Pedagang Pasar Pangkalan Brandan akan direlokasi guna penataan pasar
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Langkat, Sumatera Utara melakukan sosialisasi penertiban Pasar Pangkalan Brandan dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sukhyar Mulyamin, bersama Dinas terkait, di pasar tradisional Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan.

Elshinta.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Langkat, Sumatera Utara melakukan sosialisasi penertiban Pasar Pangkalan Brandan dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sukhyar Mulyamin, bersama Dinas terkait, di pasar tradisional Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan.
Dikatakan Sukhyar Mulyamin, sosialisasi kali ini sebagai penegasan kepada para pedagang untuk dapat tertib dengan menggelar lapak jualan dilokasi yang telah disediakan pemerintah. "Kami berharap agar tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab, melakukan pungutan atau menyewakan lapak yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Sabtu (29/1).
Dalam sosialisasi tersebut, dilakukan pembicaraan untuk merelokasi (pemindahan) sementara beberapa pedagang, dimana pasar yang ada saat ini dirasakan sangat padat akibat penggunaan empat kecamatan diantaranya Kecamatan Babalan, Sei Lepan, Brandan Barat dan Kecamatan Besitang.
Sementara itu nantinya pedagang sayur akan direlokasi sementara di taman bunga, pedagang ikan akan ditempatkan di lorong gandi dan tempat pelelangan ikan (TPI). Sembari menunggu pembenahan, perbaikan dan penataan yang diperkirakan memakan waktu 6-7 bulan.
Camat Babalan Aprianta Sitepu mengatakan, pihaknya melalui kelurahan akan menyurati secara resmi para pedagang agar bersedia dan kooperatif untuk ditata ulang, demi terciptanya kebersihan kenyamanan dan keamanan yang nantinya dapat dirasakan oleh para pengunjung, pembeli, para pedagang sendiri serta masyarakat lain yang melintas melalui jalan di sekitar pasar.
Selain itu juga telah dilakukan langkah langkah oleh tim penertiban dengan menyurati pedagang untuk tidak berjualan di bahu jalan, pemasangan spanduk imbauan serta siaran imbauan keliling.
Sementara para pedagang berharap, adanya pantauan, pengamanan serta tindakan tegas pemerintah terhadap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memonopoli dan melakukan pengutan liar yang meresahkan.
"Tugaskan tim trantib, agar tidak ada pungli dan hanya ada pungutan yang resmi agar tidak ada monopoli pasar," pinta pedagang.