bukan pengikut
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Presiden RI Joko Widodo meminta Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) terus meningkatkan kompetensi diri agar bisa menjadi trendsetter atau pencetus dalam beradaptasi dengan perubahan.

"Di era disrupsi ini, saya berharap seluruh anggota Korpri harus mau dan harus mampu beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan kompetensi diri sehingga menjadi trendsetter bukan sebagai follower," kata Presiden dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan Musyawarah Nasional IX Korpri, yang disaksikan di Jakarta, Jumat (28/1).

Kepala Negara meminta Korpri bersikap terbuka, dengan menghilangkan semua ego, baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu. Karena, menurut Presiden, banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

"Banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu kementerian, oleh satu lembaga tertentu dan bahkan oleh satu disiplin ilmu. Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi adalah kunci menghadapi tantangan masa depan," ujar Presiden.

Dia menegaskan, dengan kemajuan teknologi, tidak ada lagi toleransi bagi layanan yang rumit dan lama. Presiden meminta Korpri tidak terpaku pada cara-cara lama, melainkan segera menerapkan cara-cara baru, memanfaatkan teknologi, menerapkan e-government.

"Teknologi telah memungkinkan pelayanan dilakukan lebih cepat dan lebih akurat," kata Presiden.

Lebih jauh Presiden juga meminta Korpri untuk terus menjadi simpul penting persatuan dan kesatuan bangsa. Presiden mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama dan budaya.

Anggota Korpri, kata Presiden, juga beragam dari seluruh penjuru Tanah Air. Oleh karena itu Korpri harus menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang harmonis.

"Saya tegaskan lagi perubahan yang paling penting adalah perubahan nilai, perubahan budaya, bukan sesuatu yang mengawang-awang dan di atas kertas, tapi mampu ditransformasikan dalam etos kerja. Sehingga perubahan menjadi nyata, perubahan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, perubahan etos kerja memerlukan ekosistem yang baik. Sistem dan tata kelola harus terus diperbaiki, ASN perlu difasilitasi lingkungan kerja yang pintar, nyaman, serta produktif.

"Kita juga memerlukan lebih banyak lagi smart ASN, talenta-talenta unggul perlu diasah dengan baik, dengan pendidikan dan latihan yang berkualitas dan berstandar dunia. sehingga terbentuk ASN yang berintegritas, profesional, inovatif dan kreatif. Saya yakin dengan reformasi birokrasi yang konsisten, ASN akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air," ujar Presiden.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPRD Pasaman Barat panggil perusahaan terkait anjloknya harga sawit
Jumat, 20 Mei 2022 - 22:35 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memanggil seluruh per...
La Nyalla ingatkan warga yang hendak demo 21 Mei waspadai provokator
Jumat, 20 Mei 2022 - 20:05 WIB
Bahkan, La Nyalla sudah ingatkan aparat kepolisian untuk tidak represif terhadap aksi-aksi penyampai...
Relawan minta Presiden Jokowi evaluasi kinerja menteri
Jumat, 20 Mei 2022 - 18:27 WIB
Relawan yang tergabung dalam `Trisakti For Jokowi` meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan eval...
Ganjar: Harkitnas jadi momentum kemandirian pascakrisis kesehatan
Jumat, 20 Mei 2022 - 13:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahu...
Survei: Anies bisa menang Pilpres jika berpasangan RK atau Sandiaga
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:54 WIB
Hasil survei dari Indo Survei menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa memenangi Pemilu ...
Staf Ahli Menkopolhukam: Media harus ambil peran atasi hoaks
Jumat, 20 Mei 2022 - 10:58 WIB
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolkam) Irjen Pol. Agung Mak...
PDIP Surabaya gelar Senam Sicita di 32 titik peringati Harkitnas
Kamis, 19 Mei 2022 - 18:23 WIB
DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Jawa Timur, akan menggelar Senam Ind...
Pansel: 54 calon anggota KPI Pusat lulus seleksi tertulis
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:03 WIB
Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Usman Kansong menyatakan ...
Andi: Pemindahan IKN perlu disertai perubahan paradigma pertahanan
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:56 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto menyebutkan, pemindahan Ibu Kota dar...
Survei LSJ: Prabowo jadi capres pilihan digital natives atau millenial
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:23 WIB
Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis survei terbaru mereka tentang capres pilihan generasi digital n...
InfodariAnda (IdA)