Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tamu dan pegawai di Gedung Rektorat UB jalani UBreath untuk cegah Omicron

Puluhan pegawai dan pengunjung kantor pusat melakukan screening COVID-19 sebelum masuk ke gedung kantor pusat Universitas Brawijaya (UB).

Tamu dan pegawai di Gedung Rektorat UB jalani UBreath untuk cegah Omicron
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Puluhan pegawai dan pengunjung kantor pusat melakukan screening COVID-19 sebelum masuk ke gedung kantor pusat Universitas Brawijaya (UB). Screening COVID-19 dilakukan dengan alat bernama UBreath hasil inovasi Prof. Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo, M.Sc., Ph.D dari FMIPA.

“UBreath bekerja dengan mendeteksi hasil metabolisme dari sistem pernapasan dan pencernaan,” ujar Prof Arianto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (15/2).

Hasil pengukuran dari parameter tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi kondisi dari sistem pernapasan dan sistem pencernaan.

“Hasilnya dari tes ini, dari 600 orang yang jalani tes ada dua orang yang teridentifikasi sama dengan Covid-19, dan atas 2 orang ini kemudian diusulkan untuk jalani swab antigen di klinik UB guna penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Rektor Prof. Drs. Gugus Irianto , MSA., Ph.D., Ak., mengatakan kegiatan screening COVID-19 merupakan salah satu aktifitas atau kegiatan dalam rangka merespon lonjakan kasus-kasus COVID-19 di Malang Raya dan seluruh Indonesia dan terutama di UB.

"Karena di UB ada tendensi kenaikan kasus COVID-19 dari tendik dosen atau mahasiswa. Melihat itu kami berkoodinasi dengan tim satgas yang dipimpin Prof. Andarini untuk memutus rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Prof. Gugus menambahkan screening COVID-19 dengan UBreath banyak sasarannya. Screening dengan menggunakan UBreath menjadi deteksi awal terhadap virus COVID-19 yang menginfeksi tubuh manusia.

"Hasil yang dikeluarkan oleh UBreath bisa keluar dalam waktu kurang tiga menit. Hal ini sebagai upaya kita untuk yang masuk gedung kantor pusat lebih tenang dan aman. Intinya kita melakukan pencegahan sejak dini," katanya.

Pencegahan dini terhadap merebaknya kasus COVID-19 juga dilakukan UB dengan cara mengganti kuliah Hbyrid learning dengan full daring, memproduksi hand sanitizer, serta menyiapkan tempat isolasi terpadu untuk civitas akademik UB di rusunawa Dieng.

Prof. Gugus berharap melalui upaya pencegahan yang dilakukan UB bisa meminimalisir merbaknya kasus COVID-19 yang ada di lingkungan UB.

"Jangan sampai warga UB yang sakit idak terdeteksi. Sebaliknya jika terdeteksi bisa langsung ditangani. Ke depan penerapan UBreath tidak hanya di kantor pusat tapi juga di seluruh fakultas yang ada di UB," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire