Empat faktor penyebab hasil tes COVID-19 bisa beda dalam sehari

Elshinta
Rabu, 09 Februari 2022 - 13:21 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Empat faktor penyebab hasil tes COVID-19 bisa beda dalam sehari
Petugas Dinkes Kota Madiun melakukan tes antigen di terhadap sejumlah siswa dan guru di SD Muhammadiyah dan SMPN 2 setempat, Kamis (20/1/2022). Pemeriksaan tersebut terkait kasus penularan COVID-19 dari klaster instansi perbankan di Kota Madiun. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Elshinta.com - Guru Besar Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan ada setidaknya empat faktor yang menyebabkan seseorang mendapati hasil tes COVID-19 yang berbeda-beda dalam sehari sebagaimana dialami selebritas Atiqah Hasiholan.

Keempat faktor yang menyebabkan hasil tes COVID-19--baik tes antigen maupun PCR (Polymerase Chain Reaction)--bisa berbeda dalam sehari, antara lain terkait jumlah virus yang ada pada pasien dan proses pengambilan sampelnya.

"Jumlah virus yang ada pada pasien. Proses pengambilan sampel, apakah memang tepat sesuai tempat yang ada jumlah virus yang memadai," kata Prof. Tjandra kepada ANTARA, Rabu.

Faktor lainnya, sambung dokter yang pernah menjabat sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan itu, adalah transportasi sampel dari tempat pengambilan ke tempat pemeriksaan, dan terakhir terkait proses pemeriksaan di laboratorium.

"Baik aspek teknik laboratorik maupun juga proses administrasi pencatatan dan pelaporan hasil," tutur Prof. Tjandra mendetilkan.

Sebelumnya, Atiqah melalui unggahan di fitur Instagram Story mengungkapkan sempat menjalani tiga kali tes swab dalam satu hari dengan hasil PCR pertama positif, sementara berikutnya swab antigen negatif, kemudian PCR kedua negatif. Tiga hari sebelumnya, dia juga menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif.

Terkait hasil tes COVID-19, mengutip laman Prevention, ada empat kemungkinan hasil termasuk pada tes PCR yakni benar positif, benar negatif, positif palsu, dan negatif palsu. Benar dan salah mengacu pada keakuratan tes, sementara positif dan negatif mengacu pada hasil yang terima pasien.

Professor di Department of Laboratory Medicine and Pathology at the University of Washington School of Medicine, Geoffrey Baird, M.D., Ph.D. menuturkan, hasil positif palsu berarti seseorang telah mendapatkan hasil positif, tetapi tidak benar-benar terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Menurut dia, tes antigen paling akurat ketika yang menjalani tes memiliki gejala, karena biasanya itu berkorelasi dengan adanya banyak virus di tubuh sehingga lebih mudah untuk dideteksi.

Tes antigen COVID-19 mengharuskan pemeriksa menyeka lubang hidung pasien untuk mengumpulkan sampel, tetapi tujuannya bukan untuk mengambil lendir.

“Banyak orang berpikir menggali sedalam mungkin. Itu sebenarnya dapat menyebabkan beberapa hasil positif palsu. Ingus, rambut, darah, dan tambahan lainnya dapat mengganggu kemampuan tes untuk mengidentifikasi antigen SARS-CoV-2," kata Baird.

Walau begitu, standar emas pengujian COVID-19 yakni dengan tes PCR atau juga dikenal sebagai pengujian molekuler, ungkap pakar kesehatan dari Johns Hopkins Center for Health Security, Gigi Gronvall, Ph.D.

Namun, tes antigen bisa sama sensitifnya dengan tes PCR ketika seseorang mengalami gejala.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, meskipun spesifisitas tinggi dari tes antigen, hasil positif palsu bisa saja terjadi.

"Secara umum, untuk semua tes diagnostik, semakin rendah prevalensi infeksi di masyarakat, semakin tinggi proporsi hasil tes positif palsu,” ungkap CDC.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:07 WIB

Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda

Elshinta.com, Gejala penyakit saraf seperti sakit kepala, nyeri tengkuk, nyeri pinggang bawah, kesem...
Tips konsumsi obat yang aman untuk balita
Rabu, 08 Februari 2023 - 16:30 WIB

Tips konsumsi obat yang aman untuk balita

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan ber...
Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG
Rabu, 08 Februari 2023 - 11:46 WIB

Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG

Elshinta.com, PT Pharos Indonesia pada Selasa (7/2) menyampaikan hasil uji ulang keamanan produk Pra...
 Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall
Selasa, 07 Februari 2023 - 10:05 WIB

Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall

Elshinta.com, Terkait pemberitaan mengenai pasien anak yang mengalami Gagal Ginjal Akut Progresif At...
Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos
Senin, 06 Februari 2023 - 22:47 WIB

Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos

Elshinta.com, Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sekaligus spesialis anak dan konsu...
Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?
Senin, 06 Februari 2023 - 20:59 WIB

Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?

Elshinta.com, Penderita campak sebaiknya dirawat di ruang khusus atau melakukan isolasi agar tak men...
Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing
Sabtu, 04 Februari 2023 - 19:24 WIB

Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing

Elshinta.com, Pakar bedah plastik asal Canada, Dale Podolsky seorang Craniofacial and Cleft Surgery...
Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua
Sabtu, 04 Februari 2023 - 16:07 WIB

Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua

Elshinta.com, Untuk kesekian kalinya Danramil 1710-07/Mapurujaya Lettu Inf Yakonias Maniagasi melaks...
4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`
Sabtu, 04 Februari 2023 - 14:11 WIB

4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`

Elshinta.com, Orang-orang yang berpengaruh buruk atau dikenal sebagai toxic people dapat mempengar...
Manfaat Hyalucomplex-10 dan Panthenol untuk hidrasi kulit
Sabtu, 04 Februari 2023 - 09:15 WIB

Manfaat Hyalucomplex-10 dan Panthenol untuk hidrasi kulit

Elshinta.com, Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis dengan tingkat kelembapan udara ...

InfodariAnda (IdA)