AS pertimbangkan izin penggunaan vaksin COVID Pfizer bagi balita

Elshinta
Rabu, 02 Februari 2022 - 11:28 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
AS pertimbangkan izin penggunaan vaksin COVID Pfizer bagi balita
Ilustrasi vaksinasi pada anak. (Foto oleh CDC dari Unsplash)

Elshinta.com - Amerika Serikat tengah mempertimbangkan izin penggunaan vaksin COVID-19 pertama bagi anak-anak di bawah usia 5 tahun, satu-satunya kelompok usia yang belum tercakup dalam program vaksinasi.

Langkah itu dilakukan setelah Pfizer Inc dan BioNTech SE mulai mengajukan permohonan izin pada Selasa.

Keputusan tentang hal itu diharapkan akan keluar paling cepat bulan ini.

Kedua perusahaan mengatakan mereka mulai mengajukan data untuk izin penggunaan darurat meskipun mereka belum memenuhi target penting dalam uji klinis terhadap kelompok usia 2-4 tahun.

Pengajuan data dilakukan atas permintaan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memenuhi kebutuhan mendesak di sektor kesehatan publik bagi kelompok usia tersebut, kata mereka.

Kehadiran vaksin bagi anak-anak yang lebih muda dapat membantu para orang tua yang harus menghadapi karantina dan penutupan tempat-tempat pra-sekolah dan penitipan anak.

"Memiliki vaksin yang aman dan efektif bagi anak-anak di kelompok usia ini menjadi prioritas," kata penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock.

Dia mengatakan FDA meminta pengajuan dari kedua perusahaan karena wabah kasus Omicron saat ini.

FDA mengatakan komite penasihat pakar dari luar FDA akan bertemu pada 15 Februari untuk membahas persetujuan itu.

Jika mereka setuju, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga perlu menyetujui tentang bagaimana vaksin itu diberikan dalam pertemuan panel penasihatnya.

Pfizer dan BioNTech mengatakan mereka meminta persetujuan FDA atas penggunaan dua dosis pertama dari rejimen tiga-dosis vaksin buatan mereka.

"Jika dua dosis diizinkan, para orang tua akan punya kesempatan untuk mulai mengimunisasi anak-anak mereka dengan vaksin COVID-19 sambil menunggu persetujuan bagi dosis ketiga," kata CEO Pfizer Albert Bourla.

Dia mengatakan perusahaannya yakin tiga dosis vaksin akan diperlukan "untuk mencapai level perlindungan tinggi terhadap varian saat ini dan di masa depan".

Kedua perusahaan diharapkan dapat menyelesaikan pengajuan data ke FDA dalam beberapa hari mendatang. Data tentang dosis ketiga akan diajukan kemudian.

Pfizer dan BioNTech tengah menguji dosis 3 mikrogram vaksin pada kelompok usia itu. Dosis itu lebih rendah dari 10 mikrogram vaksin untuk anak 5-11 tahun dan 30 mikrogram untuk anak usia 12 tahun ke atas.

Kedua perusahaan mengatakan mereka berharap memiliki pasokan dosis 3 mikrogram yang cukup jika FDA mengizinkan vaksin tersebut.

Pengajuan izin oleh Pfizer-BioNTech dapat mempercepat vaksinasi bagi kelompok usia balita bulan ini.

Pfizer saat ini sedang menguji dua dosis dengan jarak waktu tiga pekan, diikuti dengan dosis ketiga minimal delapan pekan kemudian.

Pada Desember, Pfizer mengatakan pihaknya sedang mengubah percobaan klinisnya untuk menguji versi tiga-dosis dari vaksin tersebut karena dosis rendah menghasilkan respons kekebalan yang lebih lemah pada anak usia 2-4 tahun dibandingkan respons pada usia 16-25 tahun.

Pada anak usia 6 bulan hingga 24 bulan, vaksin tersebut memicu respons kekebalan yang setara dengan usia 16-25 tahun.

Untuk anak usia 5 tahun ke atas, vaksin Pfizer/BioNTech itu telah mendapatkan izin penggunaan darurat di AS.

Vaksin itu juga mendapatkan izin penuh untuk digunakan di kalangan orang dewasa.

FDA juga telah mengizinkan vaksin tersebut sebagai dosis penguat (booster) bagi orang dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas.

Vaksinasi di kalangan anak-anak di AS masih berjalan lambat. Hingga kini baru sekitar 22 persen anak usia 5-11 tahun yang telah menerima dua dosis sejak kampanye inokulasi bagi kelompok usia itu dimulai November lalu.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
AS larang peralatan telekomunikasi baru dari Huawei & ZTE
Minggu, 27 November 2022 - 14:11 WIB

AS larang peralatan telekomunikasi baru dari Huawei & ZTE

Elshinta.com, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan pada hari Jumat (25/11) waktu setempat bahw...
Presiden Biden umumkan bantuan 20 miliar dolar bagi transisi energi RI
Selasa, 15 November 2022 - 22:55 WIB

Presiden Biden umumkan bantuan 20 miliar dolar bagi transisi energi RI

Elshinta.com, Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada KTT G20 di Bali, Selasa, mengumumkan AS bersa...
Hasil pemilu sela 2022 perlihatkan politik populis tak laku di AS
Minggu, 13 November 2022 - 14:48 WIB

Hasil pemilu sela 2022 perlihatkan politik populis tak laku di AS

Elshinta.com, Seandainya inflasi tak menyerang Amerika Serikat, Partai Demokrat mungkin menjadi peme...
Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic
Minggu, 25 September 2022 - 00:11 WIB

Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan RI menjajaki kerja sama dengan rumah sakit ternama Cleveland Cli...
Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko
Minggu, 11 September 2022 - 16:45 WIB

Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko

Elshinta.com, Apple dan Google diselidiki atas tuduhan praktik anti persaingan di Meksiko setelah ma...
AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan
Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:41 WIB

AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan

Pemerintah AS mengumumkan tambahan 30 juta dolar (sekitar Rp445,4 miliar) untuk membantu Pakistan pu...
Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia
Rabu, 17 Agustus 2022 - 13:19 WIB

Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyatakan kebanggaannya atas sejarah panjang per...
Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:07 WIB

Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim

Indonesia dan Amerika Serikat mempererat kerja sama bilateral terkait perubahan iklim dengan Menteri...
Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:23 WIB

Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan

Boeing mengumumkan pada Senin (1/8) bahwa mereka akan membuka pusat penelitian dan teknologi Boeing ...
Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan
Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:15 WIB

Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan

Jaksa penuntut umum federal di Brazil meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur baru sampai Januari ...

InfodariAnda (IdA)