COVAX kurangi jatah vaksin untuk Korut

Elshinta
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:10 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
COVAX kurangi jatah vaksin untuk Korut
Arsip - Diplomat Rusia dan keluarganya menggunakan kereta lori yang digerakkan secara manual melintasi garis demarkasi antara Rusia - Korea Utara saat meninggalkan Korea Utara terkait pandemi COVID-19, Kamis (25/2/2021). Russian Foreign Ministry/Handout via REUTERS

Elshinta.com - Program berbagi vaksin global COVAX mengurangi jatah vaksin yang dialokasikan untuk Korea Utara, karena negara itu sejauh ini gagal mengatur pengiriman vaksin COVID-19.

Berdasarkan situs yang dikelola Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), vaksin yang dialokasikan untuk Korut saat ini 1,54 juta dosis atau turun dari jumlah tahun lalu yaitu 8,11 juta dosis.

Menurut Aliansi Vaksin Gavi yang membantu menjalankan distribusi vaksin, tahun ini COVAX mulai mengalokasikan vaksin berdasarkan kebutuhan, sehingga akumulasi dosis yang sebelumnya dialokasikan ke Korut tidak lagi relevan.

"Vaksin dialokasikan ke (Korea Utara) dengan pertimbangan teknis untuk memungkinkan negara tersebut mengejar target imunisasi internasional pada 2022 jika pemerintah memutuskan untuk memperkenalkan imunisasi COVID-19 sebagai bagian dari respons pandemi nasional," kata juru bicara Gavi dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Kamis.

Tidak diketahui apakah Korut telah mengimpor vaksin COVID-19, meskipun media melaporkan beberapa orang penting seperti pejabat kontrol perbatasan, mungkin telah divaksin.

Tahun lalu Korut menolak rencana pengiriman vaksin AstraZeneca oleh COVAX karena kekhawatiran akan efek samping, kata sebuah lembaga pemikir Korea Selatan saat itu.

Pyongyang juga menolak tawaran 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech China, kata UNICEF tahun lalu.

"Gavi dan COVAX melanjutkan dialog dengan (Korea Utara) untuk mengoperasionalkan program imunisasi COVID-19," kata juru bicara Gavi.

Korut belum secara resmi mengonfirmasi satu pun infeksi virus corona, meskipun para pejabat di Korsel dan Amerika Serikat meragukan bahwa negara itu bebas dari COVID.

Korut adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasan ketika pandemi mulai menyebar pada 2020, dan baru bulan lalu mulai mengizinkan beberapa kereta melintasi perbatasan dengan China.

Parlemen Korut menyetujui peningkatan 33,3 persen anggaran belanja untuk mengatasi pandemi tahun ini, menurut laporan media pemerintah pada Selasa (8/2).

"Pekerjaan pencegahan epidemi darurat akan menjadi prioritas utama (Komisi) Urusan Negara dan tembok pencegahan epidemi akan lebih diintensifkan," kata Perdana Menteri Korut Kim Tok Hun dalam pidatonya.


Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Beijing larang pasang barikade meskipun pandemi tak kunjung reda
Senin, 28 November 2022 - 13:20 WIB

Beijing larang pasang barikade meskipun pandemi tak kunjung reda

Elshinta.com, Pemerintah Kota Beijing melarang pemasangan barikade di kompleks permukiman meskipun p...
Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur
Senin, 28 November 2022 - 11:52 WIB

Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur

Elshinta.com, Protes terhadap kebijakan ketat `nol-COVID` China yang melibatkan penguncian (lockdown...
Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai `paling dicintai`, `berharga`
Senin, 28 November 2022 - 11:16 WIB

Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai `paling dicintai`, `berharga`

Elshinta.com, Korea Utara pada Minggu (27/11) kembali memberitakan tentang putri dari pemimpin Korut...
KBRI ubah jam kerja karena lonjakan kasus COVID-19 di Beijing
Minggu, 27 November 2022 - 20:11 WIB

KBRI ubah jam kerja karena lonjakan kasus COVID-19 di Beijing

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Beijing mengubah jam kerja para staf di tengah peningkatan kasus ...
Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mundur dari ketua partai penguasa
Minggu, 27 November 2022 - 17:59 WIB

Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mundur dari ketua partai penguasa

Elshinta.com, Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Progresif Demokrat...
Kemlu: Tidak ada korban WNI dalam banjir di Jeddah Saudi
Sabtu, 26 November 2022 - 08:23 WIB

Kemlu: Tidak ada korban WNI dalam banjir di Jeddah Saudi

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengatakan tidak ada korban dari...
Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku
Sabtu, 26 November 2022 - 06:15 WIB

Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku

Elshinta.com, Sebuah kapal penjaga pantai China dilengkapi dengan meriam terbesar yang pernah terlih...
Rusia berpotensi hadapi gelombang baru COVID-19
Jumat, 25 November 2022 - 17:36 WIB

Rusia berpotensi hadapi gelombang baru COVID-19

Elshinta.com, Sub-varian virus corona Omicron, BQ.1.1 Cerberus lebih menular dibanding varian sebelu...
Kongres Pemda se-Asia Timur sepakati kerja sama industri & pariwisata
Jumat, 25 November 2022 - 13:23 WIB

Kongres Pemda se-Asia Timur sepakati kerja sama industri & pariwisata

Elshinta.com, Kongres Pemerintah Daerah Se-Asia Timur ke-11 menghasilkan kerja sama di bidang indust...
Situasi pandemi di Beijing makin kritis, RS sementara dibuka
Kamis, 24 November 2022 - 13:35 WIB

Situasi pandemi di Beijing makin kritis, RS sementara dibuka

Elshinta.com, Situasi pandemi COVID-19 di Beijing makin kritis dengan adanya penambahan sekitar 2.00...

InfodariAnda (IdA)