Top
Begin typing your search above and press return to search.

Semburan lumpur pipa gas PT PGE yang bocor selesai diatasi

Ratusan Warga Gampong Blang dan Gampong Teungoh Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara gelar aksi unjuk rasa ke pihak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE) Aceh Utara.

Semburan lumpur pipa gas PT PGE yang bocor selesai diatasi
X
Sumber foto: Hamdani/elshinta.com

Elshinta.com - Ratusan Warga Gampong Blang dan Gampong Teungoh Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara gelar aksi unjuk rasa ke pihak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE) Aceh Utara. Aksi tersebut terkait adanya pipa gas bocor milik PT Pema Global Energy tepatnya di Clauster 1. Aksi warga ini juga mengusung sejumlah poster bertuliskan di antaranya, "Pak jokowi kami takut desa kami tenggelam".

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, melalui Kapolsek Syamtalira Aron, Iptu Parlindungan Parhusip mengatakan, aksi warga menuntut agar pipa yang bocor tersebut agar ditutup dan diperbaiki, dikarenakan semburan gas dan lumpur mengeluarkan bau yang mengganggu dan berbahaya bagi kesehatan warga yang tinggal di sekitar bocoran pipa tersebut.

"Sekira pukul 15.00 wib, warga serta perangkat desa datang untuk bertemu dengan pihak PT. Pema Global Energy, dan kedatangan warga ini diterima langsung oleh Khairil selaku menajemen dari Pihak PT Pema Global Energi," kata Parhusip seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Senin (14/2).

Parhusip menjelaskan, hasil mediasi dengan unjuk rasa warga meminta pihak PT Pema agar segera menutup dan memperbaiki pipa yang bocor. Selanjutnya warga sekitar yang terdampak dari bau bocoran gas tersebut, agar diberikan konpensasi.

"Hasil selanjutnya akan disampaikan pada pertemuan pada hari ini, Senin (14/2) di kantor PT Pema, Poin A," katanya.

Aksi unjuk rasa tersebut dijaga pengamanan oleh jajaran kepolisian Polsek Syamtalira Aron dan situasi aman kondusif hingga akhirnya warga kembali pulang ke tempat masing-masing.

Sementara itu terkait gelembung lumpur di cluster 1 PT. PGE Aceh Utara, Agus Salim, Relation Coordinator (PGE) mengatakan, kebocoran terjadi pada pipa yang mengalirkan gas dari cluster 1 ke cluster 2, tidak berbahaya dan kebocoran tersebut tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakat sekitar karena lokasi kebocoran terdapat di dalam areal cluster produksi dan jauh dari permukiman penduduk.

"Saat ini pipa tersebut sudah ditutup dan sedang dilakukan perbaikan oleh tim teknis PGE dengan terlebih dahulu mengeringkan sisa gas dan cairan yang terdapat di dalam pipa tersebut. Masyarakat jangan khawatir karena hal tersebut dipastikan tidak berbahaya. Bau yang ditimbulkan adalah bau lumpur yang keluar dari pipa dan akan segera habis," tutupnya.

Kondisi terakhir terkait semburan lumpur pipa gas PGE di Gampong Blang Kecamatan Syamtalira Aron kini sudah terlihat normal kembali seperti biasanya dan tidak ada lagi semburan keluar dari tempat kejadian tersebut. Sudah kondusif, aman terkendali.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire