Survei SPIN: Prabowo masih teratas
Lembaga riset dari Survei & Polling Indonesia (SPIN) kembali merilis hasil surveinya untuk memotret seperti apa konstelasi sosial politik di kalangan masyarakat dewasa ini, salah satunya adalah tentang potensi tokoh-tokoh nasional dalam bursa Pilpres 2024 mendatang.

Elshinta.com - Lembaga riset dari Survei & Polling Indonesia (SPIN) kembali merilis hasil surveinya untuk memotret seperti apa konstelasi sosial politik di kalangan masyarakat dewasa ini, salah satunya adalah tentang potensi tokoh-tokoh nasional dalam bursa Pilpres 2024 mendatang.
Direktur SPIN, Igor Dirgantara mengatakan, bahwa pertama ia mengukur seperti apa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat saat ini. Dan dari hasil risetnya itu, mayoritas masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintah.
"Hasil survei menunjukkan ada sebesar 60,8 persen publik menilai seperti itu. Sementara sebagian kecil atau 13,7 persen menilai tidak memuaskan dan ada 20,1 persen yang menyatakan biasa saja," kata Igor dalam rilis surveinya, Senin (14/2).
Lebih jauh, Igor juga ingin melihat sedikit lebih dalam tentang aspek arah pembangunan yang ingin dilanjutkan itu. Mayoritas menjawab bahwa Bansos, Ketahanan Pangan serta Modernisasi Alutsista menjadi lebih dominan.
"Sebagian besar berpendapat bidang sosial (Bansos) 55,5 persen; Katahanan pangan 52,6 persen; Modernisasi alutsista 50,9 persen," jelasnya.
Menariknya, ketika ditanya siapa yang paling pantas meneruskan arah pembangunan pemerintahan sekarang, lebih banyak menyebut bahwa Prabowo Subianto dianggap sosok yang paling tepat.
"Sebagian besar publik atau sekitar 20,1 persen menjawab Prabowo; Anies Baswedan 11,5 persen; Ridwan Kamil 10,3 persen; Ganjar 9,8 persen dan seterusnya," tandasnya.
Menurut Igor, jika ditilik dari sisi kepantasan Prabowo, mungkin saja didapat dari konsistensinya dalam menjalankan program-program pembangunan Jokowi di bidang pertahanan dan bidang terkait lainnya.
"Secara personal juga Prabowo terlihat telah matang dan penuh pengalaman terkait pemerintahan," imbuh Igor seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Rizkiyanto, Senin (14/2).
Selanjutnya di bawah Prabowo, ada nama Anies Baswedan yang hanya mendapat 13,6 persen dan Ganjar Pranowo sebesar 12,8 persen. Posisi selanjutnya di tempati berturut-turut oleh Ridwan Kamil (6,1 persen); AHY (4,4 persen); Sandiaga Uno (4,1 persen); dan Puan Maharani (3,0 persen). Tri Rismaharini dan Khofifah berbagi persentase yang sama (1,6 persen); di posisi ke-10 ditempati Erick Thohir (1,5 persen); Airlangga Hartarto (1,3 pesen) dan seterusnya. Sementara ada 20,4 persen publik yang masih belum menentukan pilihanya.
Lagi-lagi dapat diambil kesimpulan, bahwa mengapa elektabilitas Prabowo Subianto masih berada di puncak tangga survei, karena konsistensi dan fokus kinerja Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu dalam menjalankan tugas-tugas negara.
"Karena konsistensi fokus kerjanya sebagai menteri pertahanan di pemerintahan yang secara konkret dapat disaksikan dan didengar oleh publik luas dari beragam saluran media penuh dengan prestasi," tuturnya.
Di sisi lain, peran mesin partai juga tak kalah ikut andil di dalam mendongkrak penilaian publik terhadap sosok Prabowo Subianto. Dukungan yang solid dari partai Gerindra mulai dari bawah hingga di atas untuk mendapuk kembali Ketumnya sebagai calon Presiden di 2024 juga sangat jelas terdengar oleh publik sehingga pilihan publik mayoritas jatuh ke Prabowo.
Perlu diketahui, bahwa survei ini dilakukan oleh SPIN pada tanggal 31 Januari - 11 Februari 2022 dengan melibatkan 1.230 responden yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan cara tatap muka dibantu lembaran kuesioner. Survei ini juga menggunakan metode probability sampling dan multistage random sampling dengan Margin of Error (MoE) kurang lebih 2,8 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.