Top
Begin typing your search above and press return to search.

ITN Malang kukuhkan Profesor ke-9 bidang ilmu manajemen

Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan Prof. DR. Ir.Sutanto Hidayat MT sebagai Profesor di bidang Ilmu Manajemen.

ITN Malang kukuhkan Profesor ke-9 bidang ilmu manajemen
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan Prof. DR. Ir.Sutanto Hidayat MT sebagai Profesor di bidang Ilmu Manajemen. Pengukuhan Profesor ke -9 ini dilakukan melalui Rapat Terbuka Senat ITN Malang yang dipimpin langsung Rektor ITN, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE di aula pertemuan ITN di Jalan Sigura-gura, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (3/2).

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengungkapkan kebanggaannya terkait penambahan guru besar. “Ini menjadi motivasi apalagi di usia yang cukup senior berhasil meraih tingkat keilmuan apalagi meraih gelar Profesor bukan merupakan hal yang gampang, meski pemerintah ada program percepatan profesor namun untuk menempuhnya sangat sulit,” kata Rektor ITN seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (3/2).

Pada kesempatan itu, rektor memaparkan besaran jumlah dosen yang mencapai 200 ribuan sementara guru besar atau profesor hanya 87 ribu.

“ITN Malang sendiri punya 40 orang bergelar Doktor tapi masih minim untuk meraih gelar profesor dan itu tantangan bagi pihaknya dan mudah-mudahan tahun ini kita dorong 10 orang dari ITN menjadi Profesor sedangkan ITN Malang memiliki 9 Profesor,“ ujarnya.

Sementara itu dalam pidato Ilmiahnya bertemakan, ”Manajemen Pembangunan Infrastruktur sebagai Penguat Kebijakan Publik Menuju Peningkatan Ekonomi yang Mapan”, Prof. DR. Ir. Sutanto Hidayat lebih menekankan pada kebijakan pemerintah.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan sebagai bentuk kegiatannya dalam membangun kehidupan rakyatnya untuk lebih sejahtera. Baik itu bangunan ekonomi sebagai penopang kehidupan rakyat, serta bangunan demokrasi sebagai tiang yang memperkuat pemerintah itu sendiri. Namun ada juga yang berpendapat demokrasi bersifat indirect impact terhadap pertumbuhan ekonomi. Demokrasi dianggap
sebagai suatu metainstitution atau institusi induk yang dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya institusi-institusi lain yang berkualitas, artinya efektif dan dengan tatakelola atau governance yang baik. Sikap suatu pemerintah dapat terlihat dari kebijakan,” jelasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire