Pola hidup sehat sebagai upaya penting dalam mencegah kanker

Elshinta
Rabu, 09 Februari 2022 - 23:05 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Pola hidup sehat sebagai upaya penting dalam mencegah kanker
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan (Pixabay)

Elshinta.com - Penerapan gaya hidup sehat menjadi bagian penting demi mencegah seseorang terkena kanker sehingga ini perlu dikampanyekan lebih sering, menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dr. Evlina Suzanna, SpPA(K).

Dokter yang aktif di International Cancer Center Rumah Sakit Dharmais itu mengatakan, upaya yang bisa terapkan sebagai gaya hidup antara lain memeriksa kesehatan berkala, mengenyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, melakukan diet seimbang, beristirahat cukup dan mengelola stres.

Memeriksa kesehatan berkala, dalam konteks penyakit kanker salah satunya bisa dalam bentuk skrining atau upaya menemukan suatu penyakit sebelum menjadi kanker. Pemeriksaan ini disarankan untuk mereka yang belum bergejala namun memiliki risiko tinggi terkena kanker. Sementara pada mereka dengan faktor risiko dan sudah bergejala, disarankan melakukan deteksi dini.

Pada kasus pencegahan kanker paru, skrining dilakukan dengan CT-scan low dose setidaknya setiap dua tahun sekali pada orang berusia di atas 45 tahun dan termasuk perokok aktif serta pasif, berusia 40 tahun dengan riwayat kanker paru di keluarga serta bekerja di sektor bangunan semisal pekerja bangunan.

Sementara pada jenis kanker lain, semisal serviks, skrining bisa dilakukan melalui pap smear khusus pada wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Tes ini, seperti dikutip dari Medical News Today, dapat mendeteksi sel-sel abnormal, human papillomavirus (HPV), dan kanker serviks sehingga memungkinkan dokter untuk memberikan perawatan dan rencana perawatan terbaik dan tepat. Pap smear seharusnya tidak menyakitkan, tetapi mungkin menyebabkan sedikit rasa tak nyaman di area panggul. Semakin seseorang rileks, maka semakin kecil kemungkinan ketidaknyamanan selama pemeriksaan.

Selain pap smear, skrining juga bisa melalui tes HPV dan melihat mulut rahim untuk mendeteksi ada atau tidaknya masalah, ungkap dokter spesialis kebidanan & kandungan konsultan onkologi ginekologi dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Bambang Dwipoyono, BD.Sp.OG, MS, MARS. Hanya saja, skrining belum dilakukan rutin sebagian perempuan. Menurut Bambang, temuan di lapangan menunjukkan sebanyak 50-60 persen dari total pasien kanker serviks justru tidak pernah dan jarang melakukan skrining.

Sementara pada perempuan yang belum aktif melakukan hubungan seksual, dia menyarankan segera mendapatkan vaksin HPV. Usia yang direkomendasikan yakni saat 10-14 tahun.

Selain itu, penting bagi mereka mendapatkan informasi mengenai faktor risiko kanker serviks seperti kebiasaan berganti-ganti pasangan dan merokok .

"Kalau melakukan vaksinasi, skrining sekali seumur hidup, pasien diterapi dengan baik maka terjadi penurunan kanker serviks. Kalau 70 persen perempuan dilakukan skrining dan mengobati (bila ada kanker), maka bisa mengatasi kanker serviks, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata Bambang dalam sebuah webinar, belum lama ini.

Di sisi lain, upaya lain terkait gaya hidup cegah kanker yakni mengenyahkan asap rokok dan kebiasaan merokok yang menjadi faktor risiko utama kanker termasuk pada paru. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, perokok berisiko 15-30 kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru atau meninggal karena kanker paru-paru dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan, merokok beberapa batang sehari atau merokok bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru.

"Enyahkan asap rokok, hati-hati kalau masuk dalam ruangan asap rokok atau bekas merokok, bukan saja pasif tetapi bekas-bekasnya ada. Jangan ada di lingkungan perokok atau polutan," kata Evlina.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi medik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia DR. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, rokok sudah mendarahdaging di masyarakat. Upaya edukasi yang menyasar para perokok pun tak bisa menujuk.

"Pagi-pagi merokok dulu. Kalau bisa lakukan edukasi tidak menunjuk pada orang-orang, pada akhirnya terkait kewaspadaan dan kesadaran sendiri," tutur dia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Global Cancer Observation (Globocan) tahun 2020 memperlihatkan, kanker paru menjadi salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia, di mana terdapat 34.783 kasus baru dan 30.843 kematian akibat kanker paru selama tahun 2020.

Kanker paru juga termasuk jenis kanker yang paling banyak terjadi pada laki-laki, di mana setidaknya 25.943 kasus atau sekitar 14,1 persen dari seluruh kasus kanker baru terjadi pada laki-laki.

Namun, angka kesintasan kanker paru terbilang cukup rendah. Data dari jurnal The Lancet Oncology, salah satu jurnal penelitian dari Eropa tahun 2014 memperlihatkan hanya sekitar 13,7 persen pasien kanker paru yang masih bertahan dalam 5 tahun setelah diagnosis ditegakkan, sementara rata-rata lama hidup pasien setelah diagnosis kanker paru adalah 8 bulan

Kanker paru juga termasuk penyakit dengan dampak yang multidimensi. Berdasarkan penelitian dari Japanese Journal of Clinical Oncology tahun 2014, pasien dengan kanker paru memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan pasien kanker lainnya dikarenakan tekanan mental yang dirasakan.

Hal ini karena biaya pengobatannya yang besar dan berpotensi mempengaruhi produktivitas keluarga atau pengasuh pasien, yang seringkali semestinya sedang berada dalam masa puncak produktivitas mereka. Berbagai jurnal penelitian dari Eropa dan Amerika menunjukkan dampak ekonomi dan sosial kanker paru diperkirakan yang terbesar di antara semua jenis kanker.

Oleh karena itu, Direktur Eksekutif, Research of Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO), Prof. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K), Ph.D. menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko kanker paru sebagai salah satu langkah penting untuk mencegah dan menurunkan jumlah insiden kanker paru khususnya di Indonesia.

Menurut dia, skrining dan deteksi dini sangat diperlukan agar pasien kanker paru ditemukan pada stadium dini sehingga upaya untuk meningkatkan angka tahan hidup (kesintasan) dapat dicapai.

Skrining pada kanker paru diharapkan bisa dilakukan bagi masyarakat luas yang memiliki faktor risiko tinggi, terutama yang terpapar asap rokok, apalagi para perokok berat dan mempunyai riwayat kanker paru dalam keluarganya.

Dia mengatakan, banyak negara telah menerapkan kebijakan skrining dengan menggunakan low-dose CT scan (LDCT) untuk deteksi dini kanker paru. Kebijakan tersebut didukung hasil studi di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa yang menunjukkan efektivitas biaya dalam program skrining kanker paru.

"Harapannya di Indonesia kanker paru pun bisa segera masuk ke dalam program deteksi dini dari Kementerian Kesehatan," kata Elisna.

Selain pemeriksaan kesehatan berkala, upaya lainnya yang bisa dilakukan demi mencegah kanker yakni rajin beraktivitas fisik, melakukan diet seimbang, beristirahat cukup dan mengelola stres.

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, seseorang perlu beraktivitas setidaknya 30 menit per hari selama 5 kali seminggu. Aktivitas ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali sehari sekali 10 menit atau 2 kali sehari selama 15 menit.

Dalam hal diet, seperti dikutip dari WebMD, termasuk membatasi asupan daging merah, minuman beralkohol, makanan yang digoreng dan gula olahan.

Orang-orang disarankan mengonsumsi biji-bijian seperti gandum utuh, barley, dan oat, serta banyak asupan buah dan sayuran. Banyak buah dan sayuran memiliki potensi melawan kanker, misalnya, likopen, fitokimia dalam tomat yang terbukti memperlambat pertumbuhan tumor payudara, paru-paru, dan endometrium serta mengurangi risiko kanker prostat, lambung dan pankreas.

Sementara dalam hal istirahat, menurut CDC, orang dewasa membutuhkan 7 jam atau lebih tidur per malam untuk kesehatan dan kesejahteraannya. Durasi tidur pendek didefinisikan sebagai kurang dari 7 jam tidur per periode 24 jam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:07 WIB

Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda

Elshinta.com, Gejala penyakit saraf seperti sakit kepala, nyeri tengkuk, nyeri pinggang bawah, kesem...
Tips konsumsi obat yang aman untuk balita
Rabu, 08 Februari 2023 - 16:30 WIB

Tips konsumsi obat yang aman untuk balita

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan ber...
Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG
Rabu, 08 Februari 2023 - 11:46 WIB

Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG

Elshinta.com, PT Pharos Indonesia pada Selasa (7/2) menyampaikan hasil uji ulang keamanan produk Pra...
 Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall
Selasa, 07 Februari 2023 - 10:05 WIB

Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall

Elshinta.com, Terkait pemberitaan mengenai pasien anak yang mengalami Gagal Ginjal Akut Progresif At...
Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos
Senin, 06 Februari 2023 - 22:47 WIB

Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos

Elshinta.com, Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sekaligus spesialis anak dan konsu...
Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?
Senin, 06 Februari 2023 - 20:59 WIB

Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?

Elshinta.com, Penderita campak sebaiknya dirawat di ruang khusus atau melakukan isolasi agar tak men...
Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing
Sabtu, 04 Februari 2023 - 19:24 WIB

Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing

Elshinta.com, Pakar bedah plastik asal Canada, Dale Podolsky seorang Craniofacial and Cleft Surgery...
Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua
Sabtu, 04 Februari 2023 - 16:07 WIB

Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua

Elshinta.com, Untuk kesekian kalinya Danramil 1710-07/Mapurujaya Lettu Inf Yakonias Maniagasi melaks...
4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`
Sabtu, 04 Februari 2023 - 14:11 WIB

4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`

Elshinta.com, Orang-orang yang berpengaruh buruk atau dikenal sebagai toxic people dapat mempengar...
Manfaat Hyalucomplex-10 dan Panthenol untuk hidrasi kulit
Sabtu, 04 Februari 2023 - 09:15 WIB

Manfaat Hyalucomplex-10 dan Panthenol untuk hidrasi kulit

Elshinta.com, Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis dengan tingkat kelembapan udara ...

InfodariAnda (IdA)